• Info Terkini

    Tuesday, April 23, 2013

    Ulasan Cerpen “Hanya Sayang” Karya Ats Imro (FAMili Blitar)

    Cantika menghabiskan uang tabungannya untuk membeli gaun dan sepatu agar tampil cantik pada sebuah pesta. Pesta mewah yang akan dihadiri orang-orang penting. Cantika, Jenny dan Irsya menganggap bahwa inilah kesempatan mereka untuk mengenalkan diri pada produser. Syukur-syukur ditawari rekaman.

    Kakak Cantika, Kania memberi hadiah gaun yang indah untuk pesta tersebut. Cantika mengabaikannya karena menganggap bahwa gaun itu kuno, mana pantas busana muslimah seperti itu dipakai untuk pesta penting yang mewah? Akhirnya Cantika berbohong ia tidak ingin hadir ke pesta yang akan diikuti Kania. Cantika beranggapan bahwa pesta yang akan dihadirinya sangat berbeda dengan pesta yang dihadiri Kania. Tapi, apa yang terjadi? Cantika sangat terkejut, ternyata Kania adalah pemeran utama pada pesta itu. kakaknya yang anggun dengan busana muslimnya. Kakak yang telah menulis novel best seller namun diabaikannya. Bahkan, ia tidak tahu jika novel itu dipersembahkan untuknya.

    Cerpen “Hanya Sayang” yang ditulis Ats Imro cerpen yang menarik. Sebenarnya ada pembelajaran di dalamnya namun penulis masih belum mampu menampilkan pelajaran itu secara jelas dan masih mengawang. Padahal, melihat jumlah halaman tulisan (3 halaman) penulis masih bisa mengeksplor cerita dengan lebih baik. Untuk sebuah cerpen, sebaiknya dari sekian banyak konflik, angkat satu atau dua saja, tapi tuntas. Yang mau diangkat sebenarnya apa? Cantika yang meninggalkan jilbabnya, Cantika yang ingin menjadi penyanyi, sahabat yang berhasil memengaruhinya,  atau Cantika yang tidak peduli pada kakaknya? Dari segi penulisan, penulis juga harus memperhatikan kaedah EYD. Gunakan cetak miring untuk penggunaan kata asing seperti “Don’t worry” seharusnya ditulis “Don’t worry” atau “high hill” seharusnya “high hill”.

    Untuk penulis, tetap semangat, ya! Teruslah menulis, karena dengan sering menulis maka tulisan kita akan semakin baik. Perhatikan juga pemilihan judul, cari yang lebih tepat dan menarik.

    Salam santun, salam karya.

    TIM FAM INDONESIA
    www.famindonesia.com

    [BERIKUT CERPEN PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    HANYA SAYANG


    Ats Imro

    Tak lebih, alias pas uang tabungan Cantika untuk membayar belanjaannya hari ini, sebuah gaun pesta cantik dan sepasang sepatu high hill model terbaru ini. Sementara kedua sohibnya, Jenny dan Irsya tertawa-tawa menjinjing belanjaan mereka, Cantika termenung. Dia mengumpulkan uang ini berbulan-bulan. Dan habis begitu saja dalam sekejab. Sehari sebelumnya Jenny dan Irsya memaksanya masuk ke dalam mobil pribadi Jenny.

    “Dengar ya, kalau kau tak melakukannya berarti kita bukan teman” seru Jenny menatap Cantika dengan sengitnya.

    Sementara Irsya mencecarnya “Karena acara ini sangat penting bagi tim kita. Aku sudah susah payah untuk mendapat undangan di pesta itu. Ya undangan untuk kita bertiga. Akan ada banyak orang-orang penting disana. Ini bisa jadi peluang kita untuk mengenalkan diri. Apa kau mengerti?”

    “Lagi pula akan banyak produser yang datang kesana. Disana juga ada casting pemilihan artis film dari Novel ”Faramela” yang jadi best seller.”

    Cantika mengangguk, “Iya, don’t worry. Aku pasti akan tampil cantik. Siapa gitu lho, Cantika. Lihat saja nanti! “Cantika berusaha ceria tapi begitu meninggalkan mobil dia menghela nafas risau. Entahlah dia tak tahu apa sebab risaunya. Tapi teringat sorak-sorai penonton ketika mereka bernyanyi di atas panggung perasaan itu terusir begitu saja.

    ***

    Cantika memasukkan sepatu high hillnya ke dalam tas ranselnya. Dan berjingkat menuju kamar karena hari ini dia terlambat pulang. Seharusnya pukul tiga sore tadi dia sudah ada di rumah.

    “Cantika!”

    “Ups!” Cantika nyengir demi  mendengar suara lembut yang menyapanya. Dia berusaha menyiapkan jawaban jika ditanya, “Kenapa baru pulang? atau Darimana”

     “Mama dan papa belum pulang kok. Dan kakak tidak akan mengatakan pada mereka”

    “Hhhh…” Cantika bernafas lega. “Kak Nia baik deh” Cantika buru-buru memeluk Kania, kakak kandungnya.

    “Segera mandi gih sana, kakak sudah siapkan air hangat buatmu” lanjut Kania.

    Cantika makin senang. Dia selamat. Dia langsung berjingkrak begitu masuk di dalam kamar, “Yess!” serunya lega. “Tinggal bagaimana aku bisa pergi ke pesta malam ini?” Cantika merencanakan sesuatu. Cantika berpikir.

    Kania mengintip Cantika dari pintu, “Hai bukankah kau mau pergi ke pesta, kenapa belum mandi juga?”

    Cantika syok, “Apa Kak?” Dia buru-buru menghampiri kakaknya. Kali ini Kania sudah cantik dan rapi dengan gaun berjilbabnya yang anggun. Dan dia benar-benar tampak anggun.

    “Ah,iya kita jarang bertemu akhir-akhir ini” keluh Kania. Aku jadi tak sempat memberi tahumu tapi aku rasa akan jadi kejutan saat kau membuka hadiah dariku untuk ke pesta itu” Kania menunjuk bingkisan di atas bantal. “O ya, kakak tunggu di bawah ya” lanjut Kania riang.

    Cantika baru menyadarinya, sebuah bingkisan pink di atas bantal. Saat dibuka isinya gaun muslimah cantik. Cantika langsung merengut dan menutup kembali bingkisan itu tanpa menegeluarkannya. “Itu gaun yang hanya kakak yang suka. Bagaimana berpesta dengan pakaian seperti itu? Tidak akan ada yang peduli padamu Kak. Lagipula aku mau pergi ke pesta yang lain”

    Cantika mengejek selera kuno kakaknya. Dia merutuk sembari menatap foto keluarga di samping ranjangnya. Foto itu diambil ketika dia lulus dari SMA dulu, saat dia masih berjilbab, yaa saat dia masih kuno seperti kakaknya itu. Cantika buru-buru membalik foto itu. Entahlah rasanya ia jadi risih melihatnya. Sebaliknya ia merasa beruntung telah mengenal Jenny dan Irsya. Dua orang yang telah menemukan bakatnya sebagai penyanyi yang mempesona di atas panggung. Dan sebentar lagi setelah mereka menyanyi di pesta nanti pasti akan ada produser yang menawari mereka rekaman.

    “Kakak!” seru Kania dari ujung tangga. “Apa boleh aku di rumah saja. Tubuhku letih sekali dan banyak PR yang harus kuselesaikan”

    Kania buru-buru menghampiri Cantika. Menatap Cantika dalam diam. “Baiklah, tapi apa tidak apa-apa dirimu tak ikut ke pesta?”

    “Tidak apa-apa Kak?”

    Kania tersenyum percaya, mengucapkan salam lalu meninggalkan Cantika yang berteriak riang sembari mulai berdandan. Cantika berputar-putar di depan cermin, di lihat dari sisi manapun menurutnya ia tampak cantik dengan gaun pesta selutut paduan warna pink dan putih yang memperlihatkan sedikit bahunya. Lalu terdengar bel mobil dari depan rumah.

    “Aku datang!” seru Cantika yang yakin kalau tadi pasti bel mobil Jenny.

    ***

    Cantika, Jenny dan Irsya bernyanyi riang dalam perjalanan. Begitu yakin mereka pasti akan berhasil menemui produser rekaman.

    ***

    Halaman Gedung Arateri tempat pesta berlangsung, telah penuh mobil. Cantika, Jenny dan Irsya menunjukkan undangan mereka pada penjaga yang langsung mempersilahkan mereka masuk.

    Cantika, Jenny, dan Irsya melangkah dengan anggun ke dalam ruangan. Tepat ketika seorang gadis anggun berbicara di podium. Cantika yang melihatnya tertegun tak percaya. Dan dia terjatuh dari high hillnya. Cantika meringis menahan sakit.

    Sementara Jenny terpesona pada seseorang di podium itu. “Oh, tentu saja. Bagaimana aku bisa begitu bodoh? Dia adalah orang yang memberiku undangan itu. “

    “Apa? Dia?” Cantika tak percaya.

    “Lihatlah dia sangat cantik sekali. Gaunnya sederhana tapi mempesona” ujar Irsya kagum.

    Cantika lemas. Seseorang di atas podium itu adalah Kania. Kakaknya.

    “Aku mau pulang” Cantika rasanya tak sanggup jika harus bertemu kakaknya.

    “Kenapa?” Jenny heran.

    Cantika tak menjawab tapi dia berlari pulang.

    ***

    Cantika membuka kado dari Kania. Ada sebuah surat disana.

    Cantika apa kau bisa ikut casting untuk film novel kakak? Semoga gaun ini bisa membantumu?”

    Ah, Cantika menangis. Tiba-tiba dia teringat satu bulan yang lalu Kania memberi dia sebuah novel baru. Cantika buru-buru mencari-cari novel itu. Akhirnya dia menemukannya diantara tumpukan buku-buku. Terlupakan, masih dalam balutan segel plastik,utuh.

    Cantika menyobek plastik segel novel berjudul, “Faramela”. Di halaman ke-empat Cantika  membaca sederet tulisan, Novel ini kupersembahkan untuk adikku tersayang Cantika Faramela Dyah Restani. Cantika tergugu.

    [www.famindonesia.com]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Cerpen “Hanya Sayang” Karya Ats Imro (FAMili Blitar) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top