Skip to main content

Posts

Showing posts from 2014

Sajak-sajak Ramadhan

Judul: Sajak-sajak Ramadhan
Penulis: 42 Penulis Indonesia
Kategori: Antologi Puisi
Terbit: November 2014
Tebal: 166 hlm ; 14 x 20 cm
ISBN: 978-602-7956-87-2
Harga: Rp45.000,- (Harga belum termasuk Ongkir)

Kontributor:
Adika Sri Wahyuni, Afrizani Ramli, Ahmad Solihin, Aisyah Nur Aini, Andris Wuryani, Anggita Ayunda Sakuntala, Anggraini Hilda Contheza, Ansar Salihin, Ardy Nugraha, Dadi Sopandi, Deny Nofriansyah, Eko Prasetyo, Fitri Dwi Andani, Ghoffar Albab Maarif, Ika Candra Destiyanti, Irma Oktavianingsih, Jainal Abidin, K.H Kunarto, Lenni Ika Wahyudiasti, Masroki, Muamanati Yuliati Rahmawati, Muchammad Dani Saputra, Muhammad Chanif Hanafi, Naero, Nency Paramidha Hazar, Nur Atika, Nurul Khotimah, Nurbing (Osella), Rahmi Afzhi Wefielananda, Rahmi Mardatillah, Ratnani Latifah, Rissari Yayuk, Rizki Fajar Sodiq, Roni Nugraha Syafroni, Shoma Noor Fadlillah, Sonhaji, Sri Wahyuni, Suharto, Suheli Karyadi, Tiara Novita, Wahyudi Abdurrahman Zaenal,Yessi Arsurya

Penyair-penyair di buku ini, punya cara s…

Sedikit-Sedikit Lama-Lama Jadi Bukit

Judul: Sedikit-Sedikit Lama-Lama Jadi Bukit
Penulis: 8 Penulis Kreatif
Kategori: Antologi Nonfiksi
Terbit: Januari 2015
Tebal: 73 hal; 14 x 20 cm.
ISBN: 978-602-7956-94-0
Harga: Rp35.000,- (Harga belum termasuk Ongkir)

Kontributor:
Merintis Usaha Dakwah (Anna Ilham), Dari Pemulung Sampai Jadi Mahasiswa (Devi Yulianti Wafiah), SMART to Success (Dinda Sailut), Mengubah Paradigma (Randi Wahyudi), Membangun Jiwa Raga dari Titik Nol (Nency Hazar), Usaha Sulaman Minang (Yenni Artati, A.Md), LBB+Prestasi Utama Yogyakarta (Yose Rizal Triarto, S.Si), Di Balik Rahasia Tuhan (Yuyun Ambarwanto)

***

Beragam kisah yang ditulis 8 Penulis Kreatif di buku ini. Tentang suka-duka merintis usaha dari nol. Bagaimana saat mereka memiliki keinginan mandiri, menghasilkan materi dari jerih payah sendiri dan ingin membahagiakan orang-orang yang dicintai, yang kemudian menyusun langkah-langkah untuk meraihnya.

Berbagai upaya ditempuh untuk mewujudkan impian tersebut, seperti banyak membaca buku motivasi bisnis, sharing d…

Ulasan Esai “Membenahi Diri Sendiri: Salah Satu Kunci Membenahi Pendidikan” Karya Ranti Widiastuti (FAMili Kendari, Sulawesi Tenggara)

Tim FAM Indonesia mengapresiasi esai ini sebagai sebuah ekspresi dari kepekaan, kepedulian yang didukung oleh kecakapan berliterasi yang meliputi kecakapan membaca, berpikir kritis dan melakukan analisis ilmiah dan sistematis.

Tulisan ini menjadi lebih menarik untuk dibaca karena mengangkat tema pendidikan, sebuah bahasan yang selalu aktual. Tulisan ini juga inspiratif karena menawarkan solusi yang bisa dilakukan mahasiswa untuk ikut berpartisipasi membenahi dunia pendidikan.

Namun tim FAM Indonesia memberikan beberapa catatan sebagai berikut:

1. Judul sebaiknya tidak terlalu panjang namun mengundang hasrat pembaca untuk mengikuti uraiannya, maksimal 4 kata saja. Misalnya: “Kunci Utama Reformasi Pendidikan”, atau judul lainnya yang lebih singkat dan menarik.

2. Pengutipan data ilmiah memang bagus untuk menguatkan analisis. Namun, akan lebih baik lagi jika referensi yang digunakan adalah berupa buku atau jurnal ilmiah. Data dari internet harus dipilih dengan sangat selektif, karena tidak …

Hujjah Ahli Tahlil

Judul: Hujjah Ahli Tahlil
Penerjemah    : Samsul Maarif
Kategori: Non Fiksi
Terbit: Desember 2014
Tebal: 93 hal 14 x 20 cm.
ISBN: 978-602-7956-93-3
Harga: Rp30.000,- (di luar ongkir)
Buku ini mengkaji tentang bid’ah yang dianggap sesat oleh golongan Wahabi yang pimpinannya bernama Muhammad bin Abdul Wahab. Di dalamnya diterangkan mengenai definisi bid’ah menurut Ahli Sunnah Wal Jama’ah dan golongan Wahabiyah, mengupas tuntas mengenai hujjah ahli tahlil, problematika bid’ah dalam kehidupan sehari-hari, terdapat pertanyaan-pertanyaan dan jawaban tentang bid’ah dengan bersumber pada dalil nash Al Qur’an dan Hadits, pendapat para ulama mengenai problematika bid’ah, sebagian ulama yang menentang pendapatnya Ibnu Taimiyah dan Muhammad bin Abdul Wahab.

Dengan demikian buku ini dapat memberikan pemahaman yang sahih tentang masalah bid’ah yang dianggap sesat oleh golongan Wahabiyah bagi para pembaca, baik dari kalangan akademis maupun masyarakat kebanyakan.

Lihat koleksi buku-buku karya anggota FAM Ind…

Ulasan Cerpen "Gadis di Bawah Hujan" Karya Lydia Nahkluz Petrovaskaya (FAMili Bengkalis, Riau)

Cerpen ini bercerita tentang Kia yang merenungi kesedihannya bersama hujan. Di bagian awal, kita seolah akan disuguhkan konflik besar antara ia dan ayahnya. Ibu yang sudah meninggal, membuat Kia tidak sepenuhnya bisa menerima rencana pernikahan sang ayah. Ya, ayahnya akan menikah lagi. Kepada Nitalah--satu-satunya sahabat terbaik yang dipunya--Kia hendak mengadukan ini, mencari solusi, mencari ketenangan. Keduanya memang begitu dekat. Apa pun masalah yang ada, Kia percaya Nita bisa menyimpannya.

Hanya saja, setelah kemunculan Nita, arah cerpen ini tidak sama dengan yang sejak awal pembaca duga atau malah harapkan. Setelah kehadiran Nita, konflik yang sejak awal mengarah pada sang ayah, justru berbalik pada sosok Nita itu sendiri. Kekecewaan pada Ayah, membuat Kia kehilangan semangat. Tapi sebuah surat datang di kala masa-masa sulit itu masih ia hadapi. Surat dari Nita itu berisi kenyataan bahwa penyakit ganas tengah menggerogoti tubuhnya. Tak lama lagi, hidup Nita berakhir. Kesedihan K…

Kepengurusan FAM Cabang Tulungagung dan Kediri Terbentuk

Kediri (FAMNews) – Kepengurusan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia Cabang Tulungagung dan Kediri resmi terbentuk, Jumat (26/12/2014). Terpilih sebagai Koordinator Arifin Hidayat dan Wakil Koordinator Mahyatul Fikriyah.

Pembentukan kepengurusan FAM Tulungagung dan Kediri itu dihadiri Sekjen FAM Indonesia, Aliya Nurlela, di Sekretariat Pusat FAM Indonesia, Jl. Mayor Bismo, No. 28, Pare, Kediri. Selain pembentukan pengurus, pertemuan itu juga diselingi dengan diskusi kepenulisan.

“Kepengurusan FAM Tulungagung dan Kediri ini sudah lama direncanakan dibentuk, namun baru terwujud hari ini. Selamat bertugas kepada pengurus harian, semoga literasi di Tulungagung dan Kediri semakin hidup,” kata Aliya Nurlela yang juga penulis novel “Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh.

Dia menjelaskan, kepengurusan FAM Tulungagung dan Kediri nama kotanya disatukan. Tujuannya, agar tidak menimbulkan kerancuan sebab kantor pusat FAM Indonesia berada di Pare yang merupakan wilayah Kediri. Ke depannya, FAM Tulungagu…

Muhammad Subhan: Perlakukan Karya Tulis Seperti “Anak” Sendiri

Padang (FAMNews) – Karya tulis, apa pun jenisnya, perlu diperlakukan seperti anak sendiri. Penulis, sebagai orang yang melahirkan karya itu, harus mempunyai rasa kasih sayang sehingga “anak” yang dilahirkannya dapat tumbuh besar, dan kelak, kehadirannya memberikan manfaat bagi banyak orang.

Demikian dikatakan Muhammad Subhan, motivator kepenulisan dari Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia yang tampil sebagai pembicara bersama penulis best seller Asma Nadia di hadapan 200-an peserta Seminar Nasional bertajuk "Bring Your Future Today With Writing" yang ditaja Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas MIPA Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (25/12), di Ruang Teater Tertutup Fakultas Bahasa dan Sastra UNP.

“Karya tulis saya ibaratkan anak yang dilahirkan seorang ibu. Proses melahirkannya berdarah-darah, antara hidup dan mati. Ketika anak itu lahir, orangtua si anak harus ikhlas menerima apa pun bentuk fisik anaknya, baik sehat maupun cacat,” ujar Muhammad Subhan yang juga penuli…

FAM Jabar Silaturahim dan Diskusi Kepenulisan dengan Komunitas di Cianjur

Cianjur (FAMNews) – Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia Wilayah Jawa Barat dan Banten menggadakan Silaturahim dan Diskusi Kepenulisan dengan sejumlah komunitas di Cianjur, Ahad (21/12), di Ruang Seni Rupa, Dewan Kesenian Cianjur (DKC) Jl. Soeroso No. 46.

Komunitas-komunitas di Cianjur yang hadir dalam pertemuan itu, di antaranya Komunitas NINAbobo (Kang Iwan B. Setiawan), FLP (Teh Nenden WL) dan Lensa Creative Film (Kang Saepul Adha) serta Komunitas Seni Cianjur/KSC (SandyWiguna). Pertemuan berlangsung hangat dan kekeluargaan.

Pertemuan yang digagas FAM Wilayah Jawa Barat ini, bertujuan merekatkan silaturahim antarkomunitas kepenulisan dan komunitas seni di Cianjur. Selain itu, untuk menjalin sinergi positif untuk menyatukan tekad bersama-sama memajukan dunia literasi.

Dari diskusi itu, muncul keinginan beberapa peserta lainnya untuk membuka Cabang FAM Cianjur dan membentuk kepengurusannya. Di samping itu, harapan mereka, pertemuan tersebut tidak hanya sekali itu saja, melainkan terus be…

Kopdar FAM Surabaya Diisi dengan Diskusi Menulis Feature

Surabaya (FAMNews) – Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia Cabang Surabaya kembali bekerja sama dengan Bina Qalam Indonesia untuk menggelar Kopdar pada Ahad, 21 Desember 2014 pukul 10.15 - 12.15.

Pada Kopdar ke-23 ini, FAM Surabaya mengangkat sebuah tema diskusi yaitu penulisan feature dengan menghadirkan Mas Samsul Bahri (mantan jurnalis majalah Suara Hidayatullah/manager Bina Qalam) sebagai pemateri.

Selama sekitar 90 menit, 13 peserta kopdar diberi wawasan baru seputar feature, yaitu sebuah jenis tulisan nonfiksi yang banyak dimuat di majalah.

Dalam presentasinya, Mas Samsul memaparkan tentang apa itu feature, jenis-jenis feature, isi feature, serta persamaan dan perbedaan feature dengan stright news.

Usai memberi paparan, para peserta juga dilatih untuk menulis sebuah feature bertema Ibu (dalam rangka memperingati Hari Ibu) yang nantinya akan dipajang di blog famsurabaya.blogspot.com, blog yang dikelola FAM Surabaya. (Yudha Prima)

Lihat koleksi buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI

Mengasah Pena dalam Cinta

Judul: Cinta di Ujung Pena
Penulis: 42 Penulis Indonesia
Penerbit: FAM Publishing
Jumlah halaman: 309 hal; 14 x 20 cm
Terbit: September 2014
ISBN: 978-602-7956-78-0

Kisah-kisah 42 penulis di buku ini sangat beragam, ada yang menulis berawal dari hobi, waktu luang, termotivasi teman, ingin menghasilkan karya bermanfaat dll. Mereka menemukan keasyikan dan merasa nyaman mencurahkan segala perasaan lewat tulisan. Semua peristiwa yang terjadi dalam kehidupan mereka menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan karya.

Anna Ilham, seorang BMI Hongkong mengawali kisah di buku ini dengan judul “Menulis itu Perjuangan.” Wanita mandiri yang bekerja sebagai pengasuh anak ini,  menyediakan waktu menulis (baginya) benar-benar sebuah perjuangan. Di mana aktivitas hariannya tak memberi ruang yang cukup untuk menulis. Sejak pagi, ia bekerja menyiapkan keperluan anak-anak sekolah, belanja ke pasar, menemani nenek minum teh dan mengerjakan berbagai pekerjaan rumah lainnya, seperti; mencuci pakaian, menyetrika, v…

Ulasan Cerpen "Asap Sederhana" Karya Rahmi Intan (FAMili Pasaman)

Jarang sekali kita jumpai di dunia nyata, bahwa ada seorang murid SMP seperti Zidan, yang begitu memerhatikan kebersihan lingkungan dan kesehatan. Cerpen ini cocok dibaca adik-adik kita agar mereka belajar bahwa menjaga kebersihan dan kesehatan itu penting. Dari awal hingga akhir, cerpen ini sudah memberi pesan positif pada pembaca.

Ada beberapa koreksi mengenai EYD. Kata-kata berikut: "diufuk", "dibangku", dan "dihari", seharusnya ditulis: "di ufuk", "di bangku", dan "di hari", sebab ketiga jenis kata tersebut merupakan kata keterangan tempat, sehingga "di-" berfungsi sebagai kata depan yang ditulis terpisah.

Kemudian "hembusan", "tau", "kan", "nasehat", "orang tua", dan "memperhatikan", yang benar ditulis: "embusan", "tahu", "'kan" (dengan tanda apostrof ( ' ) di depan, sebab "kan" yang berasal dari kata dasar…

Piagam Penulis Buku Puisi “Ibu dalam Balutan Rindu”

Seluruh penulis buku antologi "Ibu dalam Balutan Rindu" akan mendapatkan piagam seperti contoh. Piagam akan dikirim melalui email masing-masing penulis secara bertahap. Adapun nama-nama penulis yang tergabung dalam event ini sbb:

1. Abdullah (Bontang). Judul puisi: Ibu, Pelita dan Penyemangat Hidupku. Pesona Ibuku

2. Adeline Yunita Suprapto (Bandung). Judul puisi: Pagi yang Cerah, Maafkan Aku Mama

3. Ajeng Mawaddah Puyo (Gorontalo). Judul puisi: Yang Datang Tiba-tiba, Bu

4. Almi Yanti (Padangpanjang). Judul puisi: Sepenggal Kisah, Sajak tentang Ibu

5. Amrul Fajri (Sigli, Aceh). Judul puisi: Bu, Keningmu Taman Syurga Firdaus, dan Kepadamulah Rinduku Bermuara. Tentangmu Ibu, Telah Dinukilkan di Dalam Kitab Suci-Nya, dan Rasul Pun Memuliakanmu

6. Angga Juniardo (Bekasi Utara). Judul puisi: Ucapan Terima Kasih Kepada Ibu, Ibu

7. Anik Maslikah (Hongkong). Judul puisi: Kasih Bunda, Perjuangan Seorang Ibu

8. Athiyah Karim (Jember). Judul puisi: Ibu Kaulah Hidupku, Bukan Sekadar Ibu

9. Arif …

Ulasan Cerpen "Rahasia Cinta" Karya Doni Alfajri (FAMili Agam, Sumatera Barat)

Inti cerita dari cerpen ini adalah menjaga hati untuk kebaikan hidup di dunia dan akhirat. Manusia diciptakan tentu dengan cinta. Bayi tumbuh dan berkembang dengan cinta. Cinta tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Allah memberikan cinta-Nya, sehingga kita ada.

Tersebutlah Indra, pemuda agamis yang mampu menjaga hati dari kesalahan memahami cinta. Remaja pada umumnya menganggap cinta adalah barang halal, maka berpacaran, bahkan berganti-ganti pacar menjadi lumrah. Namun tidak pada Indra. Maka, berkat prinsipnya itulah, ia berhasil meraih kesuksesan, yang nanti membawanya justru pada sesuatu yang sejak awal dijaganya, yakni cinta itu sendiri.

Pesan yang bagus sampai pada para pembaca. Sayangnya, ada banyak sekali kesalahan penulisan, baik itu dari segi EYD maupun kerapian naskah. Kata-kata berikut ini adalah sebagian yang Tim FAM ambil untuk dikoreki: "siapapun", "di buai", "di karuniakan", "di rasakan", "di tolak", "syaitan"…

Media Massa Menunggu Karya Penulis Pemula

PortalMadura.Com, Padangpanjang—Selain mengandalkan karya jurnalistik wartawannya, media massa juga membuka ruang terbuka untuk penulis lepas, khususnya pelajar. Tulisan-tulisan itu beragam jenis, mulai fiksi maupun nonfiksi.

“Tinggal memilih mau fokus menulis apa, fiksi atau nonfiksi,” ujar Muhammad Subhan, pegiat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia di hadapan puluhan pelajar dalam acara Pelatihan SDM Bidang Jurnalistik Tingkat Pelajar se-Kota Padangpanjang, Selasa (16/12), di aula Balaikota Padangpanjang.

Pelatihan tersebut diadakan Humas Setdako Padangpanjang dalam rangka memberikan keterampilan menulis kepada pelajar di Kota Serambi Mekah itu.

Menurut Muhammad Subhan, peluang yang diberikan media massa, baik cetak maupun online, harus dimanfaatkan oleh pelajar sebagai calon penulis masa depan Indonesia. Sebab, dengan berlatih menulis serta mengirimnya ke media massa, karya yang ditulis akan bermanfaat sebab dibaca banyak orang.

“Media, baik koran maupun online, sangat membutuhkan tul…

Buku Karya Anggota FAM Indonesia Diluncurkan di ‘Jakarta Library and Archives Expo’

Jakarta, sumbarsatu.com—Jumlah buku yang diterbitkan di Indonesia masih tergolong rendah, tidak sampai 18.000 judul per tahun. "Jumlah ini lebih rendah dibandingkan sejumlah negara, di antaranya Jepang yang mencapai 40.000 judul buku per tahun dan India 60.000 judul,” ujar Suharyanto, Pustakawan Perpusnas RI yang juga anggota Forum Akif Menulis (FAM) Indonesia.

Menurutnya, budaya menulis dan budaya beli buku masyarakat Indonesia harus ditingkatkan, guna mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain.

Koordinator FAM Wilayah Jabodetabek, Efri S. Bahri, Senin (15/12), menyebutkan, salah satu buku yang diluncurkan FAM Indonesia pada pameran “Jakarta Library and Archives Expo 2014” di Lapangan Banteng Jakarta Pusat, 11-14 Desember 2014, adalah buku “Glosarium Istilah Perpusatkaan” karya Suharyanto yang juga Pustakawan Teladan Nasional.

Peluncuran buku tersebut dipandu Dosen STEI SEBI Hendro Wibowo dan Abang None Buku DKI Jakarta. FAM Indonesia untuk pertamakalinya mengikuti event “Jak…

Ulasan Cerpen "Jeritan Hati Gadis Berangan" Karya Rahmi Intan (FAMili Pasaman)

Diceritakan, ada seorang gadis yang ingin cerpen karyanya dimuat di sebuah media cetak. Tapi, walau sering mengirim tulisannya, tak pernah ada kabar dimuat. Kehidupannya sebagai mahasiswi terasa sepi, apalagi kondisi keuangan harus membuatnya menahan lapar di kamar kos.

Suatu waktu, kecelakaan terjadi. Afila, gadis ini, meninggal dalam peristiwa itu. Sang ayah yang mendatangi jenazah anaknya merasa sedih, sampai redaktur sebuah media cetak memberi kabar bahwa cerpen karya anaknya akan dimuat di edisi mendatang. Arwah tokoh utama cerpen ini, Afila, melihat semua kejadian itu. Ia tidak bisa mengubah apa-apa, sebab setiap jiwa yang mati tidak bisa meminta kembali ke dunia.

Beberapa koreksi EYD ada pada kata-kata berikut ini: "fikiran", "kantong", "nafas", "diponselku", "kuhembuskan", "sekedar", "tau", dan "telpon"--yang seharusnya ditulis: "pikiran", "kantung", "napas", "di po…