• Info Terkini

    Thursday, May 16, 2013

    Ulasan Cerpen “Jodoh untuk Bilqis” Karya Hiyanumz (FAMili Sidoarjo)

    Perseteruan terjadi antara Bilqis dan ibunya. Ibu dan anak itu tak sependapat tentang laki-laki pendamping hidup Bilqis. Ibu ingin Bilqis memilih Hamid pemuda kampung baik-baik untuk menjadi pendamping hidupnya. Tapi, Bilqis lebih mencintai Tomo, pemuda yang telah dicintainya sejak SMA dulu.

    Ibu mengalah, dan berat hati membiarkan Bilqis menikah dengan Tomo, jika memang itu adalah jalan yang membuat anaknya bahagia. Tapi, semua tak seindah yang dibayangkan. Kebahagiaan dan tawa dalam rumah tangga hanya bisa sebentar dirasakan Bilqis, karena selebihnya adalah air mata yang terus menghiasi hari-harinya. Tomo yang tidak pernah memerhatikan dirinya meskipun dalam keadaan hamil, Tomo yang sibuk mengurus bisnisnya di luar kota. Sesuatu yang fatal terjadi dan membuka mata sadar Bilqis, ketika Tomo ditahan polisi karena terlibat sindikat jaringan narkoba. Dan rumah mereka juga disita karena hutang. Bilqis tak berdaya dan menjumpai Tomo, tapi apa yang terjadi? Ternyata Tomo telah memiliki anak dari wanita lain yang menjadi istri pertamanya dan dia mengatakan bahwa Bilqis adalah hanya seorang “pembantu”.

    Cerpen yang ditulis Hiyanumz (FAM 1825U), mengandung pembelajaran betapa pentingnya restu ibu jika ingin melangkah, apalagi memilih pasangan hidup. Jangan engkau sekali-kali dibutakan pada harta dan penampilan fisik yang mampu menggoyahkan akal sehat (Tomo yang rambutnya dicat dan Hamid yang mengajar mengaji). Hingga akhirnya, ketika musibah terjadi maka mata itu barulah terbuka.

    Namun cerpen ini ditulis masih belum menggunakan kaedah EYD. Seperti penulisan kalimat “didadanya” seharusnya “di dadanya” penulisan “di” harus dipisah karena menyatakan tempat. Kata sapaan pada kalimat langsung juga seharusnya ditulis dengan menggunakan huruf kapital. Selain itu, sebaiknya penulis mengirim naskah yang standart saja, jangan menggunakan latar hitam karena tidak nyaman untuk dibaca. Penulis perlu banyak latihan menulis dan membaca serta menggali ide-ide baru yang menarik untuk ditulis. Teruslah menulis, karena dengan sering menulis maka tulisan akan semakin baik. Pena, sama juga ibarat mata pisau yang harus sering diasah. Tetap semangat, ya?

    Salam santun, salam karya.

    TIM FAM INDONESIA
    www.famindonesia.com

    [BERIKUT CERPEN PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    Jodoh Untuk Bilqis

    Karya: Hiyanumz (FAMili Sidoarjo)

    Bilqis terdiam..bersandar pada pohon kelapa ditengah semilir angin yang bertiup sepoi-sepoi. Ada sesal merasuk didadanya,hatinya menjerit,namun air mata itu tak bisa keluar dari mata indah gadis belia itu. Dipantai itu,si Bilqis merenungi sesalnya. Pantai,bukan tempat asing bagi gadis berjilbab ini,karena rumahnya memang dekat dengan pantai. Ayahnya seorang nelayan.

    "Emak!! Bilqis sudah besar,Bilqis sudah bukan anak kecil yang harus selalu menuruti semua kehendak Emak dan Abah..Bilqis bisa memilih!!!" Bilqis berkata dengan lantang. Emak tersentak,kaget sekali. Hati ibu paruh baya ini langsung seperti tersayat mendengar suara lantang itu membentaknya. Suara itu,suara anak gadisnya yang telah dewasa, suara yang dulu halus,yang dulu santun,kini berubah menjadi garang hanya karena lelaki yang dicintainya.

    Mendengar itu,Ibu Bilqis terdiam setelah berkali-kali mengucapkan kata yang sepertinya tak dihiraukan oleh Bilqis,kata yang terucap dari dalam hati seorang ibu.." Ini semua demi kebaikanmu nak".

    Lalu terduduklah perempuan paruh baya itu,sembari meneteskan air mata.Bilqis memandang dengan mimik wajah yang tidak bisa digambarkan,ada rasa iba bercampur kesal didalam mimik wajah itu. Lalu Bilqis pergi beranjak kekamar tidurnya tanpa berucap apa-apa. Sementara Ayah Bilqis yang baru pulang berdagang ikan,hanya meghela nafas panjang sambil menggeleng kepala melihat kejadian itu.

    Pasti meributkan hal itu lagi,gumam ayah Bilqis. Ya,memang keributan ini bukan hal baru didalam keluarga kecil ini. Soal pendamping hidup untuk Bilqis. Itulah yang sedang mereka bicarakan,itu adalah pembicaraan terhangat.Ibu Bilqis tidak setuju jika Bilqis merencanakan akan menikah dengan Tomo,mantan kekasih Bilqis yang juga teman SMAnya dahulu.

    "Tapi ibu dahulu senang denga Tomo kan?? kata ibu Tomo anaknya nurut sama orang tua,sopan ,alim..iya kan??"

    "Iya tapi itu dulu Bilqis,apakah kamu tahu bagaimana sifat Tomo sekarang?setelah dia meninggalkan kampung ini semenjak 5 tahun yang lalu,dengan tanpa kabar,tanpa menghubungi kamu satu kalipun?"

    "Tapi Bilqis mencintainya!!"

    "Tapi ibu nggak sreg, setelah sekarang bertemu Tomo. Wajahnya kusam,seakan jarang sholat. Terus rambutnya itu lho,rambutnya..aduh..kenapa hrus disemir itu rambut? Warna pirang macam bule hitam saja. Ibu sama sekali tidak suka kalau dia menjadi menantu Ibu kelak."

    "Ibu,katanya ibu rajin ngaji,apa nggak tahu kalo semir dirambut itu tidak dilarang oleh Kanjeng Nabi?asalkan tidak berwarna rambut asli?"

    "Nak,tapi ini Indonesia..Rambut berwarna itu identik dengan orang yang neko-neko"

    Selalu dan selalu itu yang diributkan. Ibu Bilqis hanya merestui jika Bilqis mau menerima lamaran Hamid. Hamid adalah anak pedagang buah yang jujur,dia menjadi guru ngaji dikampung itu.Tetapi Bilqis tidak mencintainya.

    Singkat cerita,akhirnya Ibu Bilqis merestui pernikahan Bilqis dan Tomo. Dengan berat hati tentunya. Sangat-sangat berat hati terlihat dari tetesan air mata yang nelangsa ketika Bilqis dan Tomo menyelenggarakan pesta pernikahan. Pesta itu megah,bagi warga nelayan itu. Tomo sekarang telah menjadi kaya,menjadi juragan boneka yang mempunyai banyak outlet dimana-mana.

    Dua tahun sudah,tak terasa berjalan. Pernikahan yang diwarnai dengan tawa bahagia Bilqis dan Tomo kini menjadi tangis,tangis Bilqis. Bilqis kini tengah hamil,tetapi semenjak itu perhatian Tomo justru berkurang. Tomo sering pergi meninggalkan Bilqis merantau,mengurus outletnya diluar kota,katanya. Bilqis sering menangis seorang diri,ingin sekali merasakan perhatian dari suaminya dikala dia tengah hamil anak pertama mereka.

    "Mas,mau kemana lagi?"

    "Biasa,bisnis"

    "Aku nggak pernah lihat mas sholat"

    "Aargh..sholat sholat sholat terus yang kamu bicarakan. Emang sholat bisa mendatangkan duit dari langit? Haa?"

    "Astaghfirullah"

    "Aargh.."

    Bilqis terdiam,dirinya tiba-tiba teringat akan kampung halamannya, di kampung nelayan.Dia rindu akan ibunya. Kini bilqis diboyong Tomo ke Jakarta. "Ibu...ibu..Bilqis rindu.."

    kesedihan itu bertambah dengan kejadian disuatu sore,,Bilqis terpeleset ketika dia sedang mengepel. Bilqis mengerang kesakitan memegangi perutnya. Para tetangga berdatangan dan membawa Bilqis kerumah sakit,sampai akhirnya Bilqis dinyatakan keguguran. Tomo mengetahui kejadian itu tenang-tenang saja,tidak sedih,tidak kaget. Malah perhatian Tomo kembali mesra pada Bilqis. Kehidupan rumah tangga mereka kembali harmonis. Tomo menghibur aku dengan perhatiannya,pikir Bilqis.

    ***

    Suatu pagi yang cerah, Bilqis menikmati udara pagi sambil menyapu halaman depan rumah . Tiba- tiba datang dua orang yang tidak dikenal,semacam preman. Bilqis bertanya ketakutan,"A..anda siapa?" Lalu preman itu menyerahkan sebuah surat yang Bilqis tak mengerti artinya. "Saya dari pihak developer,menyita rumah anda,sekarang suami anda dipenjara karena kasus penyelundupan narkoba,dia tidak bisa melunasi hutang-hutangnya. Jadi ibu bisa segera bawa barang ibu seadanya,dan angkat kaki dari rumah ini. Sesuai perjanjian,rumah ini akan saya sita"

    "Lalu saya harus tinggal dimana?" Bilqis menangis. "Maaf ibu,ini sudah perjanjian,kalau ibu ingin temui suami ibu,ini saya beri alamat dimana suami ibu ditahan"

    Bilqis bergegas menuju ke alamat yang ditunjukan preman itu setelah dia membawa baju dan uangnya kedalam tas.disana diapun menemui suaminya.

    "Mas," Bilqis menangis.

    "Maafkan mas ya," Ujar Tomo.

    "Papaaa!!!" Terdengar teriakan seorang anak laki-laki kecil di ruang yang sempit itu.

    Bilqis dan Tomo menoleh,lalu terlihat seorang wanita dan dua orang anaknya terlihat sedih menghampiri Tomo. Mereka pun berpelukan. Bilqis tercengang. "Siapa ini pa?" Tanya wanita itu.

    Tomo terdiam. "Ini siapa mas?" Bilqis berdiri dari tempat duduknya. "Kamu siapa?" Wanita itu bertanya dengan sinis. "Saya istrinya,kamu siapa? Tidak sopan datang-datang langsung peluk suami saya," Bilqis berkata ketus. "Heh,ngaca kamu,ini suami saya. Lihat ini anak-anak saya,jangan kacaukan keluarga kami !" Wanita itu menghardik Bilqis. "Mas,benar itu mas?" Bilqis berkaca-kaca.

    Tomo terdiam sejenak,lalu menghela nafas panjang dan berkata,"Bilqis,tolong jangan kacaukan keluarga kami. Sebaiknya kamu langsung kembali ke kampung kamu!" Bilqis menangis dan berteriak histeris,"Penipu kamu mas!" Petugas yang ada di situ lantas membawa Bilqis keluar kantor. "Tolong pergi dan jangan buat keributan disini"

    Sementara itu,di dalam kantor polisi,wanita yang adalah istri pertama Tomo bertanya garang pada Tomo,"Siapa itu pa?" Dengan santai Tomo menjawab,"Pembantu".

    Bilqis benar-benar merasa sakit hati,pulang ke kampung dengan tangis yang menjadi-jadi. Bilqis benar-benar menyesali tidak mengindahkan kata-kata ibunya. Untung ibunya tidak dendam,memeluk Billqis dan menghiburnya. “Sabar ya nak."

    Bilqis menghela nafas, lamunannya buyar ketika terdengar suara gelak tawa seorang gadis kecil. "Tante Bilqis". Bilqis tersenyum, gadis kecil itu melambaikan tangan sambil digandeng ibunya,tertawa-tawa bersama ayah dan ibunya. Mereka keluarga kecil yang bahagia. Itu adalah keluarga Hamid,pemuda alim yang lamarannya pernah ditolak Bilqis kini menjadi seorang ayah. Langit sore itu terlihat mendung,beranjaklah Bilqis pergi menuju rumahnya,teringat jemurannya yang harus segera dia turunkan sebelum hujan turun dan airnya membasahi jemuran Bilqis. Dengan langkah santai bilqis melihat kelangit,lalu bergumam, “Allah,kapan Engkau kirimkan jodoh yang baik untukku? Ini adalah tahun ketigaku menjanda.”

    Sumber gambar: Google.com

    [www.famindonesia.com]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Cerpen “Jodoh untuk Bilqis” Karya Hiyanumz (FAMili Sidoarjo) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top