• Info Terkini

    Thursday, October 31, 2013

    Ulasan Puisi "Air Mata yang Setia Berlinang" Karya Arini Ulfa Rahmawati (FAMili Lampung)

    Puisi ini berisi tentang cinta seorang ibu. Benarlah apa kata orang, bahwa kasih ibu itu sepanjang masa. Tanpa ibu, kita tak ada di dunia ini. Ibulah yang berjuang sekuat tenaga dan hati selama sembilan bulan lamanya mengandung kita. Meski waktu kian dekat membawa Ibu pada pertaruhan nyawa, cintanya tetap ada, bahkan bertambah besar. Perjuangan yang mampu merenggut nyawa terjadi ketika waktu melahirkan tiba. Pun setelah kita lahir, tak surut cintanya. Dipeluknya dengan kasih saat kita menangis karena lapar atau sakit.

    Penulis dengan tajam mengambarkan sosok ibu sebagai pejuang yang tak kenal lelah. Meski segala penderitaan ditanggung, tak sekalipun ia bersedih. Ini telah kita rasakan pada beberapa bait awal. "Bibir terus memagut senyum", "derai tawa yang terus diranum", dan "sayup matamu tak kunjung bergeming", cukuplah sebagai bukti bahwa tiada pernah cinta Ibu berdiri di balik maksud tertentu. Ya. Cinta ibu itu tak tertukar oleh apa pun. Bukankah ibu akan selalu ada dan tak mengharap balasan selain yang terbaik untuk anak-anak mereka?

    Tim FAM menilai bahwa penulis sudah cukup baik dalam mendalami makna lewat puisi ini. Setiap goresan aksaranya terasa menyentuh, seolah mengajak kita untuk merenungi kembali, membuka kembali sesuatu tentang ibu yang mungkin sering kita lupakan.

    Sedikit koreksi mengenai EYD. Yang pertama ada pada kata "airmata" yang seharusnya ditulis "air mata" (terpisah). Kemudian pada bait pertama baris keempat. "Kenati", mungkin yang benar adalah "kendati".  Juga pada kata "se onggok" yang mestinya "seonggok".

    Untuk karya berikutnya, Tim FAM menyarankan agar penulis lebih teliti dalam proses editing. Selebihnya, sudah cukup baik.

    Terus berkarya dan jangan berhenti menulis. Pertajam penamu dengan lebih menggali makna. Tebarkan nilai-nilai pencerahan lewat tulisan. Tetap semangat.

    Salam santun, salam karya!

    TIM FAM INDONESIA
    www.famindonesia.com

    [BERIKUT PUISI KARYA PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    Airmata yang Setia Berlinang

    Arini Ulfa Rahmawati (IDFAM1103S)

    Bibirmu terus memagut senyum
    Kendati  angkara kian menumpas batas
    Derai tawa yang terus diranum
    Kenati derita mencekat napas

    Ibu…

    Sayup matamu tak kunjung bergeming
    Tak pula menguakkan linangan airmata itu

    Melodi cintamu terus mendekap hening
    Se onggok masa di bawah lentera senja kuning

    Meraut wajah purnamamu
    Sejenak mengusir peluh di dahimu

    Menyeka kemelut luka yang menggelayut di temaram mata itu
    Kepakkan sayap yang meranah di jeritan ratapan itu hingga menjadi asa di daku

    Dekapan jemari itu
    Menjadi pembungkus lentera kalbu

    Sejentik airmata itu
    Wujud rintihan bersenandung haru

    Kaulah Ibu!!
    Piawai bertahta penakluk peluh dan keluh

    Airmata yang setia berlinang
    Mengikis celah penyekat senyum yang dirasa semasa saja

    Teruntukku
    Kau limpahkan bunga surga itu
    Di bulir airmata itu

    Sudah kubilang, Ibu
    Hanya untukku

    Sumber gambar: dejulogy.wordpress.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi "Air Mata yang Setia Berlinang" Karya Arini Ulfa Rahmawati (FAMili Lampung) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top