• Info Terkini

    Thursday, February 20, 2014

    Ulasan Puisi "Aku dan Heningku" Agus Sang Penghibur (FAMili Gresik)

    Ilustrasi
    Rindu tak tersampaikan, begitulah kira-kira makna puisi ini. Dari bait pertama, kita akan berjumpa dengan "hening" dan "malam". Keduanya adalah gambaran hati yang gelisah akibat rindu yang menyiksa. Semakin kuatlah sinyal kerinduan itu ketika "wajah rembulan tak tampak".

    Pada bait berikutnya, tersebutlah kata "rindu" itu, tempat di mana siksaan ini bermula. Judul "Aku dan Heningku" terasa tepat, sebab pertemuan yang tak terjadi membawa hening, gara-gara terlalu banyak memikirkan rindu "yang menghantui". Sosok "aku" pun tak berdaya, hanya bisa menuangkan segala rasa lewat "sajak-sajak curahan hati"-nya. Entah apa yang menumbuhkan kebuntuan ini. Yang pasti, rindu itu hanya terpendam dalam hening dan malam. "Membeku dan tidak bergerak" adalah ketidakberdayaan. Lengkap sudah derita yang ditanggungnya.

    Sedikit koreksi ada pada penulisan "heningpun", yang semestinya tertulis "hening pun". Selebihnya mengenai EYD sudah benar. Sementara tentang isi dari puisi ini, penulis sudah cukup baik menggambarkan perasaan tersiksa akibat rindu itu, dengan menjadikan malam dan hening sebagai wujud dari derita.

    Pesan untuk penulis agar jangan berhenti berlatih. Terus menulis dan menulis.

    Salam santun, salam karya!
    TIM FAM INDONESIA

    Aku dan Heningku
    Karya: Agus Sang Penghibur

    Hening ini berkuasa
    di raut malam membentang hitam
    wajah rembulan tak tampak
    nan biasanya di pucuk cemara

    Pada hembus angin malam
    kuteriak titip rinduku padanya
    yang menjauh dari sukma
    namun selalu dekat
    pada segumpal darah dalam tubuh ini
    rindu-rindu selalu menghantui

    Sajak-sajak selalu jadi curahan hati
    dan heningpun selalu setia menemani
    lirih dalam hatiku memanggilmu
    kini hanya dingin mencekam
    kurasa bersama lamunan kerinduan
    dan membeku tak bergerak
    di tengah hitamnya malam.

    Sumber gambar: bilarindutinggalkata.wordpress.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi "Aku dan Heningku" Agus Sang Penghibur (FAMili Gresik) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top