Skip to main content

Segera terbit, Buku “Semangkuk Kata Cinta” karya Aliya Nurlela, dkk

Segera terbit. Buku “Semangkuk Kata Cinta” karya Aliya Nurlela, dkk. Buku ini berisi surat, cerpen, dan puisi yang dikirim para FAMili pada Lomba Menulis dalam Event Milad Sekjen FAM Indonesia, Juni 2012. FAM Publishing sengaja membukukan naskah-naskah pada event ini, agar menjadi kenangan bagi para penulisnya. Semua naskah yang layak terbit, baik naskah pemenang atau partisipan terangkum dalam buku ini.
Adapun biaya penerbitan, seluruhnya ditanggung pihak FAM Publishing. Penulis tidak mendapatkan bukti terbit. Jika ingin memiliki buku ini, bisa memesan melalui FAM Publishing.


Nama-nama penulis yang naskahnya masuk dalam buku ini, adalah:

1. Abdul Kadir Halimin (Makasar)
2. Akaha Taufan Aminudin (Malang)
3. Arif Hifzul (Medan)
4. Aisyah Al Hinduwan (Jepara)
5. DP Anggi (Pekanbaru)
6. Ervyta Sari (Cairo)
7. Erka Ninok (Bogor)
8. Fatimah AzZahra (Palembang)
9. Gathut Bintarto (Yogyakarta)
10. Hendra Setyawan (Palembang)
11. Haryanii Tsaqieb (Sidoarjo)
12. Irwan Hasan (Padang)
13. Iqbal Tawakal (Bogor)
14. Ken Hanggara (Pasuruan)
15. Joey Pengganti Wiro (Ciamis)
16. Rahimah Ib (Medan)
17. Refdinal Muzan (Bukittinggi)
18. Rahmat Herdiansyah (Bandung)
19. Rendra Virani (Tangerang)
20. Smith Rain (Bukittinggi)
21. Tosa Poetra (Trenggalek)
22. Ma’arifa Akasyah (Kendal)
23. Mawar Rovita Sari (Pekanbaru)
24. Muhammad Syam (Gresik)
25. Muhammad Reifendy (Bekasi)
26. Nadia Regina Martanti (Sukoharjo)
27. Nuhrafi (Pariaman)
28. Nurida Sari (Bukittinggi)
29. Nuryaman Emil Hamzah (Pandeglang)
30. Titi Haryati Abas (Sinjai)
31. Vina Rohmatul Ummah (Malang)
32. Yori Tanaka (Tangerang)

Salam santun, salam karya.

FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…