Skip to main content

Kado Akhir Tahun untuk Pemilik Piagam dan Buku Terbanyak

Assalamualaikum Wr. Wb.

FAMili, FAM Indonesia membuka kesempatan kepada seluruh anggota maupun nonanggota tanpa memandang usia, untuk mendapatkan “kado akhir tahun” berupa Paket Buku yang akan diberikan kepada Anda secara gratis. Caranya:

1. Daftarkan semua Piagam Penghargaan yang pernah Anda terima dari FAM Indonesia (ingat, hanya piagam dari FAM Indonesia). Ketentuan:

a. Tuliskan nama, event yang diikuti, nomor ID (apabila anggota FAM).

b. Lampirkan foto/scan piagam yang diterima/tuliskan nomor piagamnya

c. Kirim ke email: forumaktifmenulis@yahoo.com dengan subyek: Nama Penulis_Piagam FAM Indonesia.

d. Akan dipilih 2 (dua) pemenang, yaitu pemilik piagam terbanyak 1 dan 2. Masing-masing akan mendapatkan hadiah paket buku dari FAM Indonesia.

2. Daftarkan judul buku-buku terbitan FAM Publishing yang Anda miliki (ingat, hanya buku-buku terbitan FAM Publishing saja). Ketentuan:

a. Tuliskan nama Anda, judul buku, nama penulis, jumlah, termasuk asal buku (yang dimaksud asal buku, dari mana Anda mendapatkan buku tersebut? Apakah membeli di FAM Publishing, membeli ke penulis, membeli di toko, hadiah lomba, atau dihadiahi oleh teman, dll).

b. Kirim ke email: forumaktifmenulis@yahoo.com dengan subyek: Nama Penulis_Buku FAM Indonesia.

c. Akan dipilih 2 (dua) pemenang, yaitu pemilik buku terbanyak 1 dan 2. Masing-masing akan mendapatkan hadiah paket buku dari FAM Indonesia.

d. Pendaftaran piagam dan buku terbanyak ini dibatasi hingga tanggal 30 Oktober 2013. Penerima hadiah akan diumumkan pada tanggal 2 November 2013.

PENDAFTARAN PIAGAM DAN BUKU TERBANYAK DIMULAI TANGGAL 16 OKTOBER 2013.

Jangan lewatkan kesempatan ini, segera daftarkan piagam dan buku yang Anda miliki. Insya Allah setiap 4 bulan sekali, FAM Indonesia akan rutin mengumumkan pemilik piagam dan buku terbanyak yang berhadiah buku.

Setiap event FAM Indonesia, khususnya lomba-lomba menulis, FAM memberikan apresiasi berupa Piagam Penghargaan kepada seluruh peserta. Jangan lupa, pesan juga buku-buku terbitan FAM Publishing.

Salam aktif, salam karya.

FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…