• Info Terkini

    Friday, November 29, 2013

    Ulasan Puisi "Roda 'Kan Terus Berputar" Karya Yudi Rahmat (FAMili Cilegon)

    Puisi ini pada dasarnya bertujuan untuk mengingatkan kita kepada kematian. Takdir kematian seseorang memang tidak ada yang tahu selain Tuhan. Maka, apakah manusia masih akan terus berbuat kerusakan di muka bumi?

    Satu contoh kerusakan yang diangkat oleh penulis dalam puisi ini adalah masalah kesenjangan sosial. Orang sering kali lupa siapa dan untuk apa mereka hidup. Orang sering kali lupa bahwa kekayaan adalah titipan dari Tuhan. Namun, lihatlah, di tengah kelaparan yang menyerang sebagian manusia lemah, orang-orang kaya yang buta justru menghambur-hamburkan kekayaan mereka untuk sesuatu yang sia-sia. Lihatlah lagi, apakah mereka sudah benar-benar bertanya kepada manusia-manusia lemah itu, "Sudahkah kalian sarapan?"

    Roda terus berputar adalah keadaan dari hidup yang tak terduga. Boleh jadi hari ini seseorang berkuasa, kaya raya, dan segala bentuk kehebatan sebagai manusia besar ia miliki. Namun siapa dapat mengira kalau besok segala yang ia miliki itu akan hilang sekejap mata? Bagi Tuhan, tidak ada yang mustahil, untuk memutarbalikkan keadaan suatu kaum.

    Puisi ini mengandung banyak nilai pencerahan, di antaranya: mengingatkan kita kepada kematian, menarik kita untuk melihat ke bawah, serta mengajak melihat dari sisi kebaikan, betapa kelebihan yang Tuhan beri adalah sebentuk ujian bagi manusia.

    Beberapa koreksi dari Tim FAM, ada pada EYD. "Jadi lah" harusnya "jadilah", "simak lah" harusnya "simaklah", "tahu lah" harusnya "tahulah", "apa lah" harusnya "apalah", dan "kau lah" harusnya "kaulah".

    Kemudian "diderumnya", mungkin maksud penulis adalah "di dentumnya". "Dugem" baiknya diketik dengan huruf miring, karena bukan merupakan bahasa baku. "Ramun" yang benar adalah "ranum".

    "Dikolong" yang benar "di kolong", "disepinya" yang benar "di sepinya", "diujung" yang benar "di ujung", serta "dijalan" yang benar adalah "di jalan". "Kan" semestinya ditulis "'kan" (perhatikan tanda apostrof sebelum huruf K). Terakhir, "jalan lurus-Mu" yang benar adalah "jalan lurusMu".

    Baik, teruslah berkarya. Tetap cerahkan dunia lewat tulisan.

    Salam santun, salam karya!

    TIM FAM INDONESIA
    www.famindonesia.com

    [BERIKUT PUISI KARYA PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    Roda kan Terus Berputar

    Oleh Yudi Rahmat ID FAM1880U

    Jalanan bisu di ramai senja
    kelopak mata sendu menatap asa
    hujan rinai – rinai menari-nari di aspal hitam
    memeluk hampa di ujung khayal
    ramai memang ramai
    apa daya langit seolah enggan menyapa
    ketidakpedulian menjadi asa
    kau tak mampu jadi lah penonton
    simak lah orang berpamer-pamer kemewahan
    makan minum cebok di hotel berbintang
    cekakak-cekikik di baunya alkohol
    diderumnya musik dugem
    menjilati perawan-perawan  muda nan ramun
    kau tahu lah siapa mereka !
    anggota dewan ? politikus ? pengusaha ?
    apa lah peduli saya
    makan minum nemu bersyarat keringat
    apa peduli saya
    tidur mewah dikolong jembatan
    apakah keadilan itu?
    jalan terus berputar merintangi waktu dalam zaman
    hari ini berjaya apa lah esok yang kita tahu
    bermewahan-bermewahan telah melalaikanmu dari
    mengingat Allah ! Naudzubillah !
    mati berkalang tanah,siapa teman kau?
    roda pasti kan terus berputar
    dunia fana sementara saja
    amalan kita bertumpuk kita harus gapai di dunia
    bekal akhirat kelak ,semua akan pertanggungjawabannya
    ramainya jalanan disepinya orang-orang mengingat Allah
    wis orang miskin jangan protes!Ahahahahaha..!nyinyir sekali.
    roda kan terus berputar!
    manfaatkan waktu senggang dan waktu sehatmu
    esok,hari ini, kapan kita mati apa siapa tahu
    jalanan aspal masih hitam ditimpa rinai hujan
    terpekur diujung comberan got berbau
    Ya Rabb!
    jangan jadikan kefakiran menjadikan kekafiran
    Kau lah segalanya, Kau lah Rabb kami
    tuntunlah kami dijalan lurus-Mu
    Aamiin.

    Cilegon,19 Agustus 2013/Salam santun!

    Sumber ilustrasi: tulisannda.wordpress.com

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi "Roda 'Kan Terus Berputar" Karya Yudi Rahmat (FAMili Cilegon) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top