• Info Terkini

    Saturday, June 29, 2013

    Ulasan Cerpen “Lelaki dalam Mimpi” karya Murniati (FAMili Padangpariaman)

    Cerpen “Lelaki dalam Mimpi” menceritakan kegelisahan aku, yang belum juga menemukan jodohnya di usia tiga puluh tujuh tahun. Sama seperti wanita pada umumnya, sebagai seorang anak sulung, tentu saja orangtua terus mendesak agar anak perempuannya segera menikah. Tapi itu bukanlah perkara sederhana. Kegelisahan aku akan jodohnya hingga terbawa mimpi. Mimpi yang membuat aku malu hati, mimpi duduk berdua dalam rapat bersama Pak Camat. Mengapa pula aku malu hati? Bisa saja, dalam mimpi itu hatinya bergetar, entahlah.

    Cerpen yang ditulis Murniati ini sebenarnya dapat dikembangkan menjadi lebih luas. Penulis masih dapat menuangkan konflik dan kemudian diakhiri dengan manis atau tragis (pilihan ide cerita ada pada penulis). Jadi, lelaki dalam mimpi itu dapat dijelaskan lebih detail, tidak mengambang. Sebenarnya ini adalah ide cerita yang cukup menarik, konflik umum wanita yang belum bertemu jodoh sementara usia terus mengejarnya.

    Namun, dari segi penulisan masih ditemukan kesalahan dalam penggunaan EYD. Setelah penggunaan tanda titik di akhir kalimat, beri spasi untuk penulisan kalimat berikutnya dan gunakan pula huruf kapital. Begitu pula untuk  kata sapaan langsung, seperti “Bukan hanya orang tua,ni.kita juga” seharusnya ditulis  “Bukan hanya orang tua, Ni. Kita juga” Untuk kata-kata asing gunakan pula cetak miring.

    Untuk penulis, teruslah menulis agar hasil tulisan semakin baik. Jangan lupa banyak membaca, ya? Tetap semangat!

    Salam santun, salam karya.

    TIM FAM INDONESIA
    www.famindonesia.com

    [BERIKUT CERPEN PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    LELAKI  DALAM MIMPI

    BY MURNIATI

    Aku terbangun dari tidur.Tersentak mengingat mimpi yang baru saja kualami.Hari ini Alhamdulillah tepat usiaku bertambah meskipun jatah umurku di dunia berkurang 1 tahun.Tiga puluh tujuh tahun.Usia yang boleh dikata sudah sangat-sangat telat nikah,karena hingga saat ini masih menyandang status lajang.Sesuatu hal yang tak pernah kusangka sepuluh tahun silam.Pada usia segini masih sendiri.Mimpi barusan membuat aku termenung.Mengapa aku justru mimpi padahal jarang-jarang aku tidur yang mengalami mimpi.Syukur-syukur mimpi indah.Ini malunya.Duduk berdua dengan lelaki yang tidak muhrim,meskipun hanya dalam rapat dan dihadiri oleh semua kepala sekolah.Dan lelaki itu bukan orang sembarangan.Lelaki terpandang dan pejabat penting di kecamatan tempatku bertugas.Mudah-mudahan hanya sekedar mimpi.Ampunilah Hambamu ya Allah batinku.

    Sayup-sayup terdengar suara azan subuh memanggil ummat islam untuk bersegera mununaikan sholat.Alhamdulillahillazi ahyana ba”dama ama tana wa ilaihinusur.Kulantunkan doa bangun tidur.Lalu merapikan tempat tidur sebelum menuju kamar mandi.Bersegera menunaikan sholat fajar dan subuh.Biar kulepaskan semua galau dihati dan letihnya jiwa pada sang khalik.Tempat mengadukan segala resah dihati.Karena tidak mudah menjaga hati diusia kepala tiga dengan status lajang.Kututup sholat subuh dengan doa.

    Ya allah engkau maha mengetahui lelaki yang terbaik bagi diriku.jika ia memang yang terbaik menurutMu maka mudahkanlah jalan menuju sunnahMu,tapi bila ia bukan yang terbaik  ya Allah maka jagalah hatiku hanya untuk mengingatMU

    Pagi hari ini kumulai dengan bismillah.biarlah takdir Allah yang akan menentukan jodohku.Masih banyak yang dapat dikerjakan untuk ummat ini daripada hanya memikirkan jodoh yang belum kunjung datang.

    Sore itu selesai mengaji aku dan Desi makan dibopet kubang.Dan yang menjadi topik pembicaraan tidak lain usia kami yang sudah kepala tiga.Tahun ini usianya tepat tiga puluh tahun.Walaupun usia kami selisih jauh tapi masalah kami tidak jauh beda dalam urusan perjodohan.Kami sama-sama anak pertama,lajang dan sama-sama didesak oleh orang tua  untuk segera menikah.

    “Orang tua mana yang ndak gelisah melihat anaknya belum juga nikah diusia segini,Des!”Aku memberi pendapat tentang masalah kami.

    “Bukan hanya orang tua,ni.kita juga”katanya

    “Iya,tapi kita masih bisa menyikapinya dengan kaca mata iman,sementara orang tua kita?wallahahu’alam Allah jua yang tahu.”

    “Uni semalam mimpi.Aneh rasanya.Kok bisa masuk mimpi ya padahal mimpi itu terjadi karena ambang sadar yang masuk dalam pikiran kita waktu tidur.Padahal Uni ndak ada mikir laki-laki itu?”aku melepaskan galau dihati

    “Dengan siapa ni?Biasalah kalau tidur mimpi.”Desi berkomentar

    “Mungkin bagi orang mimpi sesuatu yang biasa.Tapi tidak bagi uni,karena uni jarang mimpi dalam tidur.

     “Uni percaya pada mimpi?”Desi bertanya seolah tidak percaya

    “Bukan mempercayai mimpi,tapi sinyal dari Allah,agar dapat memaknai hidup ini”

    “Itu mah sama juga bohong.Syirik lho ni,percaya mimpi.emangnya uni mimpi siapa?dengan bintang sinetron?”Desi tersenyum.

    “Dengan Pak camat.”kataku

    “Nah…ketahuan sedang falling in love dengan dengan seseorang.Hati-hati ni,sepertinya sudah kena VMJ ni.”

    “Hus,sembarangan.Belum sejauh itu.Mungkin baru sebatas simpati.”

    “Ya,itu.Virus meja Jambu awalnya simpati,setelah itu jatuh hati.”Desi menggodaku.

    “Tidak semudah itu jatuh hati,bertemu orangnya jarang.Lagipula kita orang kecil mana mau orang besar?”aku membela diri.

    “Walau jarang bertemu kalau sekali bertemu,langsung kena virus gimana?”Desi menguberku dengan tanya.

    “Semoga Allah menjaga hati ini tetap suci.Biarlah Allah yang akan menentukan segalanya ndak usah difikirlah.Yuk kita pulang”kataku pada Desi.

    “Semoga.Yuk,sudah hampir magrib.berserah diri sajalah pada Allah.Semoga Ia beri yang terbaik buat kita.”

    “Amin”sahutku.

    Beriringan kami keluar dari bopet untuk menuju rumah masing-masing.Berjalan dengan harapan agar Allah memudahkan kami dalam menyempurnakan dien.Walau sebenarnya kami tahu ini tidaklah perkara mudah.Tapi keyakinan bahwa Allah yang akan menolong tidak akan pernah pupus karena kami tahu hanya kepada Ia kami pantas berharap tidak pada siapapun.

    [www.famindonesia.com]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Cerpen “Lelaki dalam Mimpi” karya Murniati (FAMili Padangpariaman) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top