• Info Terkini

    Sunday, November 24, 2013

    Ulasan Puisi "Sayonara Dunia" Karya Danar Dwi Anandika (FAMili Banyumas)

    Puisi ini berisi semacam kekesalan hati tentang dunia yang porak poranda. Ini tergambar jelas sejak bait pertama. "Meranggas", "badai gurun", dan "fatamorgana" mungkin sebagai sebuah metafora bagi keadaan di mana kekacauan, kejahatan, ketidakadilan, dan segala macam bentuk keburukan mulai berkuasa.

    "Bidak catur" yang tak lagi menurut pada tuan, tak lain adalah sebuah pelanggaran yang terang-terangan terjadi namun tetap dibiarkan, atau malah dipelihara. Ironisnya, "orang-orang tidur terlelap" pada bait ketiga adalah rasa nyaman yang tak wajar—yang justru dianggap sebagai bagian tak terbantah dari kemajuan zaman. Adakah kesadaran dalam hati manusia-manusia itu ketika kebenaran mulai mati, dari yang tadinya putih menjadi hitam?

    Puisi ini sederhana tapi dalam makna. Namun dari segi penulisan tidaklah rapi, karena nyaris dari seluruh bait puisi ini, penulis mengetiknya dengan tidak memberi jarak/spasi antara satu kata dengan kata yang lain. Maka puisi ini tidak dapat dinikmati secara utuh oleh pembaca dan tentu jika dilihat akan terasa kurang nyaman. Untuk penulis diharapkan agar pada karya-karya berikutnya agar lebih teliti, terutama mengedit ulang tulisan-tulisan Anda hingga rapi. Bukankah tulisan yang rapi akan lebih nyaman untuk dibaca? Selain itu juga kekurangrapian dapat mengurangi makna kuat yang tersimpan dalam tulisan kita.

    Terus berkarya dan jangan berhenti menulis.

    Salam santun, salam karya!

    TIM FAM INDONESIA
    www.famindonesia.com

    [BERIKUT PUISI KARYA PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    Sayonara Dunia
    Danar Dwi Anandika (IDFAM1840U)

    Duniainimeranggasmenahanpanaspenuhsengsara
    Badaigurunmelibasserpihanjiwa
    yanglinglungdalamlingkaranfatamorgana

    Padaabadiniduniaberduka
    Sebabbidakcaturtaklagimenurutpadatuan
    Kudaacuanberlaritanpalintasan

    Duniamerintih, sakit….
    Sayang, orang – orang tertidurlelap
    Mimpiindah di antaramahkotaRafflesiaarnoldi

    Duniatakmaulagiberkerabat
    Ah, siapapeduli

    Sumber ilustrasi: annyas.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi "Sayonara Dunia" Karya Danar Dwi Anandika (FAMili Banyumas) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top