• Info Terkini

    Wednesday, October 2, 2013

    Ulasan Puisi "Pagi" Karya Dyah Sekarwati (FAMili Bandung)

    Puisi berjudul "Pagi" ini sederhana, hanya terdiri dari satu bait. Namun bukan berarti dapat membuat makna puisi menjadi terasa sepi. Justru bila diselami, akan kita temukan di dalamnya sebuah perjalanan menuju kehidupan yang lebih baik.

    Pagi adalah masa depan yang cerah. Sementara malam, adalah masa lalu yang kadang terasa pedih namun sulit dilupakan. Maka benar apa kata pepatah, bahwa untuk maju kita harus terus berjalan ke depan. Bukankah masa lalu apa pun bentuknya adalah pelajaran berharga untuk menuju masa depan yang indah?

    Makna dalam puisi ini tentang masa lalu harus segera kita tinggalkan, dapat kita jumpai pada baris yang berbunyi "di malam hari aku bermimpi". Bukankah mimpi itu sesuatu yang tak nyata? Sedang pada baris "di pagi hari aku membuka mata", merupakan langkah bagi mereka yang optimis melihat hidup dengan terus maju, demi tercapainya cita-cita.

    Saran dari kami agar penulis terus berlatih. Tim FAM memberi apresiasi kepada penulis puisi ini karena terbilang masih sangat muda. Dengan terus berlatih menulis sejak dini--baik puisi maupun cerita--insya Allah suatu saat akan tumbuh menjadi penulis yang hebat. Asal jangan pernah menyerah dan tetap cinta menulis.

    Salam santun, salam karya!

    TIM FAM INDONESIA
    www.famindonesia.com

    [BERIKUT PUISI KARYA PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    PAGI

    Dyah Sekarwati (ID FAM1860S)

    Tak terasa malam telah berlalu
    Pagi hari pun datang
    Di malam hari aku bermimpi
    Di pagi hari aku membuka mata
    Dan melihat alam menyambutku

    Bandung, Februari 2013
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi "Pagi" Karya Dyah Sekarwati (FAMili Bandung) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top