• Info Terkini

    Wednesday, March 5, 2014

    Proses Kreatif Buku Kumpulan Cerpen Anomali

    Oleh Yudha Prima

    Penyusunan buku kumpulan cerpen “Anomali” memakan waktu bertahun-tahun. Berawal dari ketertarikan saya dengan cerpen-cerpen yang menyoroti realita kehidupan, saya kemudian melakukan kontemplasi. Menurut ingatan saya yang belakangan mulai mengalami penurunan sebagai tanda masih muda ini, saya mulai menulis cerpen sekitar tahun 2007 Sesudah Masehi. Saat itu Indonesia masih diwarnai dengan berbagai bencana alam. Bagi sebagian orang yang malas berpikir pasti akan menganggap ini fenomena alam belaka. Namun saya mencoba merenung dan membandingkannya dengan kaum nabi Nuh Alaihissalam dan juga kaum Ad dan Tsamud yang dimusnahkan karena pembangkangannya. Saya berpikir, bukan tidak mungkin berbagai bencana ini merupakan jawaban Allah atas suara hati kaum tertindas. Akhirnya, saya tuangkan bayangan-bayangan saya itu menjadi sebuah cerita berjudul Setengah Tiang. Inilah cerpen pertama saya. Sempat saya kirimkan ke media cetak dan alhamdulillah tidak dimuat.

    Tahun 2009 adalah tahun politik untuk negeri ini. Seperti biasa, berbagai manuver politik untuk mendapatkan suara rakyat dilakukan. Jujur, saya adalah salah satu rakyat yang makin muak dengan berbagai kepura-puraan para pemain politik. Kemuakan saya itupun mendorong saya untuk menulis cerpen berjudul Politisi Bukanlah Merpati. Saya kirimkan ke media cetak dan lagi-lagi tidak dimuat.

    Cerpen ketiga adalah Malaikat Juga Bingung, Tiara. Ide ceritanya adalah dari kisah nyata yang saya alami sebagai seorang pendidik. Tiara (bukan nama sebenarnya) adalah siswa bimbingan saya. Saya mengagumi perjuangannya dan utamanya kejujurannya. Dia tidak ingin mengotori prestasinya dengan kecurangan. Kekaguman inilah yang membuat saya memutuskan untuk mengabadikan kisah perjuangannya menjadi kisah fiksi dalam bentuk cerpen. Alhamdulillah, cerpen ini kembali tidak mebuat awak media tertarik untuk memuatnya.

    Tiga kali ditolak media membuat saya kehilangan minat menjadi penulis. Saya putuskan untuk vakum beberapa sampai batas waktu yang tak tentu. Hingga akhirnya pada saat Ramadhan 2014 saya berta’aruf dengan Forum Aktif Menulis Indonesia dan mengikutu beberapa even penulisan cerpen. Alhamdulillah sejak itu ghirah menulis saya tumbuh lagi.

    Setelah beberapa cerpen saya dimuat di beberapa antologi terbitan FAM Publishing, saya bulatkan tekad untuk menyusun buku tunggal. Alhamdulillah, setelah sekitar 1,5 tahun menjadi anggota FAM Indonesia, saya bisa memproduksi 10 cerpen lagi hingga terkumpul menjadi satu buku yang kemudian diberi judul Anomali.

    Mengapa saya beri judul Anomali? Karena semua cerpen yang ada di buku tersebut terinspirasi dari berbagai bentuk ketidaknormalan yang terjadi di negeri ini. Baik itu di dunia pendidikan, masalah sosial ekonomi, di rumah tangga, di dalam angkutan kota, dan sebagainya. Dengan demikian, boleh dibilang buku ini adalah saya, suara hati saya yang gelisah. Dan selama saya masih bisa menjumpai adanya anomali yang membuat hati saya dan mungkin juga anak-anak bangsa ini gelisah, selama itu pula buku Anomali akan menyuarakannya.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Proses Kreatif Buku Kumpulan Cerpen Anomali Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top