Skip to main content

FAM Publishing dan Toko Buku Togamas Kediri Jalin Kerjasama

PARE – Divisi Penerbitan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, FAM Publishing, terus melakukan ekspansi untuk menjangkau pasar perbukuan yang lebih luas. Setelah sebelumnya memasok sejumlah buku di toko-toko buku di Pare, hari ini, Selasa (14/5), FAM Publishing menjalin kerjasama dengan Togamas, salah satu toko buku terbesar di wilayah Kediri, Jawa Timur.

Manajer Penerbit FAM Publishing Aliya Nurlela mengatakan, mulai bulan Juni 2013 mendatang, buku-buku terbitan FAM Publishing yang dicetak offline akan dijual di Togamas Kediri. Hal itu setelah FAM Publishing mendapat sambutan baik dari Store Manager Togamas Kediri, Bapak Susanto.

“Kami telah menjajaki kerjasama pemasaran buku FAM Publishing di Togamas, khususnya di Kota Kediri. Sambutan pihak Togamas sangat baik sekali, dan insya Allah Juni mendatang buku-buku FAM Publishing sudah bisa dimasukkan di Togamas,” ujar Aliya Nurlela.

Sementara itu secara terpisah Ketum FAM Indonesia Muhammad Subhan mengatakan, Penerbit FAM Publishing akan terus membangun kerjasama dengan berbagai pihak, terutama toko-toko buku di Jawa Timur. Dia meminta doa seluruh anggota FAM Indonesia, semoga dalam waktu dekat buku-buku terbitan FAM Publishing dapat dipasok ke seluruh daerah di Tanah Air.

“Insya Allah, semoga terwujud, dan tidak ada yang mustahil,” katanya optimis. (RED)

Keterangan Foto:
Manajer Penerbit FAM Publishing Aliya Nurlela berfoto bersama Store Manager Togamas Kediri, Susanto, setelah membuat kesepakatan kerjasama antara Penerbit FAM Publishing dan Togamas Kediri, Selasa (14/5).

Comments

  1. untuk bisa menjalin kerjasama dengan Toga mas, sebelumnya pakek proposal apa gak bu?

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…