• Info Terkini

    Tuesday, November 5, 2013

    Ulasan Puisi "Nestapaku" Karya Wahyu Prihartini (FAMili Pasuruan)

    Puisi ini berisi tentang renungan seseorang yang diterpa ujian. "Sebutir kelapa renta" adalah sosok manusia yang lemah dan tidak berdaya. Dalam hal ini, penulis memakai kata "renta", mungkin sebagai metafora sebuah waktu yang tak dapat diperdaya. Atau mungkin sebagai bukti betapa manusia sesungguhnya amatlah kecil di hadapanNya?

    "Samudra" adalah sebuah liku hidup setiap jiwa yang mau tidak mau harus dijalani dengan sepenuh hati. Kadang "gelombang sedih dan pilu" memang tidaklah cukup mengerti situasi diri hingga berbuat sesuka hati kepada manusia/jiwa tersebut. Maka tak jarang mereka yang lemah iman memilih untuk menyerah. Inilah satu kesalahan besar yang mungkin saja terjadi. Terlebih ketika jiwa "kandas" di keringnya "cadas keraguan". Lalu tiada "wahana" sebagai gambaran dari sebuah harapan untuk bertumbuh menjadi "tunas" (melanjutkan kehidupan dengan masalah yang terpecahkan).

    Namun tidaklah sia-sia jika seseorang mengerti betapa keagungan Tuhan itu tiada batasnya. Bukankah segala sesuatu akan mudah bagiNya? Maka salah besar manusia yang berpikir bahwa hidup sebagai "sebutir kelapa" yang terdampar pilu, adalah sebuah kematian. Bukankah "embun" bersedia datang sebagai pertolongan dariNya, apabila manusia itu sungguh-sungguh dalam berupaya dan berdoa?

    Puisi ini memberi nilai pencerahan kepada kita bahwa sejatinya tidak ada yang tidak mungkin bagiNya. Segala permasalahan akan lenyap jika manusianya dapat belajar mengartikan pahit manis hidup sebagai sebuah anugerah. Lagi pula, dengan adanya masalah-masalah itu, kita pun telah diberi kesempatan olehNya untuk mengubah diri menjadi pribadi yang lebih baik. Bukan begitu?

    Sedikit koreksi dari Tim FAM Indonesia, yakni pada kata "samudera" seharusnya ditulis "samudra". Selebihnya, sudah tidak ada kesalahan.

    Pesan untuk penulis dari kami: teruslah berkarya dan jangan berhenti menebar nilai-nilai kebenaran lewat untaian aksara.

    Salam santun, salam karya!

    TIM FAM INDONESIA
    www.famindonesia.com

    [BERIKUT PUISI KARYA PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    Nestapaku
    Wahyu Prihartini IDFAM1241U

    Aku hanyalah sebutir kelapa renta
    yang lepas dari tangkainya
    dan jatuh tak berdaya di pangkuan samudera

    Lama aku terombang-ambing    
    dalam gelombang sedih dan pilu
    sampai pada akhirnya
    aku terhempas dan kandas
    di hamparan cadas keraguan yang amat keras

    Tak ada wahana tempat aku
    bisa tumbuh jadi tunas

    Rabb…,
    jadikan hamparan kabut malam ini
    sebagai embun pada esok hari
    agar tunasku bisa tumbuhkan
    harapan sahaja
    bahwa nestapa yang Kauberi
    adalah pencerah kalbu semata

    Sumber ilustrasi: bungapenuhcerita.wordpress.com

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi "Nestapaku" Karya Wahyu Prihartini (FAMili Pasuruan) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top