Skip to main content

Pengumuman Pemenang Lomba Cipta Cerpen Bertema "TKI"

PENGUMUMAN PEMENANG
LOMBA CIPTA CERPEN TINGKAT NASIONAL
BERTEMA: “TKI: HUJAN EMAS DI NEGERI ORANG HUJAN BATU DI NEGERI SENDIRI”

FAMili. Selamat malam. Inilah malam puncak penentuan Pemenang Lomba Cipta Cerpen Tingkat Nasional bertema “TKI: Hujan Emas di Negeri Orang Hujan Batu di Negeri Sendiri”. Setelah Tim Juri FAM Indonesia melakukan seleksi dalam beberapa tahapan, maka, setelah membaca, memerhatikan, menilai, menimbang, dan memutuskan, inilah nama-nama pemenang:

JUARA 1

Judul Cerpen: “Tuan Bahaya”
Karya: Muhammad Qadhafi
Daerah Asal: Salatiga

JUARA 2
Judul Cerpen: “Pengakuan Surtini”
Karya: Happy Ratna Astuti
Daerah Asal: Semarang

JUARA 3
Judul Cerpen: “Jalan Pulang”
Karya: Amiruddin
Daerah Asal: Sulawesi Selatan

TUJUH CERPEN TERPUJI

1. Bunga-Bunga yang Tergadai (Rizka Amalia Fulinda, Purwokerto)
2. Mayat Wanita di Victoria Park (Muhammad Riyan Andrianus, DKI Jakarta)
3. Surat Terakhir Untukmu (Wahyu Prihartini, Pasuruan)
4. Lukisan Perempuan di Victoria Park (Anisah Utari, Jakarta Selatan)
5. Percikan Hujan (Acet Asrival, Sumatera Barat)
6. Tentang Wanita yang Dekat Sekaligus Jauh Dariku (Erlangga Setiawan, Surabaya)
7. Keputusan (Intan Umyatur Rahmania, Depok)

SELAMAT KEPADA PEMENANG DAN NOMINATOR YANG CERPENNYA DIPUJIKAN TIM JURI FAM INDONESIA

Malam ini Anda telah membuktikan bahwa karya Anda adalah karya yang layak diunggulkan dari 214 naskah cerpen yang masuk ke meja FAM Indonesia. Teruslah menulis dan teruslah berkompetisi untuk menjadi yang terbaik.

Sebagai tanda apresiasi FAM Indonesia kepada Pemenang, maka diberikan hadiah sbb:

JUARA 1:
Uang Tunai Rp250.000 + Paket Buku + Piagam Penghargaan + Naskah Cerpen Dibukukan

JUARA 2:
Uang Tunai Rp200.000 + Paket Buku  + Piagam Penghargaan + Naskah Cerpen Dibukukan

JUARA 3:
Uang Tunai Rp150.000 + Paket Buku + Piagam Penghargaan + Naskah Cerpen Dibukukan

Sementara para  nominator dan seluruh peserta mendapatkan e_piagam dari FAM Indonesia.

Hadiah Pemenang akan dikirim paling lambat 10 hari setelah pengumuman pemenang, sementara e_piagam proses pengiriman mulai Senin 7 Oktober 2013 hingga paling lambat 15 Oktober 2013 pada jam kerja.

Peserta yang belum beruntung memasuki tahapan puncak lomba ini jangan berputus asa, terus asah pena untuk mengikuti event-event lomba FAM berikutnya, maupun lomba-lomba menulis lainnya yang lebih menantang.

Namun, kata kuncinya tetap “siapa pun pemenangnya, sesungguhnya seluruh peserta dalam event ini adalah Sang Juara, sebab Anda telah "memulai menulis". SELAMAT UNTUK ANDA!

Keputusan Tim Juri terhadap para pemenang bersifat muthlak, mengikat, tidak boleh diganggu gugat, dan tidak diadakan surat-menyurat.

Demikian pengumuman ini disampaikan, atas perhatian dan kemaklumannya disampaikan terima kasih.

Salam santun, salam karya.

FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

Keterangan Tambahan:

1. Konfirmasi pengiriman alamat domisili dan nomor rekening paling lambat tanggal 15 Oktober 2013.

2. Khusus untuk hadiah pemenang 1, 2 dan 3 berupa buku kumpulan 40 cerpen pilihan akan dikirim setelah buku tersebut terbit.

3. Batas akhir pengiriman piagam penghargaan (e_piagam) untuk seluruh pemenang dan peserta 15 Oktober 2013. Apabila setelah tanggal tersebut, piagam belum diterima, silakan konfirmasi melalui email forumaktifmenulis@yahoo.com. FAM tidak melayani konfirmasi melalui komentar di grup atau inbox Fb.

4. Disarankan kepada seluruh penulis yang naskahnya dibukukan untuk membeli buku minimal 1 eks, kecuali pemenang 1, 2 dan 3.

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…