Skip to main content

Pengumuman FAM Indonesia

FAMili, apa kabar Anda hari ini? Semoga selalu semangat melaksanakan tugas keseharian dengan baik dan tetap aktif berkarya.

Sebagai media silaturahim, FAM Indonesia telah membuat beberapa grup di Facebook yang dikelola masing-masing koordinator wilayah/cabang yang telah ditunjuk FAM Indonesia. Seluruh grup di bawah koordinasi FAM Indonesia, dan diharapkan dapat diisi dengan berbagai aktivitas kepenulisan oleh masing-masing FAMili, baik anggota resmi yang mengantongi nomor IDFAM, maupun para simpatisan yang tertarik dengan kegiatan FAM Indonesia.

Adapun link/tautan grup yang telah diaktifkan tersebut adalah:

FAM CABANG SURABAYA
http://www.facebook.com/groups/466119573448905/

FAM WILAYAH SUMATERA BARAT
http://www.facebook.com/groups/586673394679434/

FAM CABANG PADANGPANJANG
http://www.facebook.com/groups/137413849755430/

FAM WILAYAH JAWA BARAT
http://www.facebook.com/groups/358884714231590/

FAM WILAYAH JABODETABEK
http://www.facebook.com/groups/100951613438256/

FAM WILAYAH KEDIRI
http://www.facebook.com/groups/100101490191151/

Sementara itu, saat ini FAM Indonesia tengah mempersiapkan kepengurusan sejumlah cabang FAM lainnya di Indonesia dan juga akan dibuat grup yang sama. Untuk menghindari SPAM, kampanye politik, iklan, tulisan provokasi, pornografi, dan sejenisnya, pengelola grup adalah pengurus/anggota FAM yang telah mendapat kepercayaan penuh dari pengurus pusat FAM Indonesia. Secara bertahap, insya Allah, FAM terus melakukan pembinaan kepada kader-kader calon penulis Islami yang akan menjadi pejuang-pejuang dakwah bila qalam (lewat tulisan).

Sementara itu, anggota FAM lainnya, yang di daerahnya belum terdapat cabang FAM Indonesia, segala kegiatan dapat diakses di grup FORUM AISHITERU MENULIS dengan link/tautan: http://www.facebook.com/groups/forumaishiterumenulis/, atau dengan mengunjungi website: www.famindonesia.com. Untuk segala pelayanan keanggotaan dan kepentingan dengan pengurus pusat, dapat dilayangkan surat elektronik via email: forumaktifmenulis@yahoo.com, atau mengirim SMS ke nomor Call Centre FAM Indonesia di 0812 5982 1511.

Semoga, di usia FAM Indonesia menuju 2 tahun, FAM semakin dekat di hati dan selalu menabur benih semangat dengan sepenuh keikhlasan, santun, dan bervisi jauh ke depan untuk kemajuan literasi di bumi Indonesia tercinta.

Salam santun, salam karya.

FAM INDONESIA
www.famindonesia.com


Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…