• Info Terkini

    Saturday, April 20, 2013

    [Resensi Buku] Menuangkan Impian di Sepucuk Surat

    Judul Buku: Membungkus Mimpi
    Penulis: Muhammad Sofyan, dkk.
    Penerbit: FAM publishing
    Cetakan: Pertama, April 2013
    Tebal: xii + 197 halaman
    ISBN: 978-602-7956-03-2


    Bermimpi, merupakan hal yang wajar dan lumrah kita rasakan selaku makhluk hidup di muka bumi ini. Tapi lain halnya jika yang diimpikan itu adalah sebuah Negara yang menjadi tujuan, hasrat, cita-cita terbesar dalam diri. Sebuah tempat di mana ada keinginan yang kuat untuk dapat melabuhkannya. Dan ketika impian-impian itu kita harap tak lagi merupakan sebuah mimpi yang hanya menjadi bunga tidur, melainkan sebuah tekad yang besar untuk dapat lebih dari buaian tidur semata, maka sebisa mungkin kita mencari cara agar sesegera mungkin impian itu dapat tercapai dan terwujud. Salah satunya adalah dengan menuangkan impian-impian itu dalam sepucuk surat.

    Surat memang tak lagi asing didengar oleh kita. Namun di zaman yang segala sesuatunya sekarang telah mudah untuk dilakukan dan didapatkan maka berkirim-kirim surat melalui pos sudah jarang lagi kita pergunakan. Lain halnya dengan apa yang telah dilakukan Muhammad Sofyan dan penulis lainnya yang tersaji dalam buku ini. Dengan apik dan lihainya para penulis menuangkan setiap mimpinya ke dalam susunan kata indah nan mudah untuk dibaca. Meskipun surat-surat ini tak ditulis secara langsung melalui kertas dan mengirimnya melalui pos, buku ini menyajikan 43 pucuk surat pilihan yang berhasil melewati tahap seleksi dari sebuah ajang menulis bulanan yang biasa dilakukan oleh Forum Aktif Menulis (FAM Publishing) di salah satu jejaring sosial Facebook.

    Para pembaca akan diajak mengarungi tiap-tiap mimpi yang tersaji indah dalam surat-surat yang memang bertemakan “Di Negara Itu Impianku Berlabuh”. Seperti apa yang telah diutarakan oleh Muhammad Sofyan selaku salah satu penulis dalam suratnya yang merupakan impian dan keinginan terbesarnya untuk bisa berkunjung ke sebuah Negara yang mendapat julukan sebagai Negara gingseng, Korea Selatan. Baginya Korea Selatan adalah Negara yang sangat menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, kekeluargaan dan jauh dari sisi kesenjangan sosial. Berbeda halnya dengan surat yang ditulis oleh Steve Agusta, sang penulis yang juga suratnya berhasil menjadi salah satu surat terbaik dalam buku ini menyajikan sebuah harapan yang berbeda dari penulis lainnya, beliau lebih tertarik dengan impiannya akan “Indonesia Baru”, baginya Indonesia merupakan sebuah Negara yang menjaga tradisi dan mewarisi peninggalan leluhur yang amat berarti dan tak dimiliki oleh Negara lainnya. Dan masih banyak lagi surat-surat lainnya yang membuat para pembaca takjub dengan impian-impian yang membawa para penulis berkeinginan besar untu bisa mewujudkannya.

    Meskipun buku ini menyajikan sedikit banyaknya surat yang tersaji rapi dengan susunan kata-kata yang sederhana dan mudah dicerna oleh para pembaca. Tapi ada beberapa surat penulis yang terkadang terkesan agak bertele-tele untuk menyampaikan sebuah impian yang memang bertemakan di Negara itu impianku akan berlabuh. Pembaca pun akan sedikit ribet ketika rasa penasaran datang untuk sekadar mengetahui biografi para penulis yang tersedia di beberapa lembar halaman akhir dalam buku ini, walaupun itu akan lebih mudah seandainya saja biodata para penulis terselip di setiap pojok surat yang telah diutarakan oleh masing-masing penulis akan impiannya.

    Namun demikian,tanpa mengurangi rasa keingintahuan akan sebuah mimpi, buku ini sangatlah asyik untuk dibaca oleh setiap kalangan masyarakat karena tutur bahasanya yang ringan dan santai serta tersampul dalam sebuah kover yang cantik dan juga menarik. Sangatlah cocok untuk dihadiahkan kepada keluarga, kerabat, sahabat dekat, ataupun kekasih sebagai pembangkit semangat dan rasa percaya diri yang tinggi. Dan karena dengan rasa optimislah sebuah impian bisa lebih dari sekadar mimpi, walau itu semua berawal dari sebuah niat untuk menuangkannya dalam sepucuk surat.

    Peresensi:
    FIA FAUZIAH RAHMAN
    Depok


    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: [Resensi Buku] Menuangkan Impian di Sepucuk Surat Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top