• Info Terkini

    Thursday, April 18, 2013

    Ulasan Puisi “Pena” Karya Muamananti Yuliati (FAMili Merauke)

    Puisi berjudul “Pena” buah karya Muamananti Yuliati ini bercerita tentang kisah heroik pena yang dilukiskan seperti pahlawan. Menarik sekali, sebab menguak sisi tak biasa dari sebatang pena.

    Coba kita lihat bait puisi berikut ini:

    DI ATAS KERTAS KAU BERJALAN
    DI ATAS KERTAS KAU BERJASA
    DI ATAS KERTAS KAU PAHLAWAN

    Penulis amat merasakan jasa dari pena yang begitu terasa sebagai pahlawan, karena telah menghasilkan “sesuatu” yang bermanfaat bagi umat manusia. Manfaat nyata yang dirasakan oleh penulis adalah merasa lega dan “plong”, seolah bebas dari himpitan beban penderitaan yang teramat menyiksa batin, setelah menuliskan sekaligus mencurahkan isi hati dan pikirannya dengan pena. Hal ini dapat kita baca dan pahami dari bait berikut ini:

    KELEGAHAN KU DAPAT
    SETELAH CURAHAN HATI KELUAR DENGAN CEPAT
    LEMBAR DEMI LEMBAR KU WARNAI
    DENGAN GORESAN PENAKU INI

    Pengorbanan pena yang tak kenal lelah hingga “mengorbankan dirinya sendiri” ini yang begitu menggetarkan hati penulisnya, sehingga tertuang di dalam bait berikut ini:

    MENARI ENGKAU TAK PERNAH LELAH
    HINGGA AKHIRNYA KAU TAK BERTINTA
    DAN KU MEMBUANGMU KE ALAM BEBAS

    Penulis merasa (sedikit) menyesal dan (agak) bersalah setelah membuang pena yang amat berjasa itu. Penulis mengakui dirinya jahat sekaligus memuji pena yang tetap “tutup mulut” meskipun mengetahui isi hati dari penulis. Memang begitulah seharusnya sifat seorang sahabat setia: tidak mudah marah, mampu menyimpan aib atau kejelekan sahabatnya, dan bersabar meskipun diperlakukan semena-mena. Coba kita resapi dan kita maknai bait puisi berikut ini:

    WALAU KU JAHAT
    NAMUN KAU TAK MARAH
    KAU TETAP DIAM TAK BERSUARA
    TENTANG UNGKAPAN YANG PERNAH KUCURAHKAN
    KAU MEMANG SAHABAT SETIA

    Puisi di atas sederhana, namun kaya makna. Alangkah lebih indah bila setiap hurufnya ditulis dengan huruf kecil, bukan kapital (kecuali memang di awal kalimat). Sebaiknya penulis juga memperhatikan EYD, hermeneutika, semiotika, linguistik, majas, dan diksi sehingga kesalahan kecil seperti penulisan “KELEGAHAN” seharusnya tak perlu terjadi.

    Semoga semakin produktif berkarya.

    Salam santun,

    TIM FAM INDONESIA
    www.famindonesia.com

    [BERIKUT PUISI PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    PENA

    Muamananti Yuliati
    IDFAM1030U, Jayapura, Papua


    DI ATAS KERTAS KAU BERJALAN
    DI ATAS KERTAS KAU BERJASA
    DI ATAS KERTAS KAU PAHLAWAN

    KELEGAHAN KU DAPAT
    SETELAH CURAHAN HATI KELUAR DENGAN CEPAT
    LEMBAR DEMI LEMBAR KU WARNAI
    DENGAN GORESAN PENAKU INI

    MENARI ENGKAU TAK PERNAH LELAH
    HINGGA AKHIRNYA KAU TAK BERTINTA
    DAN KU MEMBUANGMU KE ALAM BEBAS

    WALAU KU JAHAT
    NAMUN KAU TAK MARAH
    KAU TETAP DIAM TAK BERSUARA
    TENTANG UNGKAPAN YANG PERNAH KUCURAHKAN
    KAU MEMANG SAHABAT SETIA

    [www.famindonesia.com]


    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi “Pena” Karya Muamananti Yuliati (FAMili Merauke) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top