• Info Terkini

    Friday, August 16, 2013

    Pengumuman Nominator Lomba Cipta Puisi Bertema Mesir, Palestina dan Rohingya

    PENGUMUMAN 150 NOMINATOR
    LOMBA CIPTA PUISI BERTEMA MESIR, PALESTINA, DAN ROHINGYA
    KAMIS, 15 AGUSTUS 2013

    Salam, FAMili.
    Tim FAM Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pengumuman nominator mengingat banyaknya naskah yang harus diseleksi. Dari 571 naskah yang masuk, maka di bawah ini adalah nama-nama dan judul puisi karya peserta yang dinyatakan lolos dan masuk sebagai nominator:

    1. Amal Lia Solihah Musfiroh, Banyumas-Jawa Tengah (Kisah yang Serupa Pohon Abadi)
    2. Abu Bakar, Bekasi (Jeritan dari Palestina)
    3. Ahmad Ginanjar, Cianjur (Dalam Kemendungan Kabut Palestina)
    4. Ade Herti, Jakarta (Damaikan Mesir)
    5. Ady Azzumar, Muara Enim (Berita Jelang Ramadhan, di Wilayah Barat Rakhine)
    6. Anis Laelatul Ngarofah, Banjarnegara (Palestina dalam Deru)
    7. Anisa Wijayanti, Bengkulu (Apa Warna itu Merah Saja?)
    8. Ahmad Satriawan Hariadi, Kairo, Mesir (Lenyapnya Kemanusiaan)
    9. Adinta Khairan, Payakumbuh (Senja Merah Gadis Palestina)
    10. Aisyiah Dewindha Fuji Astuti, Sleman (Kami Ingin Mursi Kembali)
    11. Ahmad KafilMawaidz, Lamongan (Diambang Merahnya Nil)
    12. Andi Istanto, Aceh Utara (Curahan Kaum Minoritas)
    13. Akromul Umam Sc, OKU Selatan (Palestina Merekah Darah)
    14. Aidil Zulkhan, Bengkalis Riau (Sepanjang Sungai Nil)
    15. Anantagita Mithuna, Jakarta Selatan (Mewarnai Matahari)
    16. Ariyanto Nugroho, Yogyakarta (Persaudaraan Kami Kekal Merekat Akhirat)
    17. Audia Jasmin Armanda, Tangerang (Cinta dan Kasih Itu Masih Ada Mesir)
    18. Ahmad Syauqi Sumbawi, Lamongan (Di Perbatasan dan Suaka, Negerimu Rohingya)
    19. Ahmad Raud Fuady Alkhudri, Banten (Sabda Malaikat Kecil di Ujung Senja)
    20. Agnestia Suci Prabandari, Lampung (Dzikir Kematian-Aku Rogingnya)
    21. Achmad Miladi, Tegal (Myanmar di Hati Kita)
    22. Abdul Manaf, Pesisir Selatan (Sekuntum Surat Tandus)
    23. Baiq Nila Sari Ningsih, Lombok Barat (Sepenggal Cerita untuk Ibu)
    24. Bety Delia, Kediri (Sepucuk Surat untuk Palestina)
    25. Bayu Ambuari, Bekasi (Tanah yang Ditaklukkan)
    26. Budianto Sutrisno, Jakarta Barat (Bola Bara di Palestina)
    27. Chaya Keenanisa, Bandung (Huru-Hara Kudeta Berdarah)
    28. Denni Meilizon, Padang (Darah di Pelataran Bumi Al-Azhar)
    29. Dedi Saeful Anwar, Cianjur (Enigma Negeri Seribu Menara)
    30. Dadang Suprayogi, Pangandaran (Palestina)
    31. Dewi Putri Anggi, Pekanbaru (Tangis Si Fulan Kecil)
    32. Eka Susanti, Padangpanjang (Dalam Sebuah Janji)
    33. Erik Taryana, Cianjur (Senyuman Fir’aun)
    34. Ella Erliyana, Blitar-Jawa Timur (Perang Saudara)
    35. Eka Nadya Rahmania, Palembang (Tuhan, Ajari Aku Melontar Batu)
    36. Fahrurrizal Fadhil, Jakarta (Apa Kabar Gaza?)
    37. Fia Fauziah Rahman, Depok (Salahkah Imanku)
    38. Fathin Faridah, Boyolali-Jawa Tengah (Suatu Kisah di Tapal Batas)
    39. Faizudin, Banten (Angin Gurun dalam Selongsong Peluru)
    40. Farihatun Nafiah, Jombang (Ingar Bingar Rohingya dalam Anyaman Runyam)
    41. Fany Triyani, Ciamis (Diam-diam Kukirim Doa)
    42. Fauzul Izmi, Padangpanjang (Rohingya di Depan Mata Kita)
    43. Gendhotwukir, Malang (Hikayat Para Pelempar Batu)
    44. Hujjatul Islam Al Wafi, Jember (Apa Salah Kami?)
    45. Halimatusakdiah, Tanjungpinang (Pesan untukmu, Nak)
    46. Hanat Futuh Nihayah, Banyumas (Doa untuk Mesir)
    47. Hary Setiawan, DKI Jakarta (Shoddaqta Ya Akhi)
    48. Hendry Roris Sianturi, Lampung (Jeritan Angin Gurun dari Tanah Mesir)
    49. Hermawan, Martapura (Apakah Engkau Lupa Wahai Bani Israil)
    50. Intan Puspita Dewi, Jakarta Timur (Tanya Rohingya)
    51. Ismi Sabil Habibi, Kediri-Jawa Timur (Melihat Palestina)
    52. Iik Zakiah Darajat, Sumedang (Darah, Duka dan Derita)
    53. Izza Ayunir Rahman, Kendal (Pelangi di Langit Palestina)
    54. Indah Arifah Febriany, Makassar (Dukamu, Duka Kami Semua)
    55. Irfan Muhammad Shidiq, Surabaya (Aku dalam Belenggumu)
    56. Ida Ayu Putu Novinasari, Denpasar (Derita Rohingya Derita Kita Semua)
    57. Idrus Mustofa, Lampung Utara (Ini Dunia Kita, atau Seutas Nyawa di Moncong Laras Eber)
    58. Inten Mustika Kusumaningtias, Cilacap (Di tepi Gaza)
    59. Jansori Andesta, Bengkulu (Telah Dijarah Ranah Tercinta)
    60. Janatin Meironah Arto, Brebes-Jawa Tengah (Menanti Keajaiban)
    61. Khairun Nisa, Karanganyar (Setipis Kertas)
    62. Khalili, Sumenep-Madura (Purnama Berdarah di Danau Galelia)
    63. Ken Hanggara, Surabaya (Pemuda di Subuh Hari)
    64. Lamiati, Madiun (Rintihan Kami)
    65. Melati Pertiwi Putri, Bekasi (Atap)
    66. Moh. Ghufron Cholid, Madura (Aku Rindu Merdeka Menari Riang)
    67. Muhammad Naufal Hafizh, Bandung (Apa Yang Ada di Benakmu Tentang Palestina?)
    68. Mutiara Ayu Miftahul Hayati, Yogyakarta (Berdarah)
    69. Millah Atqia A, Kuningan (Segenggam Simpati)
    70. M. Fitrah Alfian R. S., Tangerang (Harapan Si Bungsu)
    71. Muhammad Hendrawan , Cianjur (Keberangkatan Amer)
    72. M. Zaini, Kalimantan Selatan (Rohingya: Doa Kami Sepetak Tanah)
    73. Masduri, Madura (Lalu Mesir Hendak ke Mana?)
    74. Munasiroh, Kendal (Aku Masih Ingin di Permukaanmu)
    75. Muhammad Lefand, Sumenep (Kebencian Terhadap Islam 1)
    76. Muhammad Mulqan, Banda Aceh (Athi’ullah Warrasul Waulil Amri Mingkum)
    77. Muamanati Yuliati Rahmawati, Jayapura (Doa untuk Saudaraku di Mesir)
    78. Maula Amjad Muhammad, Surakarta (Dengarlah)
    79. Maulidina Sarwendra Putri, Cilegon (Peluh Jiwa Sang Palestina)
    80. Muhammad Zaki Al-Aziz, Bandung (Duri di Antara Keberagaman)
    81. Mulyani, Jakarta (Di Bawah Matahari Palestina)
    82. Nurul Badriah, Ogan Ilir Sumatera Selatan (Laki-laki Penebar Aroma Mewangi)
    83. Nella Dwigusni Yayu, Padang (Wahai Hati yang Membeku)
    84. Nanda A. Rahmah, Surabaya (Antara Laut Tengah dan Sungai Yordan)
    85. Nilla Angria Fitri, Jakarta (Bukan Perahu Kertas)
    86. Niken Bayu Argaheni, Pati-Jawa Tengah (Gadis Kecil dan Sajadahnya)
    87. Oddie Frente, Jakarta (Jiwa-Jiwa Penyimpan Bara)
    88. Pindah Susanti, Banyuwangi (Rohingya)
    89. Rusdi El Umar, Madura (Kubang Derai Air Mata)
    90. Rohyuli, Serang (Kemarin, Masih Kudengar Jeritanmu)
    91. Rezqie Muhammad Alfajar, Banjarmasin (Sepetak Doa Tanah Rohingya)
    92. Rininta Purnamasari, Bangkalan-Madura (Tangisan di Kaki Langit)
    93. Retno Dwi Lestari, Tegal (Berbeda Itu Pelangi)
    94. Ratna Agustina Pangestuti, Bogor (Menapak Muara)
    95. Rizka Andarosita Hayon, Mojokerto (Pesan dari Jasad)
    96. Rahma Dewi, Balikpapan (Tanah Nabi Berdarah)
    97. Rino Winura, Padangpanjang (Negeri yang Terlupa)
    98. Ruri Triana, Padang (Tumbuhlah Cinta di Negeri Kinanah)
    99. Rian Wahyudi, Pariaman (Bocah Pejuang)
    100. Retno Nurul Aisyah, Bukittinggi (Ini Surat Peringatan)
    101. Sri Mursalim, Sukoharjo (Pemeran-Pemeran dalam Panggung Pengorbanan Darah Palestina)
    102. Swa Abdas Ria Rahayu, Banten (Negara Tanpa Udara)
    103. Shofi Zayyana Ashari Indrarti, Surabaya (Di Manakah Hati Putihmu Itu, Wahai Manusia Senjata?)
    104. Sitti Nadia Tri Septiani, Maros-Makassar (Kemana Rohingya Akan Berlabuh?)
    105. Sulas Sky, Padang (Anak-Anak Darah)
    106. Sutriyadi, Kubu Raya-Kalbar (Calon Kekasih Tuhan)
    107. Sindi Violinda, Medan (Konflik Antar Konflik)
    108. Susiati, Malang-Jawa Timur (Tergadai dalam Selongsong Peluru)
    109. Simon Simangunsong, Semarang (Dengarkah Kau Jeritan Tangisan Kami?)
    110. Sudianto, Sumenep-Madura (Pernyataan Sepetak Tanah Retak)
    111. Sinta Novia Siswanti, Sukabumi (Syahid)
    112. Sri SN, Jakarta (Tangis Mujahid Muda)
    113. Sigit Jaya Herlambang, DKI Jakarta (Mural)
    114. Soekoso DM, Purworejo (Sungai Air Mata Deras Mendera)
    115. Syafruddin, Pekanbaru (Sepotong Kisah Dari Al Quds)
    116. Sarah Qodriyani, Surabaya (Palestina Merana)
    117. Syarifah, Banjarmasin (Balada Palestina)
    118. Steve Agusta, Jakarta Barat (Rindu Presiden: Damai)
    119. Sariah Hamid, Toli-Toli Sulawesi Tengah (Untukmu Palestina)
    120. Salma Fauziah Afifah Syahidah, Depok (Topeng)
    121. Sika Indriyanti, Tuban (Rohingya dari Tanah Tuhan)
    122. Suandri Ansah, Jakarta (Munajat Tepi Barat)
    123. Susi Widiawati, Medan (Kedamaian untuk Mesir)
    124. Sarah Fauziyyah Bahri, DKI Jakarta (Adik Kecil di Ujung Sana)
    125. Syarifah Hanum, Lhokseumawe (Kami Muslim Rohingya)
    126. Tri Windari Hesti, Kalimantan Tengah (Dalam Doa Tulusku Ada Namamu, Mesir)
    127. Triadikurniawan, Kendari (Kami Adalah Lampu untuk Rohingya)
    128. Trisha Buana, Demak (Demi Agamaku)
    129. Tanti Nafita Sari, Samarinda (Al-Aqsa Bersaksi)
    130. Ubaidil Fithri, Cilegon (Nafsu Duniawi)
    131. Urbanus G T Parhusip, Depok (Annisa, Kita di Rohingya)
    132. Usup Supriyadi, Bogor (Nyanyian Pasir Mesir)
    133. Upik Junianti, Purwokerto (Darah Syurga Rohingya)
    134. Ulin Nurviana, Jember (Darah Menjadi Tanah)
    135. Vina Pebriani, Solok (Darah dan Air Mata Palestina)
    136. Viki Wulandari, Makassar (Kidung Semburat Jingga)
    137. Virly Virnia Aprilia, Surabaya (Jeritan Hati Mesir)
    138. Wahyu Prihartini, Pasuruan (Hanya Ini yang Bisa Kuberikan)
    139. Winda Harir, Pariaman (Janji Bocah Palestina)
    140. Wanudya Atmajani, Kediri (Yang Terbuang)
    141. Wahyu Wahidah Wahdaniyati, Bantul-Yogyakarta (Sajak Sendu Rohingnya)
    142. Willy Ramadhan, Sukabumi (Perahu Kecil di Tanah Emas)
    143. Wawan Kurn, Makassar (Sajak Bendera Cinta Palestina)
    144. Yunisma Sulala, Banyuwangi (Kholas)
    145. Yudi Rahmat, Cilegon (Cinta di Ujung Jalan)
    146. Yosea Pratama, Tangerang Selatan (Jeritan Anak Rohingya)
    147. Yohanes Zerivica Prawoto, Cirebon (Tempat Terindah)
    148. Yusrina Sri Oktaviani, Padang (Jelaga Merah)
    149. Yusni Fatimah Lubis, Pekanbaru (Dari Pusara di Tanah Palestina)
    150. Zuraini, Bangka Belitung (Freedom Palestinaku)

    FAM Indonesia mengucapkan selamat!

    Naskah puisi di atas akan kembali mengikuti seleksi untuk memilih 80 (delapan puluh) puisi pilihan yang dinyatakan layak dibukukan. Dari 80 naskah yang terpilih, akan diseleksi kembali 10 naskah terbaik, dan terakhir penetapan pemenang 1, 2 dan 3 yang akan menjadi pemuncak lomba ini.

    Semoga pemenang itu adalah nama dan karya Anda.

    Salam santun, salam karya.

    TIM FAM INDONESIA
    www.famindonesia.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Pengumuman Nominator Lomba Cipta Puisi Bertema Mesir, Palestina dan Rohingya Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top