• Info Terkini

    Wednesday, April 17, 2013

    Ulasan Puisi “Jembatan Surga” Karya Mia Mutiara (FAMili Kuningan)

    Puisi “Jembatan Surga” buah karya Mia Mutiara ini dipersembahkan untuk anak-anaknya. Mia Mutiara begitu mencintai buah hatinya sehingga menyebutnya sebagai “permata hati”.

    Ia mengenang hari saat anak-anaknya itu pertama menghirup udara bebas. Ia masih terbayang tangisan mereka saat terlahir dari rahimnya. Betapa besar pengorbanan seorang ibu saat melahirkan seorang anak yang sedikit mereda setelah mendengar tangisan bayi itu. Ini dapat dirasakan di dalam bait berikut ini:

    Para permata hatiku
    Enam belas, dua belas, delapan tahun yang lalu
    Kalian hirup udara bumi untuk kali pertama
    Aku dengar tangis-tangis membahana
    Membasuh tubuh dan jiwaku yang lelah bertaruh nyawa


    Penulis puisi ini masih mengingat hari di mana ksatria kecilnya bernyanyi seolah pangeran yang bernyanyi untuk calon permaisurinya. Tak hanya itu, penulis juga mengingat putrinya yang wajah cantiknya bagai malaikat. Yang lainnya terasa begitu menggemaskan. Detail dan dalam sekali Mia Mutiara mengungkap pengalaman bersama buah hatinya dalam bahasa yang sederhana. Cobalah kita baca kata-kata di dalam bait berikut ini:

    Enambelas tahun
    Ksatriaku jalani hari-hari berteman melodi dan nada
    Mengalunkan suara bak pangeran di atas pentas irama
    Dua belas tahun
    Wajah cantikmu mengantarkan keremajaanmu
    Dari peri kecil menjadi malaikat elok
    Delapan tahun
    Menggemaskan betul tingkahmu
    Aku tak bisa marah bila kau berulah
    Karena selalu kau peluk aku dengan manjamu


    Akhirnya, ia mengakhiri puisi ini dengan bait berikut ini, yang melukiskan betapa indah, betapa bahagia dirinya bersama dengan buah hatinya, ibarat jembatan surganya.

    Aduhai…
    Indahnya hari-hariku
    Bersama para mutiaraku
    Jembatan surgaku


    Secara bahasa, walau pilihan diksinya sederhana, minim dari kesalahan. Semoga Mia terus meningkatkan kemampuan menulisnya, terus dan terus.

    Salam santun, salam karya.

    TIM FAM INDONESIA
    www.famindonesia.com

    [BERIKUT PUISI PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]


    JEMBATAN SURGA

    Mia Mutiara
    IDFAM 1229U-Kuningan

    Para permata hatiku
    Enam belas, dua belas, delapan tahun yang lalu
    Kalian hirup udara bumi untuk kali pertama
    Aku dengar tangis-tangis membahana
    Membasuh tubuh dan jiwaku yang lelah bertaruh nyawa

    Enambelas tahun
    Ksatriaku jalani hari-hari berteman melodi dan nada
    Mengalunkan suara bak pangeran di atas pentas irama
    Dua belas tahun
    Wajah cantikmu mengantarkan keremajaanmu
    Dari peri kecil menjadi malaikat elok
    Delapan tahun
    Menggemaskan betul tingkahmu
    Aku tak bisa marah bila kau berulah
    Karena selalu kau peluk aku dengan manjamu

    Aduhai…
    Indahnya hari-hariku
    Bersama para mutiaraku
    Jembatan surgaku

    *untuk anak-anakku tersayang

    [www.famindonesia.com]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi “Jembatan Surga” Karya Mia Mutiara (FAMili Kuningan) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top