• Info Terkini

    Saturday, July 20, 2013

    Ulasan Puisi "Bayangan Semu" Karya Linda Mukti (FAMili Sidoarjo)

    Puisi ini berisi tentang sebuah perpisahan. Agaknya perpisahan atau "bayangan" itu sendiri menjadi titik balik dari pertemuan yang awalnya terasa begitu indah dan berkesan. Pertemuan yang membangun kegembiraan hati sangat jelas terungkap lewat baris pertama.

    Seperti halnya keindahan, kata "terik" dan "hangat" di sini mengandung sebuah cinta dalam perjumpaan. Ya. Cinta yang demikian ini tak lain datang dari mereka yang tulus, tidak mengharap imbalan apa pun. Maka, "terik" bagai sebuah torehan awal, bagai situasi di pagi hari yang tak pernah terasa membosankan, penuh arti dan bermakna. Sementara "melodi yang terdengar", "angin yang ramah', serta "melekat dalam sukma" pada baris-baris berikutnya adalah terbentuknya sebuah kenangan.

    Namun seluruh keindahan tersebut nyatanya harus tertutup oleh "direngkuhnya nurani kalbu". Seperti apa-apa yang ada di dunia fana, maka tidaklah ada yang abadi. Perjumpaan yang manis ini harus berujung pada perpisahan. Ini terlukis pada baris yang berbunyi: "Mengundang keredupan pancaran mentari". Hingga "lara" pun benar-benar terwujud ketika "gemericik dari awan hitam tak sanggup tertahan".

    Penulis cukup mendalami setiap baris yang ia tulis dalam puisi ini. Puisi ini seperti mengembuskan napas kepedihan yang amat mendalam, karena sebuah kenangan akan menjadi bingkai terindah yang hanya dapat dipandang namun tak tersentuh.

    Sementara itu, perpisahan dalam kisah yang terangkai lewat puisi indah ini seperti sebuah kepergian yang tak terelak, yakni terpisahnya jiwa dari raga seseorang. Atau mungkin saja perpisahan ini adalah sebuah bentuk dari ketidaksesuaian antara kedua sosok--"aku" dan "kamu"?

    Dari sisi penulisan, puisi ini sudah cukup baik. Kita seolah merasakan sebuah perpisahan yang nyata. Kita seolah mengalami apa yang terukir lewat jalinan aksaranya. Untuk EYD sendiri tidak ada kesalahan. Hanya perlu bagi penulis untuk terus berlatih agar kemampuan menampakkan makna lewat sebuah tulisan dapat semakin tajam.

    Terus berkarya dan jangan lelah menoreh makna.

    Salam santun, salam karya!

    TIM FAM INDONESIA
    www.famindonesia.com

    [BERIKUT PUISI PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    Bayangan Semu

    Linda Mukti

    Terik kala itu perlahan merangkak
    Meraih dan memelukku dengan hangat
    Saat terdengar melodimu menyambut
    Dedaunan seraya bergegas mendorong pijakanku
    Berteman tiupan angin yang ramah
    Menapaki bayang usang yang melekat dalam sukma
    Dan akhirnya...
    Sorotan lembut merengkuh nurani kelabu
    Menawarkan kesejukan
    Percikan kedua lesung pipit telah menghiasi
    Bayangan lama itu merekah kembali
    Mengundang keredupan pancaran mentari
    Lalu rintihan gemericik dari awan hitam
    Tak sanggup tertahan
    Menjadi pengantar pijakan terakhirmu
    Mendekap lelahnya kalbu
    Enyah membekas lara
    Tanpa sukacita tersisa

    [www.famindonesia.com]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi "Bayangan Semu" Karya Linda Mukti (FAMili Sidoarjo) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top