Skip to main content

Pengumuman Pemenang Lomba Menulis Resensi Buku Terbitan FAM Publishing

FAMili, selamat malam. Doa kami semoga Anda selalu sehat walafiat dalam melaksanakan tugas keseharian dan tetap semangat berkarya.

Alhamdulillah, malam ini Tim FAM telah merampungkan penjurian final Lomba Menulis Resensi Buku Terbitan FAM Publishing yang mulai dibuka sejak tanggal 13 Maret 2013 dan berakhir pada tanggal 26 Mei 2013. FAM telah menerima puluhan naskah resensi dari 40 judul buku terbitan FAM Publishing yang direkomendasikan untuk diresensi peserta yang mengikuti lomba ini.

Catatan Tim FAM, sebagian besar naskah resensi yang ditulis sudah cukup baik, berimbang, dan kritis serta memerhatikan standar penulisan resensi  buku. Walau demikian, di antara naskah-naskah resensi yang baik itu, malam ini harus dipilih 3 naskah yang dinilai terbaik. Maka, inilah nama-nama pemenang yang ditetapkan Tim FAM Indonesia:

Juara 1:
Susi Susanti Idris (Kendari)
Judul Resensi: Denyut Waktu dalam Puisi
Buku yang Diresensi: Ijab Kabul Pengantin Karya Hafney Maulana

Juara 2:
Intan Dewi (Jakarta Timur)
Judul Resensi: Kenangan Surat-menyurat yang Merangkai Mimpi-Mimpi yang Memesona
Buku yang Diresensi: Membungkus Mimpi, 43 Pucuk Surat Pilihan

Juara 3:
Ken Hanggara (Surabaya)
Judul Resensi: Menapaki Jalan Hidup dengan Keikhlasan
Buku yang Diresensi: Fesbuk karya Muhammad Subhan dan Aliya Nurlela

Selamat kepada para pemenang.  Sebagai tanda apresiasi, FAM Indonesia telah menyediakan sejumlah hadiah sbb:

Juara 1:
- Uang Tunai Rp250.000,-
- Paket Buku dari FAM Publishing
- Piagam Penghargaan

Juara 2:
- Uang Tunai Rp200.000,-
- Paket Buku dari FAM Publishing
- Piagam Penghargaan

Juara 3:
- Uang Tunai Rp150.000,-
- Paket Buku dari FAM Publishing
- Piagam Penghargaan

Hadiah pemenang utama akan dikirim pada tanggal 5 Juni 2013. Sementara, seluruh peserta yang mengikuti lomba ini akan mendapat kiriman e-piagam lewat email masing-masing peserta.

Pare, Kediri, 2 Juni 2013

FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…