• Info Terkini

    Friday, May 17, 2013

    [Resensi Buku] Bukalah Pembungkus Mimpi Ini dan Nikmati Wisata Panjang

    Judul Buku: Membungkus Mimpi (Di Negara Itu Impianku Berlabuh)
    Kategori Buku: 43 Pucuk Surat Pilihan.
    Penulis: Muhammad Sofyan Arif, dkk.
    Penerbit: FAM Publishing.
    ISBN: 978-602-7956-03-2.
    Cetakan: I, April 2013
    Jumlah Halaman: xii+197 halaman
    Harga: Rp 41.000,-


    Mimpi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan sesuatu yang terlihat atau dialami dalam tidur. Bisa pula berarti angan-angan atau cita-cita. Ada yang masih percaya pada mimpi dan tidak sedikit pula yang meremehkannya. Mulai dari zaman para Nabi hingga kini tidak sedikit orang yang percaya dan tidak, pada mimpi. Artinya pro dan kontra tentang mimpi bukan hal aneh. Namun yang patut digarisbawahi bahwa tidak sedikit yang mengecap kesuksesan berawal dari sebuah mimpi. Sebuah keberhasilan atau kesuksesan bermula hanya dari sebuah impian. Everything start from a dream, sepertinya kalimat itu ada benarnya. Tetapi, untuk mewujudkan impian itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Perlu proses dan perjuangan serta ikhtiar yang diiringi doa dan keyakinan kepada Ar-Rahim (Sang Maha Penyayang), Allah Azza Wajalla.

    Berawal dari sebuah iven Menulis Surat Bulanan yang digelar pada Januari 2013 dengan tema “Di Negara Itu Mimpi Saya Akan Berlabuh” oleh FAM (Forum Aktif Menulis) sebuah Grup yang mewadahi para penulis dan calon penulis yang memiliki Moto “Membina dengan Hati Calon Penulis Islami”. Hal ini menjadikan sebuah tantangan bagi Forum tersebut untuk mengumpulkan surat dari hasil seleksi iven tersebut. Merujuk pada ‘Pengantar Penerbit” bahwa surat-surat yang dinyatakan lolos dan memenuhi persyaratan setelah melalui seleksi dan penyaringan terlebih dahulu dari seratusan surat yang masuk ke meja redaksi maka ditetapkanlah 43 surat yang layak diterbitkan dan menjelma jadi sebuah buku cantik dengan kover menawan berwarna jingga/oranye. Ditambah dengan ilustrasi, sesosok bayangan dalam sebuah kipas, dan ranting dengan daun-daunnya, menambah indah juga menawan penampilan buku ini. Sungguh menarik!

    Menurut saya buku ini sungguh menakjubkan. Betapa tidak, para penulisnya berhasil merangkai kata-kata dengan manis, untaian kalimatnya mengalir apa adanya dan menghanyutkan siapa pun pembacanya. Terlebih bagi yang belum menginjakkan kaki di belahan negara lain. Buku ini diawali dengan sepuluh pucuk surat yang benar-benar membuat mata saya terbelalak dan bibir berdesis mengucap Tasbih hingga merinding mendatangkan desiran takjub dalam aliran darah. Bukan karena takut membaca cerita horor, namun merinding karena benar-benar takjub dengan isi dari surat yang benar-benar memberikan angin segar.

    Secara keseluruhan di dalam buku ini kita akan mengetahui berbagai peradaban di dunia, seperti Korea Selatan, Arab Saudi, Italia, Jepang, Finlandia, Palestina, Rusia, Australia, Inggris, Singapura, Jerman, Mesir, India, Nepal, Brunei Darussalam dan Andalusia /Spanyol. Serta ada beberapa penulis surat dalam buku ini yang begitu mencintai negerinya sendiri Indonesia. Negeri yang memiliki keeksotisan tersendiri dan ingin menikmati pada setiap jengkalnya.

    Saat membuka buku ini, perjalanan akan dimulai dari Negeri Ginseng. Di sana kita akan mengetahui bahwa di dalam Subway Korea Selatan, terdapat tempat duduk yang disediakan khusus bagi para manula, orang cacat dan ibu hamil. Kemudian kita akan mengetahui juga tempat-tempat terbaik untuk memanjatkan doa bagi umat Islam yang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Mekah.

    Jalan-jalan dilanjutkan ke negeri Prancis, di sana kita akan mengetahui bagaimana negeri itu cara orang Prancis mewariskan budayanya, terutama sastra kepada generasi muda dengan cara memperbanyak pelajaran sastra kepada anak-anak.. Di Prancis anak-anak kelas I-VI sekolah dasar sangat pandai mendeklamasikan puisi dan menceritakan cerita para penulis ternama di negerinya. Kemudian di surat berikutnya kita akan mengetahui bahwa di Kota Roma Italia ada sebuah Masjid termegah dan terbesar di Benua Eropa, yang bisa menampung 12.000 orang, yaitu Masjid Agung Roma.

    Kita terbang ke Negara Jepang. The Sunrise Nippon (Negeri Matahari Terbit) yang terkenal dengan gunung Fujiyama dan Bunga Sakura ini juga menyimpan berjuta eksotisme. Di sana kita akan mengenal Hanami, Oshibana juga bunga liar yang unik yaitu Tanpopo. Perjalanan kita teruskan ke Finlandia. Di negeri ini kita akan terperangah karena ternyata negeri inilah yang mendapat julukan Negara yang memiliki sistem pendidikan terbaik dan menduduki Peringkat I berdasarkan hasil survey Internasional yang komprehensif oleh OECD (The Organization for Economic Co-operation and Development/Organisasi untuk Kerja sama dan Pengembangan Ekonomi) pada tahun 2003. Subhanallah! kapan negeri kita bisa memiliki Sisdiknas seperti di sana ya?

    Dari Benua Eropa kita melanjutkan perjalanan ke negeri para syuhada, Palestina. Pada surat ini kita akan menemui kerinduan yang mendalam dari penulisnya yang ingin menyeka air mata para syuhada yang hangat dan penuh kepedihan sebagai bangsa yang tertindas oleh kebiadaban Israel. Dari Palestina kita melanjutkan perjalanan ke Mekah dan Madinah. Di kota Mekah kita akan mengunjungi Masjidil Haram dan maqam Ibrahim juga Hajar Aswad, sementara di Madinah kita akan terdampar di Masjid Nabawi makam Nabi Muhammad SAW Abu Bakar As Siddiq dan Umar Ibnu Khattab.

    Itulah perjalanan singkat dari catatan para penulis dalam ‘Membungkus Mimpi’ Namun tidak sampai di sana, karena masih panjang perjalanan dan kisah impian lainnya yang lebih menggetarkan pada bagiam akhir buku ini. Dengan proses editing yang terlihat rapi sehingga menghasilkan sebuah sajian yang hampir sempurna. Namun pada salah satu surat (Surat # 12) dari sekian judul surat itu ada sebuah kerancuan dalam penulisan kata ‘zamrut’ yang semestinya ‘zamrud’ menurut KBBI. Selebihnya mulus, hampir tanpa cacat.

    Membaca buku ini sepertinya kita sedang menikmati sebuah wisata yang sangat panjang tak ubahnya berkeliling dunia. Kita patut memiliki buku ini karena di dalamnya terdapat catatan sejarah, budaya, dan keelokan negara yang menjadi impian para penulisnya. Semoga mereka (para penulis) akan dapat mencicipi impiannya, dan pembacanya bisa mendapatkan sebuah wawasan baru sehingga menjadi sebuah pencerahan. Amin.

    Demikian resensi buku ini, semoga bermanfaat dan dapat menjadi sebuah rujukan yang positif. Selamat bermimpi karena mimpi bisa menjadi tangga untuk mewujudkan impian!

    Peresensi:
    DEDI SAEFUL ANWAR
    ID FAM 1196U-Cianjur
    E-Mail: diefansa@yahoo.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: [Resensi Buku] Bukalah Pembungkus Mimpi Ini dan Nikmati Wisata Panjang Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top