• Info Terkini

    Tuesday, November 19, 2013

    Banyak Siswa Berbakat Menulis Tapi Takut Kirim Karya ke Media

    PARE, KEDIRI– Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia menggelar diskusi menulis bertajuk “Mari Menulis, Jelajahi Dunia Tanpa Batas”, Kamis (14/11), di kantor FAM Indonesia Jalan Mayor Bismo, No. 28 Pare, Kediri, Jawa Timur.

    Tampil sebagai pembicara Muhammad Subhan, Ketum FAM Indonesia dan Aliya Nurlela, Sekjen FAM Indonesia. Diskusi diikuti perwakilan siswa dan guru dari sejumlah sekolah di Pare, Kediri. Turut hadir perwakilan Sanggar Dolanan yang kegiatannya fokus membina anak-anak jalanan di kota itu.

    Dalam paparannya Ketum FAM Indonesia Muhammad Subhan mengatakan, modal yang dimiliki calon penulis tidak cukup sekadar mengandalkan khayalan. Khayalan hanya sebagai pelengkap saja.

    “Seorang penulis harus mendalami materi tulisannya, dan materi itu didapatkan dari fakta-fakta yang terjadi di lingkungan sekitar,” ujar Muhammad Subhan yang juga seorang jurnalis dan penulis.

    Untuk itu, dia menekankan kepada penulis pemula (siswa) untuk melakukan survei , observasi, studi pustaka, wawancara, atau bahkan sampai hidup di lingkungan sosial budaya tertentu yang menjadi subjek tulisan. Hal itu dianggap penting untuk memperkuat dan mendalami isi tulisan.

    “Teknologi canggih yang berkembang hari ini memudahkan banyak orang melakukan riset,” jelasnya.

    Dari diskusi itu diketahui juga beberapa siswa yang berbakat menulis tetapi “takut” mengirim tulisannya ke media massa. Faktor penyebabnya antara lain tidak punya keberanian dan tidak tahu cara mengirim karya ke media.

    “Kami baru menulis di majalah dinding dan majalah sekolah,” kata Naela Nuril Alfin, siswa SMA Negeri 1 Pare.

    Walau demikian, Naela dan teman-temannya yang lain bertekad untuk mampu menulis dan menerbitkan karya mereka di media massa. “Diskusi ini sangat memotivasi kami untuk lebih suka membaca dan menulis,” kata Azza Asna Anjani, siswa lainnya.

    Sementara Makhyatul Fitria dari SMA Negeri 2 Pare mengungkapkan, bimbingan menulis yang ia dapatkan itu merupakan sesuatu yang berbeda dan sangat bermanfaat sekali. “Ilmunya beda dengan pelajaran menulis di sekolah ataupun di tempat lain. Inspiratif,” ungkapnya.

    FAM Indonesia merupakan komunitas penulis nasional yang berpusat di Pare, Kediri, Jawa Timur. Berdiri pada 2 Maret 2012 dan kegiatannya fokus pada pembinaan generasi muda Indonesia untuk gemar membaca buku dan menulis. Itu dilakukan lewat bimbingan kepenulisan baik di kantor FAM maupun dengan menurunkan tim ke sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.

    Saat ini anggota FAM Indonesia berjumlah ribuan yang tersebar di berbagai kota dan provinsi di Indonesia, juga di beberapa negara. (FAM)

    Keterangan Foto:

    DISKUSI MENULIS
    – Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia menggelar diskusi menulis bertajuk “Mari Menulis, Jelajahi Dunia Tanpa Batas”, Kamis (14/11), di kantor FAM Indonesia Jalan Mayor Bismo, No. 28 Pare, Kediri, Jawa Timur. (Foto: Ist.)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Banyak Siswa Berbakat Menulis Tapi Takut Kirim Karya ke Media Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top