Skip to main content

Tim Jurnalis SMA Negeri 1 Pare Kunjungi FAM Indonesia

Pare – Tim Jurnalis SMA Negeri 1 (SMANSA) Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menyambangi kantor Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, Senin (20/5/2013). Kunjungan itu dalam rangka mengenal lebih dekat eksistensi wadah kepenulisan nasional ini.

Tim Jurnalis SMANSA yang didampingi guru pembinanya, Retno, disambut Sekjen FAM Indonesia Aliya Nurlela di kantor FAM Jl. Mayor Bismo, No. 28, Pare. Bersamaan dengan kunjungan Tim Jurnalis SMANSA ini, juga di waktu bersama datang Tim Jurnalis dari SMA Negeri 2 Pare. Dengan demikian, dua sekolah hari ini bersilaturahim ke kantor FAM Indonesia.


Sekjen FAM Indonesia Aliya Nurlela menyambut hangat kedatangan Tim Jurnalis SMANSA Pare dan SMAN 2 yang menurut Aliya adalah calon-calon wartawan dan penulis Indonesia di masa yang akan datang. Kepada siswa Aliya Nurlela mengenalkan apa itu FAM Indonesia dan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan wadah kepenulisan ini.

Pada kesempatan itu, Tim Jurnalis SMANSA yang diwakili Retno, Sabil, Nova dan Fandi, juga bertanya kepada Sekjen FAM tentang cara-cara menulis yang baik dan menerbitkan buku. Mereka juga berkesempatan melihat koleksi buku di perpustakaan FAM Indonesia serta mendengarkan secara singkat proses sebuah naskah menjadi buku.

“Kunjungan kami di kantor FAM ini sangat berkesan dan pertemuan berikutnya kami akan mengajak teman-teman lain untuk berdiskusi di sini,” ujar mereka gembira.

Ditambahkan Aliya Nurlela, Kantor FAM Indonesia selalu terbuka untuk kunjungan dan kegiatan-kegiatan kepenulisan, terutama bagi pelajar SMP dan SMA di sekitar Kota Pare, Kediri. Dari diskusi-diskusi kepenulisan itu dia berharap akan tumbuh minat generasi muda untuk membaca buku dan menulis. (RED)


Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…