• Info Terkini

    Tuesday, May 28, 2013

    Ulasan cerpen “Misteri Cinta” karya Abdul Kadir Halimin (FAMili Makasar)

    Cerpen “Misteri Cinta” bercerita tentang Abdul (tokoh cerita) yang dilahirkan pasangan berbeda etnis, perbedaan yang sering menimbulkan tanda tanya. Mengapa ayahnya yang Arab bisa bertemu dengan ibunya yang asli dari Bugis?

    Inilah misteri cinta. Abdul dilahirkan sebagai anak tunggal dan berteman dengan  Ahmad dan Andi. Tiga serangkai ini dinamai “A3 Serangkai” yang masing-masing punya prinsip hidup berbeda. Diceritakan, Andi yang suka mengejar perempuan hingga dicap sebagai playboy cap bunglon. Ahmad yang ‘gelo’ dan hari-harinya penuh lelucon. Sementara Abdul sendiri lebih terkesan “Anak Ummi” yang baik budi, penurut dan paling pintar di antara mereka.

    Masalah cinta, Abdul lebih tertutup dan tidak ngotot. Abdul menemukan wanita idamannya  pada satu acara di TV swasta. Dia pun mulai berburu informasi tentang perempuan itu. Sikap ini justru membuat dua sahabatnya merasa aneh, mengapa jatuh cinta kepada orang asing yang sama sekali belum pernah bertemu? Akhirnya, berbagai cara dan jalan membuat mereka bisa berkomunikasi dan akhirnya bertatap muka secara langsung. Benar kata ayah Abdul, cinta adalah misteri.

    Abdul Kadir Halimin mampu menulis dengan mengalir dan kocak (khas Kadie). Membaca cerpen ini  membuat kita tersenyum dan tidak bosan. Penulis mampu menceritakan polah tingkah sahabatnya secara kocak dan natural. Penulis juga mampu menyampaikan pesan bahwa cinta adalah sebuah misteri yang tidak terungkap. Namun, kelemahan pada penulisan masih ditemukan. Tanda koma (,) digunakan sebelum penggunaan tanda kutip (“) pada penutup kalimat langsung. Seperti “Kamu benar aneh Dul”(,) seharusnya ditulis “Kamu benar aneh, Dul(,)”. Selain itu, gunakan huruf kapital untuk nama suku dan nama gunung seperti “Bugis”, gunung “Kalimanjoro”, sungai “Amazon” dll.

    Baiklah, Abdul kadir Halimin. Tetap menulis denga penuh semangat. Jangan lupa untuk mengirim tulisan ke media-media, ya? Jangan menyerah apabila tulisan belum dimuat. Teruslah menulis agar tulisan semakin baik. Ada baiknya juga mempertahankan ‘ciri khusus’ tulisan kamu yang ‘lebay’ anak muda. Tetap semangat!

    Salam santun, salam karya.

    TIM FAM INDONESIA
    www.famindonesia.com

    [BERIKUT CERPEN PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    Misteri Cinta!

    Cerpen: Abdul Kadir Halimin
    (ID FAM 350M, Anggota FAM asal Barru, Sulawesi Selatan)

    “Aku tidak pernah mencari, tapi menemukan”. (Pablo Picasso)

    ***

    Orang bilang cinta itu perlu dicari, bagaimana mau menemukan cinta jika kita hanya tinggal duduk terpaku ? katanya. Sepertinya, aku tidak terlalu setuju dengan perkataan itu, buktinya kini kutelah menemukan cinta sejatiku, tanpa harus melanglang buana kesana kemari, hanya sekedar untuk mencari kecocokan dari satu wanita kewanita lainnya.

    Namaku Sayyid Abdul Qadir Al-Jaelany, merupakan buah cinta dari perpaduan dua etnis, Bugis dan Arab. Ayahku asli keturunan Arab, sedangkan Ibuku asli anak suku bugis. Entah bagaimana ceritanya dua insan ini bisa bertemu dan menyatu dalam mahligai rumah tangga yang indah. Seringkali aku tanyakan kepada mereka ketika sedang duduk lesehan di ruang keluarga, tapi mereka hanya berkata, begitulah cinta penuh misteri, katanya. Kita tidak tahu jodoh kita ada dimana, mungkin saat ini dia ada di pedalaman sungai amazon, atau mungkin di puncak gunung kalimanjoro. Tak ada yang mustahil, jika telah tiba waktu yang pas, pasti kita akan segera bertemu, begitulah kata Ayah menjelaskan kepadaku dengan gaya yang mantap, disambut senyum manis dari Ibu sambil mengacak-acak rambutku, karena sedari tadi aku berbaring dipangkuannya.

    Terlahir sebagai anak tunggal memang sangat enak, dimanja dan perhatian orang tua hanya untuk kita seorang. Tapi kadangkala hal ini justru membuatku jenuh, hidup jadi tak berwarna, sesekali saya juga ingin merasakan punya lawan tanding, atau lawan adu jotos-jotosan dengan kakak laki-laki sendiri, ataupun adu perdebatan mulut dan argument dengan kakak perempuan sendiri, seperti yang sering dilakukan oleh Andi, sahabat karibku yang sering menginap di rumah lantaran malas balik kerumahnya, kalau sudah begitu, pasti dia habis bertengkar dengan kakak laki-lakinya. Atau seperti Ahmad sahabatku yang sedikit “gelo”, yang juga sering menginap di rumah ketika mengetahui Andi menginap di rumahku, jika ditanya alasannya, dia pasti akan menjawab, “Aku tidak betah dirumah, bisa-bisa kuping jadi budeg mendengar gonggongan nenek lampir”, yah, Ahmad selalu dapat semprulan dari kakak perempuannya, entah karena Ahmad yang susah diatur atau kakaknya yang banyak mengatur.  Entahlah.

    ***

    Aku, Andi dan Ahmad adalah tiga serangaki, kami merupakan sahabat karib sejak kecil, atau bisa dibilang sejak bayi. Rumahku bersebelahan dengan rumah mereka berdua, tepatnya rumahku berada di tengah, rumah Andi di sebelah kanan dan Ahmad di sebelah kiri. Kami terlahir dengan watak dan pandangan hidup yang berbeda. “A3 Serangkai”, kami menamai persahabatan ini.

    Andi, nama lengkapnya Andi Muhammad Rahman Sahude. Anak yang satu ini bisa dibilang, dialah yang paling dewasa diantara kami. Orangnya penuh semangat yang berkobar, pantang menyerah, sangat cocok dengan hobbinya sebagai pemain sepak bola terbaik diantara kami. Dalam urusan cinta, sepertinya dialah yang paling ahlinya. Motto hidupnya “Kejarlah Cinta, Kejarlah Dia, Kejarlah Mereka”. Ada-ada saja motto hidup playboy cap bunglon satu ini.

    Ahmad, nama lengkapnya Ahmad Khaeruddin Abdul Gaffar. Merupakan anak yang paling kocak dan gelo diantara kami, dialah yang selalu mencairkan suasana ketika kami bertiga saling berselisih paham. Motto hidupnya “Tiada hari tanpa lelucon”, ya ya ya, dasar pelawak.

    Aku sendiri, sudah tahu kan nama lengkapku diatas ! baiklah aku coba jelaskan tentang watakku dari sudut pandang mereka berdua. “Abdul itu orangnya, sok jaim, sok pintar, sok manis, sok imut, sok lugu, sok keren, pokoknya sok sok sok atuh” kata si pelawak Ahmad tempo hari yang langsung kulempar dengan Kamus tebal bahasa Prancis, yang kebetulan saat itu sedang kupelajari. Untunglah mukanya tidak kena, kalau kena, gak bisa dibayangkan, bisa tambah hancur dia punya muka, ha-ha-ha.

    “Abdul itu anaknya, yah monoton-monoton aja hidupnya, kalau tidak baca buku dan main bola, pasti kita bisa menemukannya memasak di dapur bersama Ummi tercintanya, biasalah anak Ummi, dan soal cinta sepertinya dialah yang tidak laku diantara kami, kata Andi disambut tertawaan puas dari bibir monyong si Ahmad.

    Ya sudahlah, terserah mereka. Yang pastinya jika tak ada aku yang keringat dingin belajar pas malam ulangan, pasti mereka telah ciut se-ciut - ciutnya. Wong di otak mereka, hanya wanita seksi, kalau bukan wanita pasti nasi goreng ibu kantin, ataupun tentang game yang baru kita download bersama. Akulah yang paling ahli dalam soal pelajaran di “A3 Serangkai” ini. Plakkkkkkk Sombong !

    “A3 Serangkai”, merupakan wadah persahabatan yang unik, tiap hari penuh cerita. Tiap hari penuh musyawarah yang tak ada kata mufakatnya. Mulai dari pokok bahasan Murid baru yang cantik, nasi goreng ibu kantin yang keasinan, kacamata kepala sekolah yang miring pas menyampaikan amanatnya, ataupun tentang pelajaran dan tugas sekolah. Tapi kalau pokok bahasan telah sampai ke materi pelajaran, pastilah mereka satu persatu kabur. Entah alasan Ahmad yang tiba-tiba mules, ataupun Andi yang tiba-tiba punya janji dengan pacar barunya. Ya ya ya maklumlah.

    ***

    Dalam urusan cinta dan pacaran, saya akui sedikit setuju dengan Andi, yah bisa dibilang sayalah yang kurang laku – bukan berarti tak ada yang mau. Selalu dan seringkali aku dapat sinyal dari teman sekelas, adek kelas, bahkan kakak kelas yang misterius. Tiap hari ada-ada saja sms misterius yang mampir di mobile phoneku. Pastilah si Andi lagi yang telah memberikan nomorku ke orang-orang misterius tadi. Setiap sms yang masuk tak pernah kutanggapi dengan serius, justru Andi lah yang bersemangat menanggapinya. Dia yang selalu setia meladeni sms-sms yang masuk. Pake hp dan namaku pula. Dasarrrrr. Tapi biarlah yang penting dia tak mencemarkan nama baikku. Hehehehhehehehh.

    ***

    Benarlah kata Ayah tempo hari, cinta itu penuh misteri.

    Dalam sebuah acara di salah satu TV swasta nasional, sepertinya saya menemukan cinta sejatiku. Aku juga merasa heran mengapa hal ini bisa terjadi padaku. Setelah melihat profilnya di acara TV tersebut, sebuah acara yang menampilkan perjuangan seorang anak negeri untuk menggapai cita-citanya. Aku kok merasa semakin penasaran untuk mengetahui tentang dia. Mungkinkah ini yang dinamakan Andi dalam rumus cintanya poin kedelapan “selalu merasa penasaran dengan seseorang itu”. Yah si Andi, memang aku akui si playboy cap bunglon itu, ahlinya, buktinya semua klepek-klepek kepadanya. Tapi apakah iya ? aku suka sama orang yang belum pernah aku temui secara langsung.

    Andi dan Ahmad tertawa cekikikan saat melihat tingkahku sibuk mencari nama facebook seorang perempuan yang kulihat di TV itu.

    “Kamu benar aneh Dul”, kata Andi

    “Iya nih, se-aneh tingkahnya Dul saat pusing mencari nama Ilmiah hewan yang belum terinvestigasi”, kata Ahmad sambil nyengir kuda.

    “Bukannya lo bilang cinta itu perlu dicari toh ?” kataku membela diri dari cekikian dua makhluk itu,

    “Iya, cinta itu perlu dicari, tapi yang mustahil juga bro, masa suka sama orang yang ada di TV”, kata Andi dan Ahmad hampir bersamaan, persis duo vocal yang apik.

    Sudah sekitar sebulan aku mencari tahu tentang wanita yang mukanya pernah terpampang di TV itu, tapi hasilnya nihil. Tapi menurut Ayah cinta itu misterius, yah memang misterius dan susah dijelaskan, semisterius malam itu.

    Dalam sebuah forum bincang antar pelajar nasional di dunia maya, aku tiba-tiba melihat wajahnya terpampang manis di forum itu. Setelah saling say hai-an. Usuk demi usuk ternyata memang dia yang ada di TV itu – pernah ada di TV. Orangnya persis yang kubayangkan, rendah hati, pintar, dan anggun – wanita Indonesia sejati. Berawal dari situ, tali persahabatan ini semakin erat terjalin, mulai dari tukaran alamat e-mail sampai nomor hp. Aku juga tak tahu mengapa dia langsung mempercayakan nomornya kepadaku, entahlah.

    Cinta penuh misteri ini akhirnya terjawablah sudah, kami berdua bisa bertemu di dunia nyata dan asli, bisa bertatap muka langsung. Dia merupakan duta pelajar dari provinsinya dan begitupun saya, merupakan duta pelajar dari provinsiku. Kami bertemu di Jakarta pada masa karantina untuk memilih duta pelajar tingkat nasional. Mengarungi masa perkenalan selama dua minggu di dunia nyata, dan masa perkenalan selama setahun di dunia maya, membuat benih-benih rasa suka ini semakin menggebu. Dan ternyata dia juga memiliki rasa yang sama. Akhirnya setelah mengutarakan isi hati kami menamai hubungan ini dengan masa perkenalan dan uji coba, bukan pacaran. Toh jika memang kami berjodoh pasti akan bersua kembali di dunia nyata jika telah tiba waktu yan pas pula. Kami kembali berpisah dan balik ke provinsi asal masing-masing. Long Distance Relationship. Aku tidak mencari tapi menemukan, beda toh dengan si Andi dan Ahmad Sahabat karibku.

    [www.famindonesia.com]



    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan cerpen “Misteri Cinta” karya Abdul Kadir Halimin (FAMili Makasar) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top