• Info Terkini

    Tuesday, May 28, 2013

    Sastra Bukan Soal Estetika, Tapi Juga Perlu Etika

    Padangpanjang – Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang, Sumatera Barat melaksanakan Diskusi Sastra di Sekretariat Komunitas Seni Kuflet Kampung Jambak Padangpanjang, Senin, 27 Mei 2013. Narasumber diskusi tersebut adalah Muhammad Subhan, seorang penulis novel yang juga Ketua Umum FAM Indonesia.

    Materi yang disampaikan Muhammad Subhan mengenai proses dan etika menulis karya sastra untuk pemula. Kemudian sub pembahasannya terdiri dari gambaran umum karya tulis, kiat-kita menulis, langkah awal memulai karya tulis, hal-hal yang diperhatikan dalam pembuatan karya sastra dan etika dalam pembuatan karya sastra.

    Muhammad Subhan mengatakan, proses mumulai menulis ada beberapa langkah, di antaranya pencarian ide, penguatan tentang ide, melahirkannya dalam bentuk tulisan, pengendapan beberapa hari, proses editing, kemudian karya tersebut didiskusikan dan tahapan terakhir dipublikasikan di media massa.

    Subhan menambahkan, menulis karya sastra harus berangkat dari realitas sosial kemudian menjadikannya sebagai realitas sastra. Tak hanya itu, ia juga membahas betapa pentingnya etika di dalam menulis karya sastra.

    “Jadi, menulis karya sastra, bukan hanya memerhatikan esetetika, tetapi juga etika,” ujarnya.

    Dia memfokuskan pembahasan dari kacamata Islam dalam menulis karya sastra. Menulis menurutnya adalah media dakwah. Sastrawan Islam berdakwah lewat karya sastra yang mereka tulis. Maka, nilai etika dalam karya sastra berisi tentang moral seperti amanat, sopan santun, menggunakan bahasa yang halus.

    “Sebab, sastra itu indah,” ujarnya.

    Diskusi tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap seminggu sekali di Komunitas Seni Kuflet. Selain penyampaian materi oleh narasumber, peserta diskusi juga praktik menulis puisi, cerpen dan esai kemudian mendiskusikan hasil tulisan tersebut sebelum dikirim ke media massa. (Ansar Salihin)

    Keterangan Gambar:
    Ketum FAM Indonesia Muhammad Subhan bersama anggota Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang. (Foto: Ist.)


    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Sastra Bukan Soal Estetika, Tapi Juga Perlu Etika Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top