• Info Terkini

    Tuesday, May 7, 2013

    [Resensi Buku] Bunga Masa Depan

    Judul Buku: Membungkus Mimpi
    Penulis: Muhammad Sofyan Arif, dkk
    Penerbit: FAM Publishing
    Cetakan: I, April 2013
    Tebal: xii + 197 halaman
    ISBN: 978-602-7956-03-2

    Mimpi. Suatu dunia yang dimasuki jiwa saat tubuh terlelap. Orang sering menyebutnya bunga tidur. Yah! Mimpi adalah bunga tidur. Bunga yang ditemui seseorang saat ia sedang tidur. Dalam keseharian, bunga selalu dipakai untuk mengungkapkan cinta, menghiasi ruangan, memperindah halaman rumah, mempercantik taman, dan untuk mengungkapkan kedekatan dengan objek yang dituju. Tentu masih banyak lagi manfaat bunga. Bunga memanifestasikan keindahan, kebaikan, kecantikkan, dan keelokan.

    Mimpi diidentikkan bunga. Mengapa bukan rumput, pohon, atau makhluk ciptaan yang lain? Ketika kita menyebut bunga, imajinasi kita tertuju pada keseluruhan sebuah bunga yang terdiri dari akar, batang, tangkai, daun, kelopak, dan sari. Bunga memandu imajinasi akan sesuatu yang lengkap. Keseluruhan. Ketika mimpi disebut bunga tidur berarti keseluruhan tidur kita. Tubuh, pikiran, jiwa, rasio, dan, seluruhnya. Ya! Semuanya.

    Kita mengenal juga istilah paling sering diungkapakan oleh generasi muda, mimpi anak zaman. Ungkapan ini mengandung makna sebuah angan, cita-cita, harapan yang dibangun oleh anak-anak dalam sebuah periode waktu. Ia adalah bunga tidur sebuah masa tertentu. Tentang apa? Tentulah tentang sesuatu yang menghiasi imajinasi mereka, entah masa depan secara pribadi, keluarga, maupun suatu kondisi sosial yang akan membuatnya nyaman untuk menikmati hidupnya. Atau, bisa juga sebuah negeri yang akan membuatnya merasakan serpihan-serpihan surga dalam hidupnya.

    Mimpi dapat berperan sebagai motivator. Ia menyuntikkan kekuatan untuk berjuang meraih sesuatu yang diimpikan. Ia selalu hadir dalam bayang-bayang, sekaligus bermakna ketika ia dapat direalisasikan. Mimpi selalu bernilai lebih ketika ia dapat termanifestasi dalam realitas. Itulah keindahan bermimpi? Maukah Anda bermimpi? “Berbunga tidur”?

    Buku “Membungkus Mimpi” yang memuat 43 Pucuk Surat Pilihan hadir di hadapan pembaca sembari menyajikan serpihan-serpihan mimpi sekolompok orang muda zaman ini. Mereka bagaikan 43 bunga yang dipajang di hadapan publik. Tentu bunga-bunga ini telah dipupuki dan ditamam di tempat yang subur sehingga mampu menarik hati setiap orang yang memandangnya.

    Dari bunga-bunga ini, meski bersifat imaji, toh mereka sementara dalam perjalanan untuk berejawantah dalam realitas. Yang sangat diharapkan adalah mimpi-mimpi ini dapat diaplikasikan dalam hidup harian para penulis, sekaligus sebagai cambuk untuk memacu niat dalam menjelajahi samudera kehidupan ini.

    Secara keseluruhan, buku “Membungkus Mimpi” menghadirkan niat anak-anak zaman ini yang sangat idealis. Bila mimpi-mimpi ini dapat terwujud, bisa dibayangkan bahwa negeri ini dapat kembali meraih identitasnya: “Negeri yang berlimpah susu dan madu”. Sebuah negeri yang hampa akan ratap tangis dan sepi akan saling dusta. Tawa bahagia menjadi santapan empuk setiap bayi pertama menjejakkan tangis di dinding pertiwi.

    Meski sebagian penyajian mimpi masih “murah” kemasannya, tetapi tulisan-tulisan ini tetap dapat membatu pembaca untuk memahami apa yang sedang bergejolak dalam hati, pikiran, dan jiwa anak-anak muda zaman ini.

    Sisi lain keunggulan buku ini adalah terdapat sembilan surat yang diujukan untuk Indonesia. Kesembilan orang ini mencoba untuk merangkai bunga tidurnya dengan seting Indonesia yang akan datang. Hal ini mengindikasikan bahwa banyak orang muda yang sudah mulai jenuh dengan realitas Indonesia saat ini. Karena itu, mereka bermimpi untuk menjadikan Indonesia ini menjadi lebih baik. Inilah tanda kritis para penulis yang tidak mau berpuas diri dengan situasi yang sudah ada, tapi selalu menyemburkan energi dan semangat untuk menjadi lebih baik di kemudian hari.

    Universalitas pesan dari ke-43 pucuk surat ini adalah satukanah mimpi-mimpi itu untuk memberi makan insan-insan zaman ini, sekaligus sebagai bekal bagi anak cucu yang datang kemudian. Jangan biarkan mereka merana dan terlantar tanpa tujuan hidup. Mari bermimpi bersama! Mari membawa bunga tidur ke dalam dunia realitas.

    Peresensi:
    STEVE AGUSTA
    Simpatisan FAM Indonesia
    Email: steve.hyasantrix@gmail.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: [Resensi Buku] Bunga Masa Depan Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top