Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2013

Workshop Menulis dan Bedah Buku di Kota Budaya Batusangkar

Untuk kamu-kamu Rang Mudo (Muda-Mudi, pelajar SMP/SMA, mahasiswa) di Kota Budaya Batusangkar, Sumatera Barat, jangan lewatkan kesempatan berharga ini: “Workshop Menulis dan Bedah Buku” bersama Narasumber:

1. Marjohan Usman, M.Pd (Penulis & Guru Berprestasi Nasional 2012)
2. Muhammad Subhan (Jurnalis/Penulis & Ketum FAM Indonesia)
3. Rahmi Yulia (Duta Bahasa Jakarta 2010)

Waktu: Pukul 16.00 WIB - berbuka
Tempat : Jalan Koto Panjang-Sungayang KM 1 No 148, Batusangkar, Sumatera Barat

Free Takjil dan Buku (Doorprize)
Terbuka untuk seluruh Pemuda di Batusangkar dan Sekitarnya

Acara disemarakkan dengan:
Soft Launching Taman Bacaan Rang Mudo Sangka

Contact Person:
Haviz 0857 6601 9307
Selvin 0853 2085 5564

Penyelenggara:
RANG MUDO SANGKA

Profil Anggota FAM Indonesia: Andi Kumala Dewi Syam (Makassar)

Aisyah yang lebih dikenal di dunia maya memiliki nama lengkap Andi Kumala Dewi Syam lahir pada tanggal 22 Februari 1991 di kota daeng Makassar. Seorang gadis dengan tabiat pendiam  dan memiliki motivasi hidup untuk menjadi wanita muslimah yang terbaik, maka ia bertekad untuk menyebarkan manfaat melalui tulisan-tulisannya yang ia publikasikan di blog pribadi juga mencoba menembus media-media lokal maupun nasional.

Saat ini ia berstatus sebagai mahasiswi tingkat akhir di Universitas Muhammadiyah Makassar. Cita-citanya untuk menjadi seorang pendidik menuntunnya untuk memilih Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Jiwa pendidiknya ada dikarenakan ayahnya (alm.) Dr. Syamsu Alam, M.H berprofesi sebagai dosen. Meskipun, ibunya Andi Bau Intang, S.E., bukan berprofesi sebagai tenaga pengajar namun beliau selalu memberikan nasehat-nasehat berbau pendidik. Dengan motivasi verbal serta adaptasi visualisasi dari kedua orangtuanya maka ia pun lebih memantapkan dirin…

Ulasan Cerpen "Sebuah Cerita Cinta" Karya Izzah Hanifah (FAMili Bintan, Kepri)

Fatia mempunyai seorang sahabat bernama Aliya. Suatu waktu, mereka bertemu dalam keadaan yang berbeda. Fatia mengungkapkan kesedihan hati pada sahabatnya itu. Fatia merasa seolah tak berdaya ketika kedua orangtua memaksanya untuk menikah dengan Rudi, pemuda yang sama sekali tak ia cintai. Sementara itu, cintanya selama ini hanya tertanam untuk Indra, seorang hafizh (penghafal Alquran). Fatia sendiri tak kuasa menolak permintaan ayah-ibunya, karena selain tak mungkin bagi seorang anak untuk membantah perkataan orangtua, usianya pun sudah terlalu jauh untuk ukuran seorang perawan.

Hingga pada akhirnya pernikahan mereka tetap berlangsung. Segalanya berjalan apa adanya, tidak ada yang aneh dari kedua mempelai, meski keduanya tidak saling bersentuhan sejak hari pertama mereka resmi menjadi sepasang suami istri sampai memasuki bulan ketiga.

Puncak cerita dimulai ketika pada suatu hari Fatia jatuh sakit. Penyakit lama yang sempat hilang, mendadak kambuh kembali. Aliya yang kebetulan tengah per…

Ulasan Puisi "Bayangan Semu" Karya Linda Mukti (FAMili Sidoarjo)

Puisi ini berisi tentang sebuah perpisahan. Agaknya perpisahan atau "bayangan" itu sendiri menjadi titik balik dari pertemuan yang awalnya terasa begitu indah dan berkesan. Pertemuan yang membangun kegembiraan hati sangat jelas terungkap lewat baris pertama.

Seperti halnya keindahan, kata "terik" dan "hangat" di sini mengandung sebuah cinta dalam perjumpaan. Ya. Cinta yang demikian ini tak lain datang dari mereka yang tulus, tidak mengharap imbalan apa pun. Maka, "terik" bagai sebuah torehan awal, bagai situasi di pagi hari yang tak pernah terasa membosankan, penuh arti dan bermakna. Sementara "melodi yang terdengar", "angin yang ramah', serta "melekat dalam sukma" pada baris-baris berikutnya adalah terbentuknya sebuah kenangan.

Namun seluruh keindahan tersebut nyatanya harus tertutup oleh "direngkuhnya nurani kalbu". Seperti apa-apa yang ada di dunia fana, maka tidaklah ada yang abadi. Perjumpaan yang manis …

Profil Anggota FAM Indonesia: M. Rizqi Azmi (FAMili Bogor)

M Rizqi Azmi, Lahir di Padang Luar, Sumatera Barat tanggal 12 April 1985, bersamaan dengan hijrahnya orangtuanya ke Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Ia pun hidup dan besar sampai menamatkan Sekolah Menengah Atas Negeri 8 Pekanbaru. Setelah menamatkan SMA, Bangku perkuliahan siap menunggunya untuk pertama kali di Kota Kembang Bandung di Universitas Islam Bandung. Setahun sudah menjalani perkuliahan di Bandung, dinamika kehidupan membawanya kembali ke Pulau Sumatera untuk mengenyam Kuliah di Fakultas Hukum Universitas Andalas (Unand) sampai jenjang Magister Hukum Internasional.

Dinamika Agama, Sosial, Kebudayaan, Politik dan Hukum yang dirasakannya di membuat pikiran dan hatinya gelisah. Sehingga di situlah mulai huruf demi huruf di rangkainya dalam balutan kata dan kalimat yang mengalir dengan kekuatan makna di setiap tulisannya. Selain itu aktivitasnya di Unit Kegiatan Pers Mahasiswa Unand mendukung dan mengajarinya banyak hal tentang Jurnalisme Sastra yang menjadikan karyanya halus dala…

Pengumuman Lomba Cipta Puisi Bertema Mesir, Palestina, dan Rohingya

“SAATNYA PUISI MENDAMAIKAN DUNIA”
Dibuka: Sabtu, 20 Juli 2013
Ditutup: Senin 12 Agustus 2013
Pengumuman Pemenang: Kamis, 15 Agustus 2013, pukul 22.00 WIB

Salam aktif, FAMili!

Banyak di antara FAMili yang bertanya, sesudah event menulis surat bertema Ramadhan yang telah diumumkan pemenangnya beberapa waktu lalu, selanjutnya FAM Indonesia mengadakan event apa lagi? Ini jawabannya: LOMBA CIPTA PUISI BERTEMA MESIR, PALESTINA DAN ROHINGYA.

Ayuk kita simak:

MESIR: Saat ini sedang bergejolak. Presidennya (Mohammed Mursi) dikudeta militer. Rakyat Mesir khususnya Muslim terintimidasi, baik dilakukan pihak militer maupun kelompok yang kontra Mursi. Media melaporkan, sejumlah perempuan diperkosa, terjadi pembunuhan di mana-mana, dan Mesir di ambang perang saudara.

PALESTINA: Sejak puluhan tahun lalu, bumi Palestina dicaplok Yahudi Israel. Pemukiman-pemukiman Yahudi semakin menggerus bumi Palestina, dan lambat laun rakyat Palestina terusir dari tanahnya sendiri. Israel juga berniat menghancurkan Masjid S…

Ulasan Cerpen "Dahan Pinus" Karya Amika An (FAMili Sumatera Barat)

Cerpen ini mencoba menyampaikan sebuah harapan yang mulia. Harapan itu berawal dari isi hati seorang perempuan bernama Minari atau Kak Min. Kak Min adalah guru bagi anak-anak yang hidup dalam segala keterbatasan. Namun tempat mereka saling belajar bukanlah ruang kelas pada umumnya, melainkan sebuah bukit yang indah.

Kak Min mengajak bocah-bocah yang tinggal di sekitar tempat itu untuk berkumpul bersama, layaknya seorang guru yang merangkul murid-muridnya dengan ikhlas, untuk kemudian belajar tentang bagaimana berusaha mengejar mimpi dengan benar. Tidak ada gambaran yang jelas dalam cerpen ini bahwa tokoh Kak Min adalah seorang guru dalam arti yang sebenarnya. Namun segala kelembutannya dalam menghadapi kepolosan anak-anak itu, cukuplah menjadi bukti bahwa kemuliaan hati Kak Min laksana pahlawan tanpa tanda jasa dan patut untuk kita teladani.

Perubahan. Itulah yang hendak disampaikan olehnya pada hari-hari yang mereka lalui. Tentunya perubahan menuju waktu dan tempat yang lebih baik, den…

Ulasan Cerpen "Cermin Maharani" Karya Yori Tanaka (FAMili Tangerang)

Anna adalah tokoh utama dalam kisah ini. Ia mempunyai seorang sahabat bernama Maharani. Maharani sering nampak murung. Setiap waktu, Anna seolah berperan menjadi sahabat sekaligus pengamat. Maka setiap gerak laku sahabatnya itu tersimpan rapi dalam bingkai ingatannya. Anna adalah orang yang paling peduli pada Maharani, meski terkadang temannya itu tak selalu bersikap terbuka padanya.

Maharani adalah seorang gadis yang berasal dari keluarga miskin. Sementara itu, waktu seolah menuntut banyak. Ia tak dapat berbuat apa-apa ketika persoalan ekonomi dalam keluarganya tak kunjung menemui solusi. Itulah sebabnya ia sering menjadi bahan ejekan teman-temannya karena sering diantar-jemput oleh seorang lelaki yang usianya terpaut jauh darinya. Alasannya adalah karena ingin menghemat ongkos.

Anna dan Maharani berpisah setelah mereka lulus. Mereka bertemu kembali pada suasana yang berbeda. Sejak itu, kehidupan Maharani nampak lebih baik dengan pekerjaannya sebagai seorang kasir. Ia pun tak lagi mend…

Buku Puisi Siluet Tarian Indang Karya Denni Meilizon

Judul: Siluet Tarian Indang
Penulis: Denni Meilizon
Kategori: Buku Puisi
Terbit: Februari 2013
Tebal: xiii + 133 halaman
ISBN: 978-602-7956-00-1
Harga: Rp38.000,-

ENDORSMENT:
Seperti tiga tungku sejerangan, tiga tali sepilin, Denni Meilizon sangat mampu memposisikan unsur agama, budaya, social politik menjadi nyala api yang baik sekali untuk memasak kata-kata dalam kancah puisi, menjadi tali yang bias kita percaya untuk menggayutkan sebuah rasa dan harapan ketika nurani itu bicara dan dibaca. Banyak sekali kepedulian yang ternyata mampu dia tangkap menyikapi ketimpangan di roda pemerintahan dan social budaya yang masih mengakar kukuh, aroma kerinduan Tano Batak serta dipadu dengan kecintaannya pada budaya Minangkabau yang kesemua itu dilandasi pondasi yang sangat agamis. Kita akan seperti disuguhkan dengan secawan cappuccino yang begitu pas adukannya saat menyimak tiap puisi yang dituliskannya, menikmati hingga tetes terakhir, untuk kemudian berkaca di pantulan cahaya saat selesai mereguknya.

Pemenang Lomba Menulis Surat Ramadhan Diumumkan

PARE, KEDIRI – Acet Asrival, asal Kota Padang, Sumatera Barat berhasil meraih Juara 1 Lomba Menulis Surat bertema Ramadhan yang digelar Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, dan diumumkan Minggu (14/7) malam. Juara kedua diraih Putri Indri Astuti yang berdomisili di Antalya Turkey, sementara Juara 3 diraih Santy Nur Fajarviana asal Jiwan Madiun.
Lomba yang dimulai sejak 27 Mei 2013 dan ditutup pada 9 Juli 2013 itu, diikuti 227 peserta dari berbagai kota di Indonesia dan beberapa negara. Dari sejumlah 227 naskah surat yang masuk, sebanyak 50 naskah ditetapkan sebagai nominator, sedangkan 30 naskah yang tersaring dibukukan.
Menurut Pegiat FAM Indonesia, Aliya Nurlela, yang juga sebagai penyelenggara lomba ini, para pemenang diberikan sejumlah hadiah dan Piagam Penghargaan dan surat terbaik dibukukan FAM Indonesia.
“Semua orang, khususnya muslim, punya kesan tersendiri terhadap bulan Ramadhan. Kesan itu ada yang asyik, yang lucu dan meninggalkan bekas mendalam di hati banyak orang, terutama…