• Info Terkini

    Friday, May 31, 2013

    Ulasan Puisi “Wanita Senja; Untuk Ibu” karya Moh Fauzan (FAMili Lamongan)

    Tim FAM Indonesia mengapresiasi puisi ini sebagai karya yang indah dengan gaya bahasa yang baik. Sebuah puisi indah yang diciptakan penulis sebagai bentuk ekspresi kekaguman dan penghormatan kepada sosok perempuan yang sangat dicintainya, yaitu ibunya.

    Pada bait pertama dan kedua, penulis menggambarkan sosok ibu sebagai wanita senja, dengan kasih sayang yang sangat luas dan indah. Sebagaimana panorama alam, kasih sayang ibu menjadi begitu indah untuk diramu menjadi rangkaian kata-kata dan sulit diungkapkan saat tumbuh kerinduan di hati.

    Sementara di bait ketiga, selain tetap mengekspresikan sanjungan kepada sosok ibunya, penulis juga mengisyaratkan kesetiaan dan ketabahan untuk selalu menantikan hadirnya kembali cinta kasih dari sosok wanita janda yang ada di seberang sana, yang tak lain adalah ibunya.

    Sedangkan pada dua bait terakhir, penulis semakin menegaskan rasa kagum dan rindunya kepada sosok ibunya yang kini terpisah oleh jarak yang sangat jauh.

    Puisi ini memberikan pelajaran moral tentang mencintai dan menghormati orangtua, khususnya yang telah berjuang mempertaruhkan segalanya untuk melahirkan dan mendewasakan kita dengan sifat keibuannya.

    Sedikit koreksi pada kata “ku kagum” dan “ku cinta” yang seharusnya ditulis “kukagum” dan “kucinta”.

    Tim FAM Indonesia mendukung sepenuhnya perjuangan penulis untuk menyampaikan nasehat-nasehat baik melalui media penulisan.

    Salam Santun, Salam Karya, Salam Pencerahan

    Tim FAM Indonesia


    WANITA SENJA
    : untuk ibu

    Karya: Moh fauzan

    engkaulah wanita senja ku kagum dan ku cinta
    liputi segala arah terkasih dan terindah
    tentang mentari ketimuran dan senja kebaratan
    begitu ayu diramu-begitu sulit dirindu

    karenamu wajah sendu terperanga jingga
    melihat senjamu yang menjelaga rasa kata
    terselimuti alam mega merah
    begitu ayu diramu-begitu sulit dirindu

    dirimu begitu perkasa tuk silap mata
    hingga korneaku rela tuk merindu cinta
    -janda wanita seberang desa

    warna sagamu buatku luluh tergelap abu
    tak tahu mana hitam-mana ungu
    tak tahu mana arah-mana amarah
    sebab warnamu gila begitu lara
    buat mata-hati-sukma tertegun satu sama

    wanita senja itulah engkau
    ibuku yang kini terjauh
    -dalam angan -dalam kalbu
    : rindu

    Jember, 30082012

    www.famindonesia.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi “Wanita Senja; Untuk Ibu” karya Moh Fauzan (FAMili Lamongan) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top