• Info Terkini

    Tuesday, August 13, 2013

    571 Naskah Puisi Bertema Mesir, Palestina dan Rohingya

    Setelah menunggu “konfirmasi terakhir” dari peserta hingga pukul 18.00 WIB sore tadi, maka bersama ini FAM Indonesia mengumumkan nama-nama peserta dan judul karya mereka yang keseluruhan berjumlah 571 (Lima Ratus Tujuh Puluh Satu) naskah, sbb:

    1.    Cukup Dengar Satu Kata (Arina Nur Permata Ilmi, Banyumas)
    2.    Tanyakan Pada Tuhanmu (Arina Nur Permata Ilmi, Banyumas)
    3.    Apa Warna itu Merah Saja? (Anisa Wijayanti, Bengkulu)
    4.    Sampan Pengharapan (Anisa Wijayanti, Bengkulu)
    5.    Tak Selayaknya, Sungguh! (Iik Zakiah Darajat, Sumedang)
    6.    Ironi (Iik Zakiah Darajat, Sumedang)
    7.    Darah, Duka dan Derita (Iik Zakiah Darajat, Sumedang)
    8.    Nurani Anak Palestina (Erna Susilowati, Kudus)
    9.    Cerita dari Palestina (Esa Rahmayanti Al-Rasyid, Bandung)
    10.    Derai Air Mata Bermuara Surga (Maria Sari, Palembang)
    11.    Senyuman Fir’aun (Erik Taryana, Cianjur)
    12.    Kerajaan Surga (Erik Taryana, Cianjur)
    13.    Sekilas Berita (Erik Taryana, Cianjur)
    14.    Permainan Gila (Fandi Andrian Cindra Putra, Tegal)
    15.    Malu Aku Pada Tuhanku (Fia Fauziah Rahman, Depok)
    16.    Salahkah Imanku (Fia Fauziah Rahman, Depok)
    17.    Tuhan Lebih Tahu (Fia Fauziah Rahman, Depok)
    18.    Rohingya di Depan Mata Kita (Fauzul Izmi, Padangpanjang)
    19.    Cerita dari Gaza (Fauzul Izmi, Padangpanjang)
    20.    Mesir Hari Ini (Fauzul Izmi, Padangpanjang)
    21.    Cerita Bernyawa Kota Perdamaian (Aisyah Nurfiani, Pasuruan)
    22.    Liku Kisah Rohingya (Rahmat Sahri Ramadani, Palembang)
    23.    Derita Palestina (Maria Ulfah, Pesisir Selatan)
    24.    Tanah Palestina (Imas Hanifah Nurhasanah, Tasikmalaya)
    25.    Yakinlah Akan Allah (Sandi Iswahyudi, Malang)
    26.    Palestina, Nasibmu Kini (Askar Malindo, Medan)
    27.    Jangan Cabik-Cabik Rohingyaku (Askar Malindo, Medan)
    28.    Bangkitlah Mesirku (Askar Malindo, Medan)
    29.    Pesan dari Jasad (Rizka Andarosita Hayon, Mojokerto)
    30.    Nasib di Medan Perang (Ferry Willi Riawan, Surabaya)
    31.    Awan Jingga di Palestina (Virly Virnia Aprilia, Surabaya)
    32.    Jeritan Hati Mesir (Virly Virnia Aprilia, Surabaya)
    33.    Rohingya Menabur Duka (Virly Virnia Aprilia, Surabaya)
    34.    Anak-Anak Medan Perang (Yulia Muvita Siwi, Boyolali)
    35.    Dalam Sujud (Yulia Muvita Siwi, Boyolali)
    36.    Balada Rohingya Teraniaya (Budianto Sutrisno, Jakarta Barat)
    37.    Bola Bara di Palestina (Budianto Sutrisno, Jakarta Barat)
    38.    Tatkala Merpati Perdamaian Terluka (Budianto Sutrisno, Jakarta Barat)
    39.    Sebait Pesan untuk Bumi Jihad, Rohingya (Rino Winura, Padangpanjang)
    40.    Negeri yang Terlupa (Rino Winura, Padangpanjang)
    41.    Sudut Pandang di Bumi Mesir (Rino Winura, Padangpanjang)
    42.    Ini Hatiku Untukmu (Dhita Hayu Cahyani, Yogyakarta)
    43.    Keadilan Dunia (Rini Inggriani, Bandung)
    44.    Palestina Saudara Kita (Candra Irawan, Kediri)
    45.    Manusia Perahu (Candra Irawan, Kediri)
    46.    Duri di Antara Keberagaman (Muhammad Zaki Al-Aziz, Bandung)
    47.    Soal Kuasa dan Kehendak (Muhammad Zaki Al-Aziz, Bandung)
    48.     Palestina (Dadang Suprayogi, Pangandaran)
    49.    Mesir dalam Labirin Waktu (Dadang Suprayogi, Pangandaran)
    50.    Sepucuk Syair Harap (Maryam Hasymia Ishmatullah, Bengkulu)
    51.    Tak Pernah (Maryam Hasymia Ishmatullah, Bengkulu)
    52.    Senjakala Piramida (Siri Hidayati, Tuban)
    53.    Atas SyahidNya Kematian (Siri Hidayati, Tuban)
    54.    Undangan dari Surga (Sika Indriyawati, Tuban)
    55.    Rohingya dari Tanah Tuhan (Sika Indriyanti, Tuban)
    56.    Lupa Cara Tersenyum (Nur Indra Wahyu Imam Saputra, Malang)
    57.    Lalu Siapa Lagi? (Izza Ayunir Rachman, Kendal)
    58.    Pelangi di Langit Palestina (Izza Ayunir Rahman, Kendal)
    59.    Kami Sebut Negeri Itu Palestina (Izza Ayunir Rachman, Kendal)
    60.    Laki-laki Penebar Aroma Mewangi (Nurul Badriah, Ogan Ilir Sumatera Selatan)
    61.    Munajat Tepi Barat (Suandri Ansah, Jakarta)
    62.    Palestina Bertanya (Nazri Zuliansyah , Aceh Utara)
    63.    La Tahzan, Mursi (Nazri Zuliansyah, Aceh Utara)
    64.    Jangan Pada Saudara Kami (Nazri Zuliansyah, Aceh Utara)
    65.    Balada Muslim Rohingya (Ari Aditia Sukma, Kampar Riau)
    66.    Untukmu, Saudaraku di Palestina (Ari Aditia Sukma, Kampar Riau)
    67.    Tuhan Kau, Aku dan Kita (Mu’awanah, Cilacap)
    68.    Merindu Baba (Desi Bhudiarti, Garut)
    69.    Kubang Derai Air Mata (Rusdi El Umar, Madura)
    70.    Mengarung Sengal Nafas (Rusdi El Umar, Madura)
    71.    Tarian Gerimis Darah (Rusdi El Umar, Madura)
    72.    Dalam Kemendungan Kabut Palestina (Ahmad Ginanjar, Cianjur)
    73.    Petaka Kudeta (Ahmad Ginanjar, Cianjur)
    74.    Roh Wangi Rohingya (Ahmad Ginanjar, Cianjur)
    75.    Bebaskan Mursi (Suharto, Depok)
    76.    Derita Muslim Rohingya (Suharto, Depok)
    77.    Darah Syuhada Palestina (Suharto, Depok)
    78.    Nafkah dan Nyawa Palestina (Baharudin Kurdi Raharjo, Indramayu)
    79.    Bumi Tanpa Senyum (Resmiati, Kuningan)
    80.    Seribu Wajah Penggempar Semesta (Siti Mulianah, Kuningan)
    81.    Di Ujung Kota Rohingya (Ivani Febiningtyas, Purbalingga)
    82.    Opera Jalur Gaza (Ivani Febiningtyas, Purbalingga)
    83.    Aku Rindu Merdeka Menari Riang (Moh. Ghufron Cholid, Madura)
    84.    Nil dalam Sebuah Doa (Moh. Ghufron Cholid, Madura)
    85.    Rekah Bunga dalam Doa (Moh. Ghufron Cholid, Madura)
    86.    Palestina Meminta, Yahudi Bersaudara (Ade Herti, Jakarta)
    87.    Damaikan Mesir (Ade Herti, Jakarta)
    88.    Janji Tuhan untuk Rohingya (Ade Herti, Jakarta)
    89.    Air Mata di Arakan, Rohingya (Ulil Amri, Padang)
    90.    Annisa, Kita di Rohingya (Urbanus G T Parhusip, Depok)
    91.    Bara di Timur Matahari (Boni Syams, Jakarta Pusat)
    92.    Selubung Senja Berkabung (Boni Syams, Jakarta Pusat)
    93.    Bocah Polos Palestina (Sasminal, Solok Selatan)
    94.    Korban Demokrasi (Danar Dwi Anandika, Purwokerto)
    95.    Bentuk Kebenaran (Ken Hanggara, Surabaya)
    96.    Pemuda di Subuh Hari (Ken Hanggara, Surabaya)
    97.    Terbuang (Ken Hanggara, Surabaya)
    98.    Palestina (Ageng Joko Wibowo, Lampung)
    99.    Palestina Meronta (Eka Okta Fiyanti, Purwokerto)
    100.    Parade Pengantar Kemenangan (Yuana Purnama Sari, Yogyakarta)
    101.    Terlaknatlah Yahudi (Rayhanah, Jakarta Barat)
    102.    Pengecut Memang (Rayhanah, Jakarta Barat)
    103.    Dari Anak Seorang Pembantai Muslim Rohingya (Rayhanah, Jakarta Barat)
    104.    Bayi Itu Saudaramu (Ahmad Satriawan Hariadi, Lombok Tengah)
    105.    Senandung Tanah Suci (Ahmad Satriawan Hariadi, Lombok Tengah)
    106.    Barangkali Embun Masih Setia (Nuh Rafi, Pariaman)
    107.    Fir’aun Terlahir Kembali (Tanti Nafita Sari, Samarinda)
    108.    Al-Aqsa Bersaksi (Tanti Nafita Sari, Samarinda)
    109.    Tangan Syetan (Tanti Nafita Sari, Samarinda)
    110.    Kawan Menjadi Lawan (Yohanes Zerivica Prawoto, Cirebon)
    111.    Tanah Merah (Yohanes Zerivica Prawoto, Cirebon)
    112.    Tempat Terindah (Yohanes Zerivica Prawoto, Cirebon)
    113.    Kembalikan Palestinaku (Yeni Kurniawati, Kediri)
    114.    Api Kecil (Yeni Kurniawati, Kediri)
    115.    Perang Saudara yang Bergejolak (Rahma Dewi, Balikpapan)
    116.    Tanah Nabi Berdarah (Rahma Dewi, Balikpapan)
    117.    Derita Kami yang Diseberang (Rahma Dewi, Balikpapan)
    118.    Dari Iskandariyah-Sinai Utara (Candra Irawan, Kediri)
    119.    Lembaran Koran Pagi (Novita Suci, Ponorogo)
    120.    Angin Bergerak Lamban (Novita Suci, Ponorogo)
    121.    Bocah Kecil Itu (Anggi Pythaloka, Bogor)
    122.    Karena Merah, Hitam, Putih dan Hijau adalah Milik Kita (Willy Ramadhan, Sukabumi)
    123.    Perahu Kecil di Tanah Emas (Willy Ramadhan, Sukabumi)
    124.    Antara Laut Tengah dan Sungai Yordan (Nanda A. Rahmah, Surabaya)
    125.    Kepada Amarna (Nanda A. Rahmah, Surabaya)
    126.    Rekaman (Nanda A. Rahmah, Surabaya)
    127.    Senja Merah Gadis Palestina (Adinta Khairan, Payakumbuh)
    128.    Kabar Negeri Ribuan Piramida (Adinta Khairan, Payakumbuh)
    129.    Kami Tak Merantau (Adinta Khairan, Payakumbuh)
    130.    Demi TempatMu Kuberadu (Simon Simangunsong, Semarang)
    131.    Dengarkah Kau Jeritan Tangisan Kami? (Simon Simangunsong, Semarang)
    132.    Rumah di Mana Keadilan Hanya Satu (Simon Simangunsong, Semarang)
    133.    Lenyapnya Kemanusiaan (Ahmad Satriawan Hariadi, Kairo, Mesir)
    134.    Pasir (Qoriah Dermawanti, Sidoarjo)
    135.    We Will Not Go Down! (Aisyah As-Salafiyah, Bogor)
    136.    Ah, Aku Tidak Tahu (Ahmad Hujaj Nurrohim, Kairo, Mesir)
    137.    Mimpi Anak Palestina (Sugita Lestari, Medan)
    138.    Penjaga Masjidil Aqsa (Sugita Lestari, Medan)
    139.    Bocah Gaza: Kelahiran untuk Perjuangan (Gatot Kusmiarto, Mojokerto)
    140.    Tangis di Sampan Kecil, dari Rohingya Kami Terusir (Gatot Kusmiarto, Mojokerto)
    141.    Athi’ullah Warrasul Waulil Amri Mingkum (Muhammad Mulqan, Banda Aceh)
    142.    Manusia Iblis (Muhammad Mulqan, Banda Aceh)
    143.    Taktik Iblis Itu Lemah (Muhammad Mulqan, Banda Aceh)
    144.    Yang Berenang di Kolam Darah Syuhada (Ulfa Aulyah Idrus, Soppeng Sulsel)
    145.    Tumbuhlah Cinta di Negeri Kinanah (Ruri Triana, Padang)
    146.    Semua Menjadi Sahabat (Renda Septiani, Tangerang)
    147.    Kesempurnaan untuk Rohingya (Renda Septiani, Tangerang)
    148.    Apa Harus? (Renda Septiani, Tangerang)
    149.    Harapan di Nafas Terakhir (M.R Satria Wardhana)
    150.    Tuhan, Peluklah Mereka (Muhammad Sofyan Arif, Yogyakarta)
    151.    Peradaban yang Tak Beradab (Muhammad Sofyan Arif, Yogyakarta)
    152.    Alexandria, Perdamaian Adalah Hakmu (Jamaluddin, Madura)
    153.    Kembalikan Senyum Negeri Piramid (Suyati, Pasaman Barat)
    154.    Keteguhan Rohingya (Suyati, Pasaman Barat)
    155.    Surga untuku Palestina (Suyati, Pasaman Barat)
    156.    Duka Palestina (Resti Rahayu, Majalengka)
    157.    Rohingya yang Tersisihkan (Resti Rahayu, Majalengka)
    158.    Darah Syurga Rohingya (Upik Junianti, Purwokerto)
    159.    Jiwa-Jiwa yang Penuh Kebobrokan (Siti Andriana Rahmayanti, Surabaya)
    160.    Rohingya: Doa Kami Sepetak Tanah (M. Zaini, Kalimantan Selatan)
    161.    Batu yang Kulempar (M. Zaini, Kalimantan Selatan)
    162.    Elegi Mesir (M. Zaini, Kalimantan Selatan)
    163.    Malaikat Palestina (Rieka Mustika, Purwakarta)
    164.    Monolog Kecil Rohingya (Rieka Mustika, Purwakarta)
    165.    Apakah Salah (Melisa Riska Putri, Depok)
    166.    Hak Manusia Palestina (Nuryani, Yogyakarta)
    167.    Demi Agamaku (Trisha Buana, Demak)
    168.    Biar Tuhan yang Marah (Trisna Buana, Demak)
    169.    Lekaslah Pulang (Trisna Buana, Demak)
    170.    Kerupuk Kudeta (Jundi Nidaa’ul Fath, Kudus)
    171.    Dikutuk Selalu Berdarah (Jundi Nidaa’ul Fath, Kudus)
    172.    Doa untuk Saudaraku di Mesir (Muamanati Yuliati Rahmawati, Jayapura)
    173.    Keteguhan Iman Kaum Rohingya (Muamanati Yuliati Rahmawati, Jayapura)
    174.    Si Kejam Hati (Muamanati Yuliati Rahmawati, Jayapura)
    175.    Bukan Perahu Kertas (Nilla Angria Fitri, Jakarta)
    176.    Lihat, Inilah Negeriku (Nilla Angria Fitria, Jakarta)
    177.    Sajak Berdarah (Nilla Angria Fitri, Jakarta)
    178.    Inikah Islam? (Dwi Hadinata Prawira, Makassar)
    179.    Ledakan Yahudi (Dwi Hadinata Pratiwi, Makassar)
    180.    Serumput yang Diasingkan (Salma Fauziah Afifah Syahidah, Depok)
    181.    Topeng (Salma Fauziah Afifah Syahidah, Depok)
    182.    Terbakar Revolusi (Salma Fauziah Afifah Syahidah, Depok)
    183.    Bocah Pejuang (Rian Wahyudi, Pariaman)
    184.    Di Balik Dinding Piramida (Rian Wahyudi, Pariaman)
    185.    Kelompok Aneh (Rian Wahyudi, Pariaman)
    186.    Duka di Bumi Syam (Yusuf Pasha Irwansyah, Bogor)
    187.    Janji Bocah Palestina (Winda Harir, Pariaman)
    188.    Jeritan Hati Rohingya (Winda Harir, Pariaman)
    189.    Renungan Indonesia untuk Mesir (Winda Harir, Pariaman)
    190.    Dukamu, Duka Kami Semua (Indah Arifah Febriany, Makassar)
    191.    Desiran Negeri Penuh Sejarah yang Kini Usang oleh Kudeta (Farihatun Nafiah, Jombang)
    192.    Ingar Bingar Rohingya dalam Anyaman Runyam (Farihatun Nafiah, Jombang)
    193.    Subuh Tercekik dalam Titah Jahanam Zionis Israel (Farihatun Nafiah, Jombang)
    194.    Apakah Engkau Lupa Wahai Bani Israil (Hermawan, Martapura)
    195.    Bangsa Nabi Musa (Hermawan, Martapura)
    196.    Kebenaran dan Keadilan (Hermawan, Martapura)
    197.    Ditampar Tuhan (Viki Wulandari, Makassar)
    198.    Kidung Semburat Jingga (Viki Wulandari, Makassar)
    199.    Keberangkatan Amer (Muhammad Hendrawan , Cianjur)
    200.    Berbeda Itu Pelangi (Retno Dwi Lestari, Tegal)
    201.    Darah di Pelataran Bumi Al-Azhar (Denni Meilizon, Padang)
    202.    Episode Bernanah dalam Asap Hio (Denni Meilizon, Padang)
    203.    Adakah Engkau di Sana Ya Tuhan (Denni Meilizon, Padang)
    204.    Diambang Merahnya Nil (Ahmad KafilMawaidz, Lamongan)
    205.    Gempuran Sang Kawan (Vivi Oktaviani Pulukadang, Gorontalo)
    206.    Tanya Seorang Hamba (Vivi Oktaviani Pulukadang, Gorontalo)
    207.    Let It Rain (Palestine) (Putri Indri Astuti, Antalya, Turki)
    208.    Untukmu Mesir, Berdamailah (Linda Mustika Hartiwi, Banyuwangi)
    209.    Dengarlah (Maula Amjad Muhammad, Surakarta)
    210.    Racun Kekuasaan (Maula Amjad Muhammad, Surakarta)
    211.    Dukamu, Dukaku Juga (Zulfa Maharani, Bandung)
    212.    Kemanakah Hakku? (Setyowatiningsih, Kudus)
    213.    Huru-Hara Kudeta Berdarah (Chaya Keenanisa, Bandung)
    214.    Darah yang Tertulis (Chaya Keenanisa, Bandung)
    215.    Buddha Marah, Kami Menghitam (Chaya Keenanisa, Bandung)
    216.    Palestina (Mia Amelia, Karawang)
    217.    Kami Ingin Mursi Kembali (Aisyiah Dewindha Fuji Astuti, Sleman)
    218.    Kurungan Cinta (Maryam Syarif, Bukittinggi)
    219.    Curahan Kaum Minoritas (Andi Istanto, Aceh Utara)
    220.    Propaganda di Tanah Mesir (Andi Istanto, Aceh Utara)
    221.    Sepenggal Harapan Palestina (Andi Istanto, Aceh Utara)
    222.    Ceritakan Padaku (Novy Noorhayati Syahfida, Tangerang)
    223.    Darah dan Air Mata Palestina (Vina Pebriani, Solok)
    224.    Saat Doa Menyelaksa (Setiono, Purbalingga)
    225.    Menyibak Tirai Sang Tiran (Setiono, Purbalingga)
    226.    Di Tanah Palestina (Iis Kusniawati, Bandung)
    227.    Sungai Kebebasan Rohingya (Aidil Zulkhan, Bengkalis Riau)
    228.    Sepanjang Sungai Nil (Aidil Zulkhan, Bengkalis Riau)
    229.    Anak Kecil yang Mengejar Mentari Merah (Aidil Zulkhan, Bengkalis Riau)
    230.    Di Bawah Matahari Palestina (Mulyani, Jakarta)
    231.    Kami Muslim Rohingya (Syarifah Hanum, Lhokseumawe)
    232.    Jeritan Saudara Kita Palestina (Syarifah Hanum, Lhokseumawe)
    233.    Palestina Merekah Darah (Akromul Umam Sc, OKU Selatan)
    234.    Sekelumit Cerita Duka (Akromul Umam Sc, OKU Selatan)
    235.    Mesir Bergejolak (Akromul Umam Sc, OKU Selatan)
    236.    Apakah Kita Masih Terdiam? (Taslimah, Pamekasan Madura)
    237.    Darah Menjadi Tanah (Ulin Nurviana, Jember)
    238.    Renungan (Eka Susanti, Padangpanjang)
    239.    Kuteriaki dalam Kebisuan (Eka Susanti, Padangpanjang)
    240.    Dalam Sebuah Janji (Eka Susanti, Padangpanjang)
    241.    Kapankah Usai (Rina Noviana, Kudus)
    242.    Konflik Antar Konflik (Sindi Violinda, Medan)
    243.    Kasih SayangNya Untukmu (Nurul Khasanah, Yogyakarta)
    244.    Untukmu Palestina (Sariah Hamid, Toli-Toli Sulawesi Tengah)
    245.    Diam-diam Kukirim Doa (Fany Triyani, Ciamis)
    246.    Rumah, Kuburan dan Ingatan (Fany Triyani, Ciamis)
    247.    Mesir Tanah Berdarah (Fany Triyani, Ciamis)
    248.    Aku Masih Ingin di Permukaanmu (Munasiroh, Kendal)
    249.    Apa Mereka Terampas (Munasiroh, Kendal)
    250.    Dengan Uluranmu (Munasiroh, Kendal)
    251.    Persaudaraan Kami Kekal Merekat Akhirat (Ariyanto Nugroho, Yogyakarta)
    252.    A Boy Who Holds The World (Ariyanto Nugroho, Yogyakarta)
    253.    Meredam dalam Butanya Mata Saudara (Ariyanto Nugroho, Yogyakarta)
    254.    Mewarnai Matahari (Anantagita Mithuna, Jakarta Selatan)
    255.    Doa untuk Mesir (Hanat Futuh Nihayah, Banyumas)
    256.    Enyahlah Manusia Tak Berhati (Hanat Futuh Nihayah, Banyumas)
    257.    Derita Rakyat Rohingya (Hanat Futuh Nihayah, Banyumas)
    258.    Menapak Muara (Ratna Agustina Pangestuti, Bogor)
    259.    Asa (Ratna Agustina Pangestuti, Bogor)
    260.    Ayah (Ratna Agustina Pangestuti, Bogor)
    261.    Impian Sebuah Kedamaian di Tanah Palestina (Vegi Santika Sari, Tanah Datar)
    262.    Kebencian Terhadap Islam 1 (Muhammad Lefand, Sumenep)
    263.    Kebencian Terhadap Islam 2 (Muhammad Lefand, Sumenep)
    264.    Kebencian Terhadap Islam 3 (Muhammad Lefand, Sumenep)
    265.    Merah di Mesir (Anis Laelatul Ngarofah, Banjarnegara)
    266.    Palestina dalam Deru (Anis Laelatul Ngarofah, Banjarnegara)
    267.    Derita Kaum  di Negeri Buddha (Adi Nurmesa, Sumatera Selatan)
    268.    Kudeta Membawa Sengsara (Adi Nurmesa, Sumatera Selatan)
    269.    Duka Tiada Akhir (Adi Nurmesa, Sumatera Selatan)
    270.    Penjual Kenangan (Adi Prabawa, Denpasar Bali)
    271.    Di Sudut Relung Iman (Abdurrahman, Palembang)
    272.    Sebuah Keharusan (Agus Munawar Tamim, Cianjur)
    273.    Apa Hanya? (Uswatun Chasanah, Cilacap)
    274.    Inilah Waktunya, Kawanku (Sri SN, Jakarta)
    275.    Tangis Mujahid Muda (Sri SN, Jakarta)
    276.    Negeri Para Syuhada (Sri SN, Jakarta)
    277.    Ketika Ramadhan di Negeriku dan Palestina (Ida Ayu Putu Novinasari, Denpasar-Bali)
    278.    Derita Rohingya Derita Kita Semua (Ida Ayu Putu Novinasari, Denpasar-Bali)
    279.    Ketika Sang Pemimpin Dijatuhkan (Ida Ayu Putu Novinasari, Denpasar-Bali)
    280.    Pernahkah Engkau Tersenyum (Hijjri Ala Uddin, Mojokerto)
    281.    Dekap Kridamu yang Murka Hingga Ranap (Yohane Novelia Siregar, Tanjungpinang-Riau)
    282.    Rohingya (Pindah Susanti, Banyuwangi)
    283.    Haruskah Kau Pergi? (Safriana, Lhokseumawe-Aceh)
    284.    Bersabarlah, Sebentar Lagi (Safriana, Lhokseumawe-Aceh)
    285.    Apa Kabar Negara Palestina? (Guntoro, Tangerang)
    286.    Berita Jelang Ramadhan, di Wilayah Barat Rakhine (Ady Azzumar, Muara Enim)
    287.    Bulan-Bulan Palestina (Ifana Devi Mumtahanah, Wonosobo)
    288.    Balada Palestina (Syarifah, Banjarmasin)
    289.    Mesirku, Kebenaran yang Digulingkan (Syarifah, Banjarmasin)
    290.    Aku yang Terasing (Syarifah, Banjarmasin)
    291.    Cahaya Kemanakah Engkau (Yoga Indrawan, Pekanbaru)
    292.    Aku Juga Ingin Seperti Anak yang Lain (Wira Eka Putra, Lombok Tengah)
    293.    Damai (Nur Layla Faizati, Yogyakarta)
    294.    Bahagiamu Akan Panjang (Devi Riani, Palembang)
    295.    Jeritan Kehidupan (Fiolita Dewi S, Bekasi)
    296.    Dari Pusara di Tanah Palestina (Yusni Fatimah Lubis, Pekanbaru)
    297.    Palestina Merana (Sarah Qodriyani, Surabaya)
    298.    Tuhan, Ajari Aku Melontar Batu (Eka Nadya Rahmania, Palembang)
    299.    Nada Pengharapan KepadaMu (Pujiana Dwi Kusumawati, Probolinggo)
    300.    Malangnya Nasibmu (Yulyana Safitri, Lhokseumawe)
    301.    Saksi Sunyi Langit Ramadhan (Qurrota a’yun Thoyyibah, Surabaya)
    302.    Teriakan Punggawa Tanah Tuhan (Qurrota a’yun Thoyyibah, Surabaya)
    303.    Palestina Menunggu Waktu Kehidupan Baru (Anisa Nur Diniyah, Klaten)
    304.    Kecemasan Mesirku (Anisa Nur Diniyah, Klaten)
    305.    Enigma Negeri Seribu Menara (Dedi Saeful Anwar, Cianjur)
    306.    Bukan Menadah Air dengan Tangan Terbuka (Dedi Saeful Anwar, Cianjur)
    307.    Genocide di Bumi Arakan (Dedi Saeful Anwar, Cianjur)
    308.    Rindu Presiden: Damai (Steve Agusta, Jakarta Barat)
    309.    Bangkitkan Jihad (Rizky Khaerul Ikhwan, Karawang-Jawa Barat)
    310.    Harga Mati (Yusrina Sri Oktaviani, Padang)
    311.    Jelaga Merah (Yusrina Sri Oktaviani, Padang)
    312.    Bumi Asing (Yusrina Sri Oktaviani, Padang)
    313.    Sepucuk Surat untuk Palestina (Bety Delia, Kediri)
    314.    Elegi Bumi Asia (Bety Delia, Kediri)
    315.    Doa Pemuda Rohingya (Bety Delia, Kediri)
    316.    Kedamaian untuk Mesir (Susi Widiawati, Medan)
    317.    Keadilan untuk Palestina (Susi Widiawati, Medan)
    318.    Senyum untuk Rohingya (Susi Widiawati, Medan)
    319.    Shoddaqta Ya Akhi (Hary Setiawan, DKI Jakarta)
    320.    Kami Tak Pernah Tahu (Hary Setiawan, DKI Jakarta)
    321.    Angin Gurun dalam Selongsong Peluru (Faizudin, Banten)
    322.    Adik Kecil di Ujung Sana (Sarah Fauziyyah Bahri, DKI Jakarta)
    323.    Puisi Cinta untuk Mesir (Sarah Fauziyyah Bahri, DKI Jakarta)
    324.    Rohingya (Sarah Fauziyyah Bahri, DKI Jakarta)
    325.    Inginku Tuk Palestina yang Baru (Dinda Alvira, Yogyakarta)
    326.    Kemanusiaan Itu Telah Hilang (Dinda Alvira, Yogyakarta)
    327.    Yang Terbuang (Wanudya  Atmajani, Kediri)
    328.    Perihku Bersamaku nan Dirinya (Akhamd Mukhlason, Pasuruan)
    329.    Tandus di Bumi Palestina (Akhamd Mukhlason, Pasuruan)
    330.    Peluh Jiwa Sang Palestina (Maulidina Sarwendra Putri, Cilegon)
    331.    Mesir Sang Pengubah Kehidupan (Maulidina Sarwendra Putri, Cilegon)
    332.    Mesir Tak Berdosa (Maulidina Sarwendra Putri, Cilegon)
    333.    Calon Kekasih Tuhan (Sutriyadi, Kubu Raya-Kalbar)
    334.    Salam Puisi untuk Mesir (Sutriyadi, Kubu Raya-Kalbar)
    335.    Setangkai Puisi Palestina (Sutriyadi, Kubu Raya-Kalbar)
    336.    Mural (Sigit Jaya Herlambang, DKI Jakarta)
    337.    Sungai Air Mata Deras Mendera (Soekoso DM, Purworejo)
    338.    Antara Duri Dendam (Soekoso DM, Purworejo)
    339.    Matarimu Sirna, Rohingya (Soekoso DM, Purworejo)
    340.    Pernikahan Padang Pasir (Rezqie Muhammad Alfajar, Banjarmasin)
    341.    Maryam: Gadis Palestina (Rezqie Muhammad Alfajar, Banjarmasin)
    342.    Sepetak Doa Tanah Rohingya (Rezqie Muhammad Alfajar, Banjarmasin)
    343.    Perjuangan yang Tak Dibatasi Ruang (Vonda Aprilianto, Sidoarjo)
    344.    Menguji Kehidupan (Vera Kusuma Wardani, Sidoarjo)
    345.    Hikayat Para Pelempar Batu (Gendhotwukir, Malang)
    346.    Oktober Kelabu (Gendhotwukir, Malang)
    347.    Rooinga, Rogha, Rohingya (Suci Azani Putri, Batusangkar)
    348.    Di Perbatasan dan Suaka, Negerimu Rohingya (Ahmad Syauqi Sumbawi, Lamongan)
    349.    Suara Gaza (Arif Hidayatullah, Simpang Empat-Sumatera Barat)
    350.    Duka Bumi Rohingya (Ratna Amalia Kurniasih, Metro-Lampung)
    351.    Tak Sadarkah Kita (Makhyatul Fikriya, Kediri)
    352.    Palestina (Makhyatul Fikriya, Kediri)
    353.    Bersatulah Penguasa Bangsa (Makhyatul Fikriya, Kediri)
    354.    Cinta di Ujung Jalan (Yudi Rahmat, Cilegon)
    355.    Tetaplah berada di jalan-Nya wahai saudaraku (Auliya Arifiana, Banjarnegara-Jawa Tengah)
    356.    Cinta dan Kasih Itu Masih Ada Mesir (Audia Jasmin Armanda, Tangerang)
    357.    Cinta dan Kasih, untukmu Saudaraku (Audia Jasmin Armanda, Tangerang)
    358.    Tak Ada Lagikah Cinta untukmu Rohingya (Audia Jasmin Armanda, Tangerang)
    359.    Syahid (Eka Putri Irianti, DKI Jakarta)
    360.    Semburat Pucat Palestina (Ghoniyati Rohmah, Depok)
    361.    Sesaudara (Afidatun Nahdiah, Medan)
    362.    Biarkan Mereka Tertawa (Abu Bakar, Bekasi)
    363.    Jeritan dari Palestina (Abu Bakar, Bekasi)
    364.    Runtuhnya Sang Pengkhianat Mesir (Abu Bakar, Bekasi)
    365.    Perang Saudara (Ella Erliyana, Blitar-Jawa Timur)
    366.    Terangkan Bangsaku (Ella Erliyana, Blitar-Jawa Timur)
    367.    Palestina, Gaza (Ella Erliyana, Blitar-Jawa Timur)
    368.    Berharap untuk Hari Akhir (Sampean, Bulukumba-Sulawesi Selatan)
    369.    Sajak Sendu Rohingnya (Wahyu Wahidah Wahdaniyati, Bantul-Yogyakarta)
    370.    Risalah Duka Rabiah Al Adawiyah (Wahyu Wahidah Wahdaniyati, Bantul-Yogyakarta)
    371.    Kudengar dari Palestina (Wahyu Wahidah Wahdaniyati, Bantul-Yogyakarta)
    372.    Purnama Berdarah di Danau Galelia (Khalili, Sumenep-Madura)
    373.    Ketika Lampu-Lampu Menari di Balik Senja (Khalili, Sumenep-Madura)
    374.    Lekuk Narasi Semenanjung Sinai (Khalili, Sumenep-Madura)
    375.    Menanti Keajaiban (Janatin Meironah Arto, Brebes-Jawa Tengah)
    376.    Arti Sebuah Persaudaraan (Janatin Meironah Arto, Brebes-Jawa Tengah)
    377.    Mencari RidhaMu untuk Kuagungkan (Janatin Meironah Arto, Brebes-Jawa Tengah)
    378.    Jeritan Anak Rohingya (Yosea Pratama, Tangerang Selatan)
    379.    Negeri Seribu Satu Raja (Yosea Pratama, Tangerang Selatan)
    380.    Tergadai dalam Selongsong Peluru (Susiati, Malang-Jawa Timur)
    381.    Dentur Dentum Hewani Bernoktah (Susiati, Malang-Jawa Timur)
    382.    Arakan Bukan Perayaan (Susiati, Malang-Jawa Timur)
    383.    Doa Kami untukmu Mesir (Devina Maria, Cirebon)
    384.    Kholas (Yunisma Sulala, Banyuwangi)
    385.    Tanah Saudara yang Menderita (Winda Rahma, Bandung)
    386.    Satu pada-Nya, doa untuk Rohingya (Winda Rahma, Bandung)
    387.    Nil pun Menangis (Winda Rahma, Bandung)
    388.    Sabda Malaikat Kecil di Ujung Senja (Ahmad Raud Fuady Alkhudri, Banten)
    389.    Inikah Potretnya? (Muhamad Fajri Zulkifar, Kota Banjar-Jawa Barat)
    390.    Jafar (Muhamad Fajri Zulkifar, Kota Banjar-Jawa Barat)
    391.    Nasehat Terakhir Abi (Muhamad Fajri Zulkifar, Kota Banjar-Jawa Barat)
    392.    Kabut Gelap Bumi Palestine (Endang Apriyani, DKI Jakarta)
    393.    Kisah Gugusan (Nur Eviriani Pahisa, Sulawesi Tenggara)
    394.    Khalifah untuk Negeri (Nur Eviriani Pahisa, Sulawesi Tenggara)
    395.    Mesir Tercinta (Zuraini, Bangka Belitung)
    396.    Freedom Palestinaku (Zuraini, Bangka Belitung)
    397.    Warkah Buat Rohingya (Zuraini, Bangka Belitung)
    398.    Pertanyaan Palestina (Sudianto, Sumenep-Madura)
    399.    Pernyataan Sepetak Tanah Retak (Sudianto, Sumenep-Madura)
    400.    Ini Bukan Negeri Dongeng Cong (Sudianto, Sumenep-Madura)
    401.    Harapan Si Bungsu (M. Fitrah Alfian R. S., Tangerang)
    402.    Sang Penjaga Dirundung Duka (M. Fitrah Alfian R. S., Tangerang)
    403.    Dendam Ataukah Perbedaan? (M. Fitrah Alfian R. S., Tangerang)
    404.    Kamilah Gadis Mesir (Adhi Bayu Perkasa, Yogyakarta)
    405.    Percakapan Anak Palestina dengan Yahudi Israel (Adhi Bayu Perkasa, Yogyakarta)
    406.    Rohingya dan Nyanyian Kematian (Adhi Bayu Perkasa, Yogyakarta)
    407.    Tanah yang Ditaklukkan (Bayu Ambuari, Bekasi)
    408.    Pejuang dari Palestina (Alvin Khautsar, Palembang)
    409.    Jeritan Angin Gurun dari Tanah Mesir (Hendry Roris Sianturi, Lampung)
    410.    Mayat Membukit di Tanah Palestina (Hendry Roris Sianturi, Lampung)
    411.    Perceraian di Tanah Burma (Hendry Roris Sianturi, Lampung)
    412.    Hikayat Negeri Berpasir (Baiq Nila Sari Ningsih, Lombok Barat-NTB)
    413.    Sepenggal Cerita untuk Ibu (Baiq Nila Sari Ningsih, Lombok Barat-NTB)
    414.    Kami Ingin Berteduh (Baiq Nila Sari Ningsih, Lombok Barat-NTB)
    415.    Pusara Air Mata Palestina (Ahmad Yusuf Tamami, Tuban-Jawa Timur)
    416.    Suatu Kisah di Tapal Batas (Fathin Faridah, Boyolali-Jawa Tengah)
    417.    Damai Itu Indah (Chris Suharyanto Candra, Jakarta Selatan)
    418.    Di Balik Layar Kaca (Ii Istiqomah, Tangerang)
    419.    Buaian Air Mata (Desy Hafidhotul Ilmi, Tuban-Jawa Timur)
    420.    Guratan dalam Singsingan Fajar (Desy Hafidhotul Ilmi, Tuban-Jawa Timur)
    421.    Dunia Macam Apa Ini (Henny Nur Alifah, Ngawi-Jawa Timur)
    422.    Lalu Mesir Hendak ke Mana? (Masduri, Madura)
    423.    Luka Abadi Palestina (Masduri, Madura)
    424.    Tuhan dalam Rohingya (Masduri, Madura)
    425.    Di Mata Islam Kita Sama (Hajirratul Qud Siyah, Kuta Cane-Aceh)
    426.    Durasi Kehidupan (Anis Swidiastuti, Malang-Jawa Timur)
    427.    Tak Berarah (Anis Swidiastuti, Malang-Jawa Timur)
    428.    Tangis Si Fulan Kecil (Dewi Putri Anggi, Pekanbaru)
    429.    Tangisan di Kaki Langit (Rininta Purnamasari, Bangkalan-Madura)
    430.    Cat Merah (Roni Cahya Ciputra, Yogyakarta)
    431.    Sungguh-Sungguh Ada (Roni Cahya Ciputra, Yogyakarta)
    432.    Tragedi Perang Rohingnya (Ahda Jaudah, Bandung)
    433.    Menang atau Syahid (Ahda Jaudah, Bandung)
    434.    Alasan Tanah dan Kekuasaan (Ahda Jaudah, Bandung)
    435.    Jerit Anak Palestina (Dea Nabella Sofiana, Semarang)
    436.    Tuhan Selalu Berupaya (Dian Puspita Sari, Bangka Belitung)
    437.    Nafsu Duniawi (Ubaidil Fithri, Cilegon)
    438.    Kita Bicara Tentang Tauhid (Ubaidil Fithri, Cilegon)
    439.    Nasihat Ayah (Ubaidil Fithri, Cilegon)
    440.    Menerkam Anugerah (Dwi Putri Sari, Ngawi-Jawa Timur)
    441.    Mesirku Semakin Mengering (Linda Listyowati, Sidoarjo)
    442.    Kepuasan Mesir (Mega Maryana, Muara Enim)
    443.    Atas Nama Ego (Adi Kesuma Silaban, Tebing Tinggi-Sumatera Utara)
    444.    Aku dalam Belenggumu (Irfan Muhammad Shidiq, Surabaya)
    445.    Negeriku Palestina (Irfan Muhammad Shidiq, Surabaya)
    446.    Surat untuk Sang Raja (Irfan Muhammad Shidiq, Surabaya)
    447.    Solitude RelungHati (Ariska Yulianty Azzahra, Bekasi)
    448.    Palestina Itu Memerah (Ariska Yulianty Azzahra, Bekasi)
    449.    Andai Aku Bisa Menulis Puisi Terindah Untukmu Rohingya (Ariska Yulianty Azzahra, Bekasi)
    450.    Harmoni Esok Pagi (Arif Nur Setiawan, Depok)
    451.    Percakapan di Telepon (Retno Nurul Aisyah, Bukittinggi)
    452.    Ini Surat Peringatan (Retno Nurul Aisyah, Bukittinggi)
    453.    Sajak Malam Ramadhan (Retno Nurul Aisyah, Bukittinggi)
    454.    Darah Tumpah di Bumi Palestina (Ika Tusiana, Ngawi-Jawa Timur)
    455.    Ada Apa, Mesir? (Intan Puspita Dewi, Jakarta Timur)
    456.    Perang Palestina, Perang Narkoba (Intan Puspita Dewi, Jakarta Timur)
    457.    Tanya Rohingya (Intan Puspita Dewi, Jakarta Timur)
    458.    Istana Terabaikan (Yulia Rachmawati, Semarang)
    459.    Air Mata Darah (Khikmatul Isnani, Kebumen)
    460.    Sebuah Mimpi Sederhana (Dwi Septi Yuliana, Balikpapan)
    461.    Haruskah Ku Berdiam Diri (Dwi Septi Yuliana, Balikpapan)
    462.    Menimbang Mimpi Pemimpi(n) (Wawan Kurn, Makassar)
    463.    Sajak Bendera Cinta Palestina (Wawan Kurn, Makassar)
    464.    Sejumlah Pertanyaan Rohingya (Wawan Kurn, Makassar)
    465.    Surat untukmu Kawan (Elvina, Jakarta Pusat)
    466.    Elegi Negeri Kinanah (Nabila Hayatina, Bandung)
    467.    Langit 117 Tahun (Nabila Hayatina, Bandung)
    468.    Remak Mati di Tanah Ini (Nabila Hayatina, Bandung)
    469.    Diorama Bencana di Palestina (Azwar Hadi Putra Pirakunu, Indramayu)
    470.    Ambang Perang, Pihak Ketiga (Sinta Novia Siswanti, Sukabumi)
    471.    Syahid (Sinta Novia Siswanti, Sukabumi)
    472.    Bukan Kami (Sinta Novia Siswanti, Sukabumi)
    473.    Batas (Melati Pertiwi Putri, Bekasi)
    474.    Atap (Melati Pertiwi Putri, Bekasi)
    475.    Tangan Gadis Kecil Berkerudung (Iin Khairunisyah, Bengkulu)
    476.    Amarah Raga di Belahan Tanah Rohingya (Iin Khairunisyah, Bengkulu)
    477.    Gejolak di Negeri Seribu Menara (Iin Khairunisyah, Bengkulu)
    478.    Bola Pasir Api (Millah Atqia A, Kuningan-Jawa Barat)
    479.    Segenggam Simpati (Millah Atqia A, Kuningan-Jawa Barat)
    480.    Subuh di Tanah Kan’an (Haerun Nisa, Brebes-Jawa Tengah)
    481.    Cerita Angin di Tanah Tuhan (Diogi Putra Befa, Bengkulu)
    482.    Kesedihan Berkepanjangan (Liza Hasda, S.Pd.I., Batusangkar)
    483.    Imanmu Seperti Apa (Liza Hasda, S.Pd.I., Batusangkar)
    484.    Darahku untuk Negeriku (Rayhan Shafithri, Aceh)
    485.    Catatan Hati Anak Rohingya (Rayhan Shafithri, Aceh)
    486.    Genggamlah Saudaraku (Khairun Nisa, Karanganyar)
    487.    Setipis Kertas (Khairun Nisa, Karanganyar)
    488.    Melihat Rohingya (Ismi sabil habibi, Kediri-Jawa Timur)
    489.    Melihat Palestina (Ismi sabil habibi, Kediri-Jawa Timur)
    490.    Kami Adalah Lampu untuk Rohingya (Triadikurniawan, Kendari)
    491.    Dunia Bilang, Tanah Kita Telah Jadi Kuburan Massal Rohingya (Idrus Mustofa, Lampung Utara)
    492.    Ini Dunia Kita, atau Seutas Nyawa di Moncong Laras Eber (Idrus Mustofa, Lampung Utara)
    493.    Untuk Saudaraku (Windy Noriega, Bengkulu)
    494.    Dzikir Kematian (Aku Rogingnya) (Agnestia Suci Prabandari, Lampung)
    495.    Surat untuk Para Mugrim (Agnestia Suci Prabandari, Lampung)
    496.    Lagu Mesir (Agnestia Suci Prabandari, Lampung)
    497.    Semburat Senja Di Langit-Langit Nil (Izzat Ibrahim, Bumiayu-Jawa Tengah)
    498.    Apakah Kami Masih Manusia? (Fredrick Ne0, Sumatera Utara)
    499.    Apa Yang Ada di Benakmu Tentang Palestina? (Muhammad Naufal Hafizh, Bandung-Jawa Barat)
    500.    Kita Punya Tuhan (Muhammad Naufal Hafizh, Bandung-Jawa Barat)
    501.    Sepotong Kisah Dari Al Quds (Syafruddin, Pekanbaru-Riau)
    502.    Sepena Tulang di Rohingya (Syafruddin, Pekanbaru-Riau)
    503.    Apa Kabar Gaza? (Fahrurrizal Fadhil, Jakarta)
    504.    Berdarah (Mutiara Ayu Miftahul Hayati, Yogyakarta)
    505.    Darah Syuhada (Itfi Tutur Karmena, Banjarnegara)
    506.    Ini Wujud Cinta-Nya Kepada Kami (Puspa Fortuna Zulfa, Tegal)
    507.    Rohingya Kami (Puspa Fortuna Zulfa, Tegal)
    508.    Untukmu Saudaraku di Rohingya (Nita Nuriawati, Malang)
    509.    Cinta di Lembah Duka (Heri Sutrisno, Kudus-Jawa Tengah)
    510.    Sajadah Perdamaian (Heri Sutrisno, Kudus-Jawa Tengah)
    511.    Sebuah Mimpi (Heri Sutrisno, Kudus-Jawa Tengah)
    512.    Telah Dijarah Ranah Tercinta (Jansori Andesta, Bengkulu)
    513.    Persaudaraan Idaman (Aziza Zuhroh Sya’bandiyah, Gresik-Jawa Timur)
    514.    Harapanku (Aziza Zuhroh Sya’bandiyah, Gresik-Jawa Timur)
    515.    Harapan Singkatku (Aziza Zuhroh Sya’bandiyah, Gresik-Jawa Timur)
    516.    Sepenggal Doa Sungai Nil (Halimatusakdiah, Tanjungpinang)
    517.    Pesan untukmu, Nak (Halimatusakdiah, Tanjungpinang)
    518.    Myanmar di Hati Kita (Achmad Miladi, Tegal)
    519.    Ratapan Ibu (Iskandar Idris, Bandung)
    520.    Anak-Anak Darah (Sulas Sky, Padang)
    521.    Kapankah? (Fatmawati Mannan, Pontianak)
    522.    Apa Salah Kami? (Hujjatul Islam Al Wafi, Jember)
    523.    Bukan Hikayat (Hujjatul Islam Al Wafi, Jember)
    524.    Cahaya yang Meredup (Reza Dwi Sasono, Tegal-Jawa Tengah)
    525.    Di tepi Gaza (Inten Mustika Kusumaningtias, Cilacap-Jawa Tengah)
    526.    Jiwa-Jiwa Penyimpan Bara (Oddie Frente, Jakarta)
    527.    Halo, Palestina (Oddie Frente, Jakarta)
    528.    Rohingya-Atas Nama Murka (Oddie Frente, Jakarta)
    529.    Gadis Kecil dan Sajadahnya (Niken Bayu Argaheni, Pati-Jawa Tengah)
    530.    Sebuah Catatan Tentang Thuma’ninah (Niken Bayu Argaheni, Pati-Jawa Tengah)
    531.    Husein dan Surganya (Niken Bayu Argaheni, Pati-Jawa Tengah)
    532.    Apa Salahku (Novi S.P, Medan)
    533.    Iblis Nyata Menghasut Mesir (Sitti Nadia Tri Septiani, Maros-Makassar)
    534.    Kemana Rohingya Akan Berlabuh? (Sitti Nadia Tri Septiani, Maros-Makassar)
    535.    Rintih Ibu di Palestina (Sitti Nadia Tri Septiani, Maros-Makassar)
    536.    Kidung Bumi Para Nabi (Usup Supriyadi, Bogor)
    537.    Nyanyian Pasir Mesir (Usup Supriyadi, Bogor)
    538.    Teruslah Melangkahkan Kisah (Usup Supriyadi, Bogor)
    539.    Sepenggal Kesedihan Umat Muslim Rohingya (Sri Mursalim, Sukoharjo)
    540.    Pemeran-Pemeran dalam Panggung Pengorbanan Darah Palestina (Sri Mursalim, Sukoharjo)
    541.    Masih Bertahan (Nurdiyah Handayani, Yogyakarta)
    542.    Sebentuk Wajah Mengais Tanah (Fitri Nur Suraya, Semarang)
    543.    Kemarin (Amal Lia Solihah Musfiroh, Banyumas-Jawa Tengah)
    544.    Kisah yang Serupa Pohon Abadi (Amal Lia Solihah Musfiroh, Banyumas-Jawa Tengah)
    545.    Anakku (Meliani, Bangka Belitung)
    546.    Anak-Anak Itu, Senjata Palestina (Dewi Khairani, Batusangkar-Sumatera Barat)
    547.    Wahai Hati yang Membeku (Nella Dwigusni Yayu, Padang)
    548.    Hanya Ini yang Bisa Kuberikan (Wahyu Prihartini, Pasuruan)
    549.    Dekapan Tangis Rohingya (Nurlinda, Banjarmasin)
    550.    Kunanti Embun di Mesir Pagi (Syabrina Amal Ribusti, Palembang)
    551.    Apa Kabar Saudaraku, Palestina? (Syabrina Amal Ribusti, Palembang)
    552.    Salam untuk Rohingya (Syabrina Amal Ribusti, Palembang)
    553.    Dimanakah Hati Putihmu Itu, Wahai Manusia Senjata? (Shofi Zayyana Ashari Indrarti, Surabaya)
    554.    Ini Nyata (Anggino Tambunan, Jakarta)
    555.    Saudaraku-Saudaraku di Sana (Anggino Tambunan, Jakarta)
    556.    Negara Tanpa Udara (Swa Abdas Ria Rahayu, Banten)
    557.    Masih Tanda Tanya (Nindi Cahya Sahputra, Malang-Jawa Timur)
    558.    Dalam Genggamanmu (Putri Yulia Lestari, Bandung Selatan)
    559.    Hempasan Wajah Palestina (Triadi Kurniawan, Kendari)
    560.    Rintihan Kami (Lamiati, Madiun)
    561.    Sekuntum Surat Tandus (Abdul Manaf, Pesisir Selatan-Sumatera Barat)
    562.    Si Pelempar Batu Kerikir (Nunik Tri Utami, Kebumen)
    563.    Menggugah Asa (Ratih Febrian Kamiswara, Probolinggo)
    564.    Risalah Perdamaian (Ratih Febrian Kamiswara, Probolinggo)
    565.    Negeri di Pikiran di Hati (Muhammad Ulil Fachrudin, Kudus-Jawa Tengah)
    566.    Lara Anak Palestina (Rahmi Fitri, Batusangkar-Sumatera Barat)
    567.    Ah... Manusia di Ranah Burma (Rahmi Fitri, Batusangkar-Sumatera Barat)
    568.    Kemarin, Masih Kudengar Jeritanmu (Rohyuli, Serang)
    569.    Dalam Doa Tulusku Ada Namamu, Mesir (Tri Windari Hesti, Kalimantan Tengah)
    570.    Jangan Lupakan Rohingya (Tri Windari Hesti, Kalimantan Tengah)
    571.    Masih Tentangmu, Palestina (Tri Windari Hesti, Kalimantan Tengah)

    Alhamdulillah, inilah update terbaru jumlah peserta dan naskah yang masuk mengikuti Lomba Cipta Puisi bertema Mesir, Palestina dan Rohingya. Antusias peserta sangat luar biasa!

    Keseluruhan naskah telah masuk ke meja juri yang terdiri dari Tim FAM yang ditunjuk oleh Pengurus Pusat FAM Indonesia. Mengingat banyaknya naskah yang harus diseleksi, maka jadwal penjurian ditetapkan sbb:

    Senin, 12 Agustus 2013

    DEADLINE PENERIMAAN NASKAH LOMBA

    Selasa, 13 Agustus 2013, pukul 18.00 WIB
    BATAS AKHIR KONFIRMASI DARI PESERTA YANG TELAH MENGIRIM NASKAH TAPI BELUM TERCANTUM DALAM DAFTAR UPDATE

    Rabu, 14 Agustus 2013

    TAHAP PENJURIAN

    Kamis, 15 Agustus 2013

    PENGUMUMAN 150 NOMINATOR

    Jumat, 16 Agustus 2013
    PENGUMUMAN 80 NASKAH PUISI YANG LAYAK DIBUKUKAN

    Sabtu, 17 Agustus 2013
    PENGUMUMAN 10 NASKAH TERBAIK DAN BERPELUANG MERAIH JUARA 1, 2 dan 3

    Minggu, 18 Agustus 2013
    PENGUMUMAN PEMENANG 1, 2 dan 3

    Catatan:
    Sebelumnya FAM Indonesia mengumumkan bahwa pemenang akan diumumkan pada tanggal 15 Agustus 2013, namun mengingat banyaknya naskah yang masuk, Tim FAM Indonesia memutuskan mengundur pengumuman pemenang hingga tanggal 18 Agustus 2013 sebagaimana jadwal yang tertera di atas.

    Atas nama seluruh Tim FAM Indonesia yang bertugas dan bertanggung jawab mengelola lomba ini, kami menyampaikan ribuan terima kasih atas segenap partisipasi dari para peserta, baik yang berstatus anggota FAM Indonesia maupun non-anggota.

    Ikuti terus perkembangan info lomba ini di grup “Forum Aishiteru Menulis” atau di website www.famindonesia.com.

    Keputusan Tim FAM Indonesia terkait penyelenggaraan lomba ini muthlak dan mengikat serta tidak diadakan surat-menyurat.

    Syarat dan ketentuan lomba ini telah diumumkan di (klik): http://www.famindonesia.com/2013/07/pengumuman-lomba-cipta-puisi-bertema.html

    Salam santun, salam karya.

    FAM INDONESIA
    www.famindonesia.com

    Baca berita lomba di HORISON ONLINE.co.id: http://horisononline.or.id/rampai-rampai/saatnya-puisi-mendamaikan-dunia
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: 571 Naskah Puisi Bertema Mesir, Palestina dan Rohingya Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top