• Info Terkini

    Monday, May 13, 2013

    Ulasan Puisi “Mutiara Laut” Karya Agnes Setioningrum (FAMili Jakarta Selatan)

    Kali ini FAM membahas puisi berjudul “Mutiara Laut” karya Agnes Setioningrum, FAMili Jakarta Selatan. Menyimak puisi ini, pesan yang ingin disampaikan penulisnya belum cukup kuat dan masih samar. Banyak yang tersirat di balik diksi-diksi yang ditulisnya.

    Puisi ini juga bernada pantun walau sajaknya tidak a-b-a-b atau a-a-a-a atau b-b-b-b. Tetapi bila puisi ini dibaca dengan suara agak sedikit keras, akan terkesan seperti membaca pantun.

    Ditemukan juga beberapa kesalahan ketik terutama di baris pertama: “Angan sampaikah berbisik”. “Angan” yang dimaksud mungkin adalah “angin”, sebab tidak mungkin “angan” (angan-angan) berbisik, kecuali “angin”.

    Penulisan kata “nafas” juga seharusnya ditulis “napas”: Nafas raga indah terngiang (baris ke-3 bait pertama).

    Kesalahan ketik juga terjadi pada bait ke empat: “Ombak langit menggulum lembut”, yaitu pada kata “menggulum”. Mungkin yang dimaksud penulis adalah “menggulung”: “Ombak langit menggulung lembut”.

    Walau masih belum terlihat cukup kuat isi puisi ini, tetapi setidaknya Agnes Setioningrum telah berusaha menulis sebuah puisi. Tentu saja, ini bagian dari proses kepenulisan Agnes yang insya Allah pada puisi-puisi berikutnya akan lebih baik lagi.

    Terus berkarya ya Agnes. Saran FAM, banyak-banyak membaca puisi-puisi karya penyair yang telah dikenal luas karya-karyanya, baik lewat majalah sastra ataupun lewat buku-buku puisi yang banyak beredar di toko buku.

    Salam santun, salam karya.

    TIM FAM INDONESIA
    www.famindonesia.com

    [BERIKUT PUISI PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    Mutiara Laut

    Karya: Agnes Setioningrum
    IDFAM1160S

    Angan sampaikah berbisik
    Gerai laut kian menisik
    Nafas raga indah terngiang
    Erat kail terikat dalam
    Sampan hati berlabuh menepi

    Setangkai pena melenggok lemah
    Enggan lari melintas zaman

    Terusik dahaga setetes embun
    Ingkar hati ternoda jua

    Ombak langit menggulum lembut

    Nestapa jiwa terbangun tegap
    Indah cinta terkurung peti
    Nada hati terangkai sudah Sang Penyayang
    Getaran kalbu gundah menggebu
    Ragu raga kan bersayap
    Urungkah kaki ini bertapak?
    Mutiara laut kan menjawab

    [www.famindonesia.com]



    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi “Mutiara Laut” Karya Agnes Setioningrum (FAMili Jakarta Selatan) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top