Skip to main content

Pengumuman Pemenang Pendaftar Piagam FAM Terbanyak

FAMili, apa kabar Anda hari ini? Semoga sehat selalu dalam menjalankan aktivitas, apa pun itu. Seperti yang sudah diumumkan sebelumnya, FAM mengundang FAMili yang memiliki koleksi Piagam terbanyak yang diberikan FAM Indonesia selama kurun waktu setahun belakangan. FAM menghadiahkan paket buku kepada FAMili yang paling banyak memiliki koleksi piagam yang dikeluarkan FAM Indonesia.

Deadline pendaftaran piagam telah ditutup pada 10 Maret 2013 lalu. Meskipun memiliki piagam terbanyak tetapi tidak didaftarkan dalam kurun waktu tersebut, maka FAMili tidak dapat ikut dalam event ini. Untuk pemilik piagam terbanyak 1, 2 dan 3, FAM Indonesia memberikan paket buku, sebagai bentuk apresiasi saja.

Maka, inilah nama-nama pemilik piagam terbanyak:

1. KEN HANGGARA  (FAMili Pasuruan). Jumlah: 13 Piagam

2. HASAN ASYHARI (FAMili Padangpanjang). Jumlah: 10 Piagam

3. LAURA CHRISMADHANI (FAMili Tegal). Jumlah: 8 Piagam

Selamat kepada pemilik piagam terbanyak dan akan menerima paket buku dari FAM Publishing, Divisi Penerbitan FAM Indonesia. Kepada yang belum beruntung, terus aktif dalam berbagai kegiatan FAM Indonesia dan jadikan piagam FAM sebagai tanda apresiasi dan penyemangat berkarya.

Kepada para pemenang yang tersebut nama-namanya di atas, silakan mengirimkan alamat lengkap ke email FAM Indonesia: forumaktifmenulis@yahoo.com. Sebutkan juga judul buku apa saja yang diterbitkan FAM Publishing telah Anda miliki. Tujuannya agar FAM dapat mengirim paket buku yang berbeda.

Tetap berbagi semangat bersama FAM Indonesia.

Salam santun, salam aktif, salam karya.

FAM INDONESIA
www.famindonesia.com



Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…