• Info Terkini

    Saturday, April 6, 2013

    Ulasan Puisi “Musim Semi” Karya Vivid Habib (FAMili Sidoarjo)

    Puisi “Musim Semi” karya Vivid Habib ini bercerita tentang kidung kepedihan saat seseorang kehilangan sekaligus merindukan kekasihnya. Hatinya sampai berteriak memanggil-manggil nama sang Kekasih, diiringi lelehan air mata, di dalam dekapan malam nan kelam.

    Hal ini tampak jelas pada bait-bait berikut:

    Tak jarang, hatiku berteriak memanggil namamu
    Dan tanpa kau sadari, air matakupun meleleh
    Mengikuti jumlah namamu yang dapat ku panggil
    Beserta nyanyian angin di malam yang sunyi


    Betapa merindunya sang Penulis kepada kekasihnya, hingga berharap dapat mendekap, menyatu, seolah tak kan terpisahkan. Ia merasakan bahwa cahaya cinta di antara mereka berdua telah meredup, bahkan kini telah berganti kegelapan. Kegelapan itu mendera, mencederai, hingga melukai hatinya. Simaklah untaian kata berikut ini:

    Mendekap dirimu kasih, di berbagai situasi
    Tahukah kamu akan kegelapan cintaku
    Yang mulai mendera, perlahan-lahan
    Mencederai, melukai hatiku


    Sang Penulis merasa bahwa kekasihnya tidak menyadari bahwa dirinya bisa rapuh tanpa kehadiran sang Kekasih. Ia merasakan bahwa dulu ia pernah berjanji tetap tegar, meskipun ditinggalkan sang Kekasih, meskipun ternyata kehilangan kekasih tetaplah terasa perih. Ini terlihat jelas dari kata-kata berikut ini:

    Yang tanpa kau sadari
    Dirikupun juga bisa rapuh tanpamu
    Padahal, dulu aku berjanji menjadi lelaki tegar
    Tanpa dirimu yang meninggalkanku secepat itu


    Sang Penulis terkenang saat musim semi saat kekasihnya kembali. Ia tampak berupaya mengumpulkan serpihan kenangan di bulan dan hari saat kekasihnya jatuh hati. Simaklah rangkaian kalimat berikut ini:

    Pada musim semi saat kau kembali
    Di bulan dan hari saat kau jatuh hati


    Puisi ini, dari segi pemilihan diksi masih biasa saja, sederhana. Walau begitu pesan-pesan yang disampaikannya cukup ditangkap pembaca. Dengan terus berlatih merangkai kata dan makna, maka tidaklah mustahil penulis dapat menjadi sastrawan kebanggaan bangsa Indonesia, bahkan dunia, di suatu hari nanti. Semoga!

    Salam santun, salam karya.

    TIM FAM INDONESIA
    www.famindonesia.com

    [BERIKUT PUISI PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    Musim Semi

    Oleh: Vivid Habib

    Tak jarang, hatiku berteriak memanggil namamu
    Dan tanpa kau sadari, air matakupun meleleh
    Mengikuti jumlah namamu yang dapat ku panggil
    Beserta nyanyian angin di malam yang sunyi
    Mendekap dirimu kasih, di berbagai situasi
    Tahukah kamu akan kegelapan cintaku
    Yang mulai mendera, perlahan-lahan
    Mencederai, melukai hatiku
    Yang tanpa kau sadari
    Diriku pun juga bisa rapuh tanpamu
    Padahal, dulu aku berjanji menjadi lelaki tegar
    Tanpa dirimu yang meninggalkanku secepat itu
    Pada musim semi saat kau kembali
    Di bulan dan hari saat kau jatuh hati

    Sidoarjo, 13 Januari 2010

    [www.famindonesia.com]


    JIKA BERMANFAAT SILAKAN SHARE

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi “Musim Semi” Karya Vivid Habib (FAMili Sidoarjo) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top