• Info Terkini

    Saturday, May 4, 2013

    [Resensi Buku] Dari Mimpi Aku Berbagi

    Judul Buku: Membungkus Mimpi
    Kategori : Kumpulan Surat
    Penulis: Muhammad Sofyan Arif, dkk
    Penerbit: FAM Publishing
    Cetakan: I, April 2013
    Tebal: xii + 197 halaman
    ISBN: 978-602-7956-03-2


    Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat. Mimpi terjadi pada tiap orang yang berbeda. Jika Anda ingin memahami apa maksud dari mimpi itu sendiri, yang pertama kali harus Anda lakukan adalah mengambil selembar kertas dan pensil lalu tulis apa yang terjadi dalam mimpi Anda begitu Anda terbangun dari tidur. Begitulah yang dilakukan oleh para penulis dalam buku ini.

    Membungkus Mimpi. Sebuah buku sekumpulan surat yang ditulis oleh penulis-penulis muda Indonesia. Buku ini merupakan sekumpulan surat terbaik hasil lomba menulis bulanan di grup Forum Aishiteru Menulis (FAM), media silaturahim Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia di Facebook. Sebanyak 43 penulis muda telah merangkai mimpi-mimpi spektakuler mereka untuk menjejakkan kaki di pelbagai negara yang ada di dunia, ke dalam sebuah buku merah marun yang wajib untuk dibaca.

    Buku ini disajikan begitu apik dengan bagian pertama berisikan kata pengantar dari Penerbit FAM Publishing yang menerbitkan buku ini dan disusul dengan daftar isi yang memuat 43 pucuk surat “Membungkus Mimpi” terbaik. Buku ini disusun berdasarkan 9 pucuk surat terbaik yang berada di halaman terdepan dan diikuti dengan 34 pucuk surat pilihan lainnya. Surat-surat tersebut dikemas sedemikian sempurna sehingga memudahkan dan menarik perhatian bagi para pemabaca.

    Saat Anda membaca buku ini, Anda akan berimajinasi dan menemukan sisi kebermaknaan dari 43 pucuk surat ini. Mereka, para penulis yang tergabung dalam buku ini menuliskan mimpi-mimpi mereka untuk menjejakkan kaki di pelbagai negara adalah notabene untuk menjadi tolak ukur bagi Negara mereka sendiri, Indonesia. Saat mereka berada di sebuah Negara yang mereka impikan, mereka akan belajar bagaimana budaya-budaya yang baik dari Negara tersebut dan untuk kemudian diterapkan di Negara Indonesia.

    Muhammad Sofyan Arif salah satunya. Ia adalah salah satu penulis pucuk surat ini dan juga merupakan pemenang surat terbaik pertama yang suratnya diletakkan dihalaman pertama dari kumpulan surat ini. Dalam suratnya, ia terinspirasi dari seorang sahabatnya yang berada di negara yang negaranya lebih kecil dari pulau Jawa. Bukan hanya dijuluki sebagai Negara Gingseng, melainkan juga sebagai Negara Kabel. Negara itu adalah Korea Selatan. Korea Selatan menjadi negara yang menarik baginya karena sangat menjunjung tinggi rasa kemanusiaan, kekluargaan, dan terasa jauh dari kesenjangan sosial (hlm. 2).

    Lain halnya dengan Steve Agusta. Ia merupakan pemenang surat terbaik ketiga dalam buku ini. Saat Anda membaca judul suratnya, Anda akan berpikir seperti apa Negara itu. Steve Agusta menyajikan warna baru dalam sebuah Negara impiannya. Dalam suratnya, Ia ingin mengajak para pembaca untuk selalu menjaga tradisi dan mewarisi peninggalan leluhur sebuah Negara. Bercermin pada Negara Perancis yang mewariskan budaya kepada generasi penerus mereka, terutama dalam hal sastra (hlm. 14). Penulis ingin menambatkan tali bahtera mimpinya pada pelabuhan yang ia namakan “Indonesia Baru”- sebuah negara yang pandai menjaga traidisi dan tekun mewarisi peninggalan leluhurnya (hlm. 15).

    Secara keseluruhan buku ini layak menjadi koleksi bacaan kita, tidak hanya untuk penulisnya saja melainkan juga untuk para pemimpi yang berani menuliskan mimpi-mimpinya kedalam sebuah tulisan. Banyak orang yang takut untuk bermimpi karena mereka khawatir tidak dapat mewujudkannya, mereka takut gagal dan akhirnya kecewa. Banyak orang yang takut untuk bermimpi karena mereka khawatir akan ditertawakan oleh orang-orang di sekitar mereka. Namun saat Anda membaca buku ini, Anda akan mendapat semangat, motivasi, dan inspirasi luarbiasa untuk mewujudkan dan merealisasikan mimpi-mimpi Anda.

    Buku “Membungkus Mimpi” telah memberi citra positif untuk membudayakan tulis menulis surat yang belakangan ini sudah tergeser dengan sebuah telepon genggam dan sosial media. Buku ini juga menyajikan tulisan dengan menggunakan bahasa sederhana sehingga memudahkan yang membaca. Selain itu, desain kover yang elegan dan profil para penulis juga cukup menjadi perhatian dan sorotan penting bagi para pembaca untuk membacanya dan kemudian dapat berkomunikasi serta bertatap muka dengan mereka yang berani memiliki mimpi.

    Sedikit yang menjadi bahan perevisian dari buku ini adalah perlu adanya pengamatan khusus terhadap pengeditian kata, penggunaan jenis tulisan, maupun penomoran yang lebih baik pada tulisan yang akan diterbitkan. Misalnya, penulisan “jatidiriku” yang seharusnya dipisah “jati diriku” (hlm. 69), penulisan bahasa asing “Watase Yuu” yang seharusnya ditulis miring “Watase Yuu” (hlm. 31), atau penomoran halaman yang sama dalam daftar isi pada surat #33 dan surat #34 (hlm. x). Hal ini berguna untuk menggugah niat dan minat para pembaca yang ingin belajar menulis sebuah tulisan dengan baik dan benar. Walaupun demikian, buku wajib Anda miliki untuk kemudian membagikan mimpi Anda pada orang lain.

    Peresensi:
    ARIF HIFZUL
    IDFAM 865M – Medan
    Email: hifzul020491@gmail.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: [Resensi Buku] Dari Mimpi Aku Berbagi Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top