Skip to main content

Pengumuman 10 Cerpen Terbaik Lomba Cipta Cerpen Bertema "TKI"

Telah diumumkan Jumat, 4 Oktober 2013, pukul 22.00 WIB di grup "Forum Aishiteru Menulis".

FAMili. Selamat malam. Ini adalah malam berikutnya yang menjadi saksi cerpen-cerpen bertema “TKI” memasuki seleksi yang semakin ketat menuju posisi puncak; pemenang 1, 2 dan 3 yang akan diumumkan besok malam. Dari 214 naskah diseleksi menjadi 100 naskah, lalu dipilih 40 naskah dibukukan dan malam ini ditetapkan 10 cerpen terbaik yang berpeluang menang meraih juara 1, 2 dan 3. Kesepuluh cerpen tersebut adalah sbb (nama diurutkan sesuai abjad):

1. Anisah Utari, Jakarta Selatan (Lukisan Perempuan di Victoria Park)
2. Amiruddin, Sulawesi Selatan (Jalan Pulang)
3. Acet Asrival, Sumatera Barat (Percikan Hujan)
4. Erlangga Setiawan, Surabaya (Tentang Wanita yang Dekat Sekaligus Jauh Dariku)
5. Happy Ratna Astuti, Semarang (Pengakuan Surtini)
6. Intan Umyatur Rahmania, Depok (Keputusan)
7. Muhammad Riyan Andrianus, DKI Jakarta (Mayat Wanita di Victoria Park)
8. Muhammad Qadhafi, Salatiga (Tuan Bahaya)
9. Rizka Amalia Fulinda, Purwokerto (Bunga-Bunga Yang Tergadai)
10. Wahyu Prihartini, Pasuruan (Surat Terakhir Untukmu)

SELAMAT KEPADA PESERTA YANG CERPENNYA DIUNGGULKAN SEBAGAI CALON PEMENANG!

Kepada peserta lainnya yang belum beruntung memasuki tahapan ini, jangan bersedih, terus asah pena untuk mengikuti event-event lomba FAM berikutnya, maupun lomba-lomba menulis lainnya yang lebih menantang.

Keputusan Tim Juri terhadap 10 cerpen terbaik yang berpeluang menang di atas muthlak, mengikat, tidak boleh diganggu gugat, dan tidak diadakan surat-menyurat.

Demikian pengumuman ini disampaikan, atas perhatian dan kemaklumannya disampaikan terima kasih.

Salam santun, salam karya.

FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…