• Info Terkini

    Sunday, May 12, 2013

    Profil Anggota FAM Indonesia: Muhammad Aziz (Tangerang)

    Ia lahir di pengunungan yang sejuk di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Orangtuanya memberi nama Aziz, karena ada masukan dari saudara-saudara bapak dan ibu akhirnya namanya dilengkapi dengan Muhammad Aziz. Nama adalah do’a semoga diijabah oleh Allah SWT. Amin.

    Pada saat itu tidak ada PAUD atau TK di kampung sehingga ia langsung masuk Madrasah yaitu MI Al-Ma’arif Tempuran, MTs Muhammadiyah Tempuran, sempat bertahan satu tahun di SMK 17 Parakan, dan pindah pada tahun ke dua di SMK Bhakti Karya Magelang. Pada tahun1995 ia merantau ke negeri 1001 pabrik yaitu Tangerang, Banten. Ia bekerja sebagai buruh pabrik sepatu selama 7 tahun. Di samping bekerja sebagai buruh, Aziz kuliah sore di LP3i Cimone Tangerang dan STHI (Sekolah Tinggi Hukum Indonesia) Jakarta, sampai selesai.

    Menurutnya, Perjalanan manusia sangat beragam dan berliku dan tak semudah yang dibayangkan. Perjalanan manusia merupakan titah Sang Maha Pencipta, dalam mengarungi bahtera kehidupan di alam fana ini. Pada tahun 2007 tepatnya bulan Januari, ia mulai melangkah untuk aktivitas baru sebagai pengajar di salah satu SMK swasta di Kota Tangerang untuk mengampu pelajaran KKPI atau yang lebih dikenal dengan TIK selama dua tahun.

    Selama kurun mengajar di SMK tersebut ada hal yang menurutnya sangat ganjil dan mengapa bisa itu terjadi? Ia menganggap aneh jika guru dalam satu tahun tidak diberi honor mengajar. Tapi ia tetap berbaik sangka dan berharap, semoga suatu hari nanti ingat bahwa pengajar belum diberi honor mengajar selama satu tahun.

    Ia berpikir, bagaimana untuk mendapatkan uang menghidupi keluarga? Pada waktu itu, ia memilih berdagang sebagai agen pulsa baik elektronik maupun fisik. Ada sekitar 50 konter yang membeli pulsa dari konternya untuk dijual kembali. Seiring perjalanan waktu dan perubahan globalisasi dalam persaingan bisnis yang kurang sehat dengan naik-turunnya harga pulsa dan hal-hal di luar kemampuannya, pada tahun 2009 secara perlahan dan pasti konter pulsanya mengalami penurunan asset dan terus merugi.

    “Tapi alhamdulillah dengan doa dan usaha, saya dan keluarga yang tidak kenal lelah dan menyerahkan, akhirnya Allah SWT memberi kesempatan pada kami untuk mengajar di Kota Cilegon,” ujarnya.

    “Saya pindah dan membawa seluruh keluarga, padahal pada saat itu anak-anak saya masih kecil-kecil. Anak yang pertama berusia sekitar 4 tahun dan yang kedua berusia sekitar 1 tahun. Sebenarnya dalam hati saya sangat sesak dan ingin menumpahkan rasa gundah gulana yang kami alami jika melihat istri dan anak-anak yang sangat setia dan tidak mengeluh untuk diajak berjuang mengembang amanah dalam dunia pendidikan. Ke mana pun saya melangkah,” lanjutnya lagi.

    Pada tahun 2010 tepatnya tanggal 3 Januari, ia pindah mengajar di SDIT AL-Hanif di Kota Cilegon untuk mengampu sebagai wali kelas 3 dan mengajar bidang studi bahasa Indonesia, IPS, dan PKn. Dalam perjalanan waktu pada tahun 2011 saya diberi amanah untuk mengampu sebagai walikelas 6 dan mengajar bidang studi Bahasa Indonesia, IPS dan ekskul Jurnalistik dan sebagai Ketua Ekskul.

    Allah SWT sudah mengatur setiap langkah hidup ciptaanNya. Tepat dua tahun (3 Janurai 2010-2 Ferbuari 2012) sudah ia mengabdi di SDIT Al-Hanif Cilegon ia kembali lagi ke Tangerang untuk bergabung mengelola perusahaan keluarga PT Kurnia Fajar Bersaudara yang bergerak dalam bidang kontraktor.

    Ia memiliki semangat yang membara untuk tetap bergerak dalam bidang pendidikan; maka ia membuka Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Cerdas pada tanggal 23 Januari 2012 yang melayani dan berbagi untuk membaca gratis, ngaji gratis, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang intinya berbagi pendidikan untuk semua. Sampai sekarang alhamdulillah koleksi buku dan majalah sekitar 2.100 judul/eks. Dalam menjalin bagaimana mendapatkan donasi buku, ia bergabung dengan jejaring buku misalkan 1001buku, Sajubu, Rumah Riang, Forum Indonesia Membaca, Forum TBM, Rumah Dunia, dan masih banyak lagi dari penerbit maupun distributor buku di seluruh Indonesia.

    “Karena ada rasa keperihatinan yang sangat dalam mohon doanya Isyaallah tahun pelajaran 2013-2014 membuka TK Islam Terpadu Al Jawwad. Pada angkatan pertama ini menerima peserta sangat terbatas hanya 40 siswa karena ruang yang belum memadai. Sedang unggulan kami tekankan dalam pendidikan TK ini adalah tahfizd Al-Qur’an (Juz ‘Amma) dan hadits pilihan, penekanan dengan adab-abad kebiasaan sehari-hari,” ujarnya.

    Bergabungnya ia di Forum Aktif Menulis (FAM) tepatnya tanggal 5 Oktober 2012 diharapkan menjadi jembatan sebagai penulis yang menginspirasi dan menggerakkan hati untuk berbagi. Ia berkomitmen di mana pun ia berada harus dapat bermanfaat seluas-luasnya untuk kebaikan ummat.

    “Salam Cerdas,” ujarnya penuh semangat. Muhammad Aziz mengantongi IDFAM1086U dan dapat dihubungi melalui: www.facebook.com/roemahcerdas, www.twitter.com/tbmrumahcerdas.



    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Profil Anggota FAM Indonesia: Muhammad Aziz (Tangerang) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top