• Info Terkini

    Tuesday, May 21, 2013

    [Resensi Buku] Mimpi Tidak Hanya Sebatas dalam Sampul

    Judul Buku: Membungkus Mimpi
    Jenis Buku: 43 Pucuk Surat Pilihan
    Pengarang: Muhammad Sofyan Arif, dkk
    Penerbit: FAM Publishing
    Cetakan: Pertama, 2013
    Jumlah Halaman: xii +197 halaman
    ISBN: 978-602-7956-03-2

    Segala tentang kehidupan ini memang akan tetap menjadi misteri, namun apa pun yang kita hadapi sekarang ataupun di masa depan adalah sebuah mimpi panjang dari usia yang tak pernah kita ketahui sampai kapan akan terputus oleh sebuah kejadian yaitu ajal. Namun hakikat kita sebagai manusia adalah menjalani apa yang sudah menjadi ketentuan kita di atas garis takdir yang sudah dibuat oleh Yang Kuasa, namun bukan berarti apa yang sudah menjadi ketentuan Yang Kuasa harus kita terima, tapi kita juga harus berusaha karena Allah pun telah berfirman dalam sebuah ayatNya yang bermakna, "Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika bukan kaum itu sendiri yang merubahnya”.

    Sekarang yang menjadi masalah buat kita bukanlah sebuah mimpi yang akan menentukan masa depan kita, namun sebuah impian kecil yang akan memudahkan kita untuk menghadapi segala kesulitan hidup, karena sebuah impian kecil akan dapat memotivasi apa yang bisa kita raih untuk merubah segala nasib dan juga takdir hidup. Mungkin kita terlahir dari keluarga yang miskin tak berharta, namun bukan berarti kita juga bernasib sama. Karena hakikatnya kita bisa merubah segala kemiskinan moyang kita, itu tergantung pada pemikiran kita sebagai manusia. Pendidikan adalah satu faktor yang bisa memengaruhi hal itu, namun tidak menutup kemungkinan jika orang berpendidikan tinggi sekalipun kalau dia malas dan tidak mau berusaha memanfaatkan apa yang ada pada potensi dirinya tidak akan bermanfaat juga untuk merubah kehidupannya.

    Tiada yang mustahil dalam kehidupan kita, semua berawal dari keyakinan yang kukuh bahwa diri ini adalah sebuah mesin yang bila tak ‘warming up’ maka tak kan panas, jika tak di gerakkan maka akan rusak dan mati, itulah yang sepantasnya kita lakukan. Bahwa hidup harus dipenuhi dengan kerja keras untuk memulai mewujudkan segala hasrat untuk merubah kehidupan ini. Salah satu kerja keras itu diwujudkan dalam sebuah usaha dan doa. Hal itu tercermin dalam sebuah kumpulan surat yag tersampul rapi dalam sebuah buku yang dikemas dengan judul “Membungkus Impian”. Impian, yaitu sebuah keinginan kuat yang apabila tidak terpenuhi maka akan dikejar hingga impian itu dapat terwujud. Dengan impianlah kita akan bisa sedikit demi sedikit mengubah kehidupan kita menjadi lebih baik. Sebuah pepatah bijak menyatakan, “Bukan impian yang harus menyesuaikan dengan kemampuan Anda, tapi Anda sendiri yang harus bisa menyesuaikan kemampuan untuk mencapai impian-impian luar biasa yang telah Anda tuliskan. Itulah hakikat “menuliskan” dan mencapai impian” (Pembuat Jejak).

    Kita tidak hanya bermimpi ataupun memiliki impian begitu saja, akan tetapi impian yang kita buat atau ciptakan adalah suatu yang akan kita wujudkan. Usaha dan doa adalah salah satu kunci dalam mewujudkannya. Seberat atau seringan apa pun impian kita jika diselingi dengan usaha yang giat dan selalu berdoa dan mengingat Allah, insya Allah semua akan terwujudkan. Ternyata, orang-orang yang sukses dalam mencapai dan mewujudkan impiannya adalah mereka yang konsisten dengan usahanya meraih impiannya itu dan tidak tergoyahkan oleh cobaan serta ujian yang menerpanya.

    Banyak kisah menarik yang saya baca dalam buku ‘Membugkus Impian’ ini, salah satunya adalah pilihan surat terbaik pertama yang ditulis oleh Muhammad Sofyan Arif dengan judul Korea Selatan Negara yang Menjunjung Tinggi Nilai Kemanusiaan, ia mengatakan bahwa setiap manusia punya impian. Kemudian, impian hanyalah sebuah impian jika tidak diikhtiarkan kemudian diwujudkan. Beliau menyatakan bahwa ada sebuah impian yang ingin dicapai yaitu menuju Korea Selatan, beliau mendapatkan inspirasi akan hal itu dari sahabatnya yang bercerita tentang Negara Korea yang memiliki rasa kebersamaan, disiplin, gotong royong, dan juga sopan santun. Harapan beliau nantinya bisa memijak tanah Korea.

    Selain itu, masih banyak lagi impian-impian penulis yang tergores dalam pucuk surat yang tersampul dalam buku Membungkus Impian ini. Semua terlihat menarik dan sangat memotifasi pembaca. Impian dan harapan yang menarik dengan penuh usaha dan do’a juga dapat memberi semangat dan dorogan bagi si pembaca untuk mendalaminya dengan memiliki impian dan harapan yang kemudian di wujudkan dengan usaha dan tak lupa di selingi dengan do’a. Buku Membungkus Impian sangat menarik dan bagus dinikmati oleh semua kalangan, karena dalam buku ini memuat segala impian dan harapan yang sangat dapat memotifasi, memberi kesadaran bagi kita akan perlunya kebersamaan, memberi semangat dan pelajaran serta kesadaran diri bahwa kita hidup di dunia ini tidak akan kekal selama-lamanya. Menjunjung tinggi rasa persaudaraan, nilai kebersamaan dan kekeluargaan adalah suatu sikap tauladan yang patut dimiliki.

    Sebuah impian yang tergores dalam kertas dan diceritakan untuk dinikmati semua kalangan, tak lain dan tak bukanya adalah utuk memberi semangat dan dorongan bagi si pembaca agar dapat memiliki impian dan mewujudkanya dengan usaha dan do’a.

    Tidak ada kejelekan dalam buku ini, hanya saja ada beberapa goresan impian yang hanya ditulis sedikit sehingga apa yang ingin disampaikan oleh si penulis surat rasanya tak lengkap tersampaikan. Namun, banyak hal positif yang kita dapatkan setelah membaca buku Membungkus Impian ini karena dengan membacanya dapat membangkar semangat dan memberi motifasi untuk berbuat sesuatu hal yang bermanfaat.

    Peresensi:
    EKA SUSANTI
    FAM685U-Padang Panjang
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: [Resensi Buku] Mimpi Tidak Hanya Sebatas dalam Sampul Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top