• Info Terkini

    Monday, October 21, 2013

    Ulasan Puisi "Rindu Rumah Damaiku, Ibu" Karya Ghoniyatu Rohmah

    Puisi ini berisi tentang jeritan hati seorang anak yang rindu karena telah lama tak berjumpa dengan ibunya. Hidup di perantauan membuatnya jauh dari ibu. Ini terlukis sejak awal bait. Luapan rasa yang kian tak terperi pada rumah, sawah, bau tanah dan jabat tangan khas lebaran adalah ungkapan betapa sang anak tak dapat menahankan rindu yang mendera kepada ibu dan kampung halaman.

    Pada bait berikutnya digambarkan bahwa "aku" mulai tak berdaya. Harapan untuk bertemu dengan ibu di kampung halaman seolah lenyap. Namun seketika pada bait ketiga, ketidakberdayaan ini ia lawan. Ia yakin, cinta antara mereka berdua, tidaklah dapat kalah oleh apa pun, tidak oleh jarak maupun waktu.

    Mengenai EYD nampaknya sudah tidak ada kesalahan. Pesan untuk penulis, agar terus berlatih, jangan berhenti menulis, dan perkaya perbendaharaan kata Anda.

    Tetap semangat berkarya.

    Salam santun, salam karya!
    Tim FAM Indonesia

    [BERIKUT PUISI KARYA PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    Rindu Rumah Damaiku-Ibu
    Ghoniyatu Rohmah

    luapan rasa ini kian tak terperi
    rumah, sawah, bau tanah
    jabat tangan khas lebaran

    ibu...
    asaku mulai mendesis jengah
    kala pertahanan nyaris goyah
    bahkan saat hanya beberapa langkah
    tersungkur seakan tanda menyerah

    ibu...
    meski sulit kumeniti
    saat menginjakkan kaki di tempat yang dinanti
    hanya akan melabuhkan diri
    dalam rengkuh tubuhmu pasti

    iya ibu, menghitung hari ya bu...
    akan kudamparkan tubuhku
    dalam peraduan damai itu
    salam rindu jauh anandamu

    [www.famindonesia.com]

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi "Rindu Rumah Damaiku, Ibu" Karya Ghoniyatu Rohmah Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top