• Info Terkini

    Monday, March 3, 2014

    Ulasan Cerpen "Goresan Mimpi di Atas Kertas" Karya Elis (FAMili Lubuk Linggau)

    Cerpen ini berisi tentang impian yang tertunda. Begitu besar keinginan seorang anak untuk dapat memberi kebaikan pada orang-orang terdekat dan kampung halamannya. Ia ingin membangun perubahan dengan bersekolah setinggi-tingginya. Namun restu dari orangtua membuat semua itu mesti tertunda. Biarpun demikian, menyerah bukanlah pilihan. Sebab masih ada jalan lain yang terbuka lebar untuk kita, bila satu jalan sebelumnya gagal untuk dilalui.

    Ada banyak koreksi mengenai penulisan (EYD). Di antaranya: "membuat ku", "ku lihat", "gumam ku", "kelas ku", "cerpen ku", "desa ku", "ku merangkak", "mimpi ku", "orang tua ku", "impian mu", "didaerah ku", dan masih banyak lagi. Yang benar ditulis: "membuatku", "kulihat", "gumamku", "kelasku", "cerpenku", "desaku", "kumerangkak", "mimpiku", "orangtuaku", "impianmu", "di daerahku". Perhatikan penempatan kata sambung yang tidak bisa berdiri sendiri.

    "Ditelinga", "disini", "dipikiran", dan "disudut". Seharusnya "di telinga", "di sini", "di pikiran", dan "di sudut". Kata depan "di-" berdiri sendiri, sebab bukan merupakan kata kerja pasif, melainkan kata keterangan tempat (perhatikan perbedaan perbedaan penggunaan kata depan "di-" pada kedua jenis kata tersebut). Kemudian "di didik", justru seharusnya ditulis tergabung menjadi "dididik (kata kerja pasif). Terakhir, "berfikiran", "Maha Kuasa", dan "tau", benarnya tertulis "berpikiran", "Mahakuasa", dan "tahu".

    Sedangkan untuk panggilan "ibu" dan "ayah" baiknya diawali dengan huruf kapital, menjadi "Ibu" dan "Ayah", sebab peran keduanya dalam hal ini sebagai subyek, bukan obyek. (Contoh peran kedua kata panggilan tersebut sebagai obyek: "Aku bersepeda dengan 'ayahku' (diawali dengan huruf kecil)". Atau: "Dia mempunyai 'ibu' seorang guru (diawali juga dengan huruf kecil)").

    Pesan untuk penulis agar terus berlatih. Jangan berhenti menulis. Imbangi aktivitas menulis Anda dengan banyak membaca buku-buku karya penulis terkenal. Karena dengan begitu, akan memperkaya perbendaharaan kata kita dan menambah pengetahuan mengenai teknik menulis yang baik.

    Terus berkarya dan tetap semangat.
    Salam santun, salam karya!

    TIM FAM INDONESIA

    www.famindonesia.com

    [BERIKUT TULISAN PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    Goresan Mimpi di Atas Kertas

    Oleh Elis ID FAM2008M

    Hiruk-Piruk kendaraan dan gemericik air membuat ku terlelap dalam angan yang jauh. Ku lihat awan itu terus menetap dengan posisi yang berbeda dengan gaya yang unik.

    “Hi awan , aku ingin menuliskan apa yang ku lihat. Agar suatu saat orang lain bisa membaca apa yang terjadi sebelum mereka “, gumam ku dalam hati.

    Awan itu semakin cantik, membuat ku benar-benar terlelap dalam mimpiku. Hingga akhirnya langit berwarna kemerahan, suara yang tak asing ditelinga ini membangunkan pejaman mataku. Ternyata segerombolan sapi berjalan dengan tak tertatur dengan seorang penggembala yang tersenyum manis. Dia adalah kakak kelas ku, yang memebriku inspirasi bahkan sejuta inspirasi. Sejak ku menginjakkan kaki di SMA kelas 2, impian ku untuk menjadi seorang penulis telah diberi apresiasi dengan karya cerpen ku yang pertama.

    Namun karena begitu jauh sumber info didaerah ku, mimpi itu hanya menjadi angan-angan belaka. Kini ku merangkak dan meraba-raba mimpi ku, goresan di sebuah kertas membuat diri ini penat. Setahun berlalu, ujian yang sebenarnya akan dihadapi. Satu persatu memikirkan tujuan setelah lulus SMA nanti. Ketika ditanya apa impian mu, satu persatu daun beguguran menanti jawaban ku. Semua telah mempersiapkan untuk impiannya, tubuh ku hanya terdiam.Ku tak tau apa impianku dan tak tau apa yang sedang ada dipikiran. Berjalan dengan hati tak karuan, ku lihat pondok yang mengingatkan ku pada masa lalu. Suara tertawa kecil disudut sana masih terngiang dalam benak ku. Masih terekam dan tersimpan utuh selama 1 tahun. Tiba-tiba angin yang terdiam, karena lamunan ku. Berhembus sepoi-sepoi, memberikan sebuah mimpi dalam pikiran ku. Aku ingin memperbaiki desa ku, agar mereka tidak ketinggalan informasi seperti ku. Agar mereka tidak berfikiran bahwa kuliah itu butuh biaya yang cukup besar. Aku bertekad untuk kuliah di kota seberang.

    Akhirnya ku mengikuti tes jalur undangan(PPA) di UNSRI dan UNIB, namun ternyata pilihan untuk prodi di UNSRI terlalu tinggi dan hasilnya nihil. Satu-satunya cara yaitu mengirimkan berkas PPA ke UNIB dan pengumumannya hampir bebarengan dengan tes SNMPTN. Kemudian tiba waktunya pengumuman kelulusan, ibu dan ayah kini mulai membicarakan biaya untuk ku kuliah. Karena aku adalah anak kedua yang berhasil di didik hingga menginjak ke bangku kuliah. Apakah sebesar itu biaya kuliah? Ada yang bilang bahwa biaya kuliah itu hingga mencapai puluhan juta. Pemikiran orang desa masih primitif, mereka masih belum mengerti.

    Karena tekad ku ingin lanjut kuliah, sambil menunggu hasil dari UNIB aku dan teman-teman ku mengikuti jalur SNMPTN. Satu bulan untuk menunggu hasil itu, dan ternyata hasil PPA dari UNIB sudah ada aku masuk ke Prodi yang diharapkan yaitu PGSD. Dan tak lama dari pengumuman UNIB, pengumuman hasil SNMPTN pun telah bisa dilihat. Pagi-pagi saat subuh, aku menerima pesan dari guru kimia ku. Isi pesannya:

    “kamu lulus di UNSRI prodi Matematika”.

    Aku tersentak kaget dan tak sadar aku loncat kegirangan, melihat hal itu bapak dan ibu terheran. Aku sujud syukur pada yang Maha Kuasa, dan setelah ku bercerita dengan kedua orang tua ku. Senyuman di wajah mereka berhasil ku dapati, namun sekarang ku berada antara dua pilihan.  Ini adalah masalah besar yang ku hadapi, dan ternyata menentukan pilihan itu tidak mudah. Butuh pemikiran yang matang, saat ku memutuskan untuk memilih dengan berbagai pertimbangan dari guru-guru terdekat. Ternyata saat dua hari sebelum penutupan pendaftaran ulang, ku berniat datang ke Bengkulu ternyata ibu ku tidak setuju. Padahal ku sudah bersiap-siap bahkan sudah menanyakan harga kosan untuk satu tahunnya. Aku masih tidak rela jika harus merelakan jurusan yang ku idamkan itu terlepas begitu saja.

    Akhirnya setelah berfikir dan menimbang dampak buruk dan baiknya .Aku mengalah, dan mengikuti keniginan dari orang tua. Aku ingat bahwa,” Allah itu memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan”. Dan ku yakin bahwa akan ada hikmahnya ketika ku berada di Universitas ini. Setelah memasuki gerbang impian, ternyata disini ku terinspirasi banyak tokoh dan orang-orang hebat. Impian ku untuk jadi seorang penulis kini hidup kembali. Ternyata ilmu itu tak selebar daun kelor,  tapi dia seluas samudra Hindia –Atlantik. Masih banyak diluar sana yang belum ku ketahui dan kini setelah ku memasuki Fakultas MIPA prodi Matematika, impian ku menjadi seorang ilmuan telah tergores di kertas mimpi ku bersama mimpi-mimpiku yang lain. Tidak dengan merangkak lagi, kini ku sudah mengeja bahkan menulis karya sederhana ku untuk bahan latihan. Menulis adalah sebuah Profesi tanpa gelar, dan bercerita sejuta pengalaman. Hingga kini, mulai melangkah untuk menjadi penulis yang dengan gaya travelling ke Dunia luar.

    Biodata

    Elis,Mahasiswsi FMIPA Jurusan Matematika UNSRI 2011. Lahir di Desa Suka Maju, 19 Februari 1993.Asal Ds Sukamaju,kec.Sumberharta,kabupaten MusiRawas,kota LubukLinggau. Yang mempunyai motto “ Man Jadda Wa Jadda”, karena sesuatu itu bila kita memang bersugguh-sungguh maka ia pasti akan mendapatkannya. Menyukai gambar-gambar manga. Alamat Facebook Elis Kyushaki dengan alamat e-mail elis_Syifa_Azzahra19@yahoo.com.

    Sumber ilustrasi: erwinperkasa.wordpress.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Cerpen "Goresan Mimpi di Atas Kertas" Karya Elis (FAMili Lubuk Linggau) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top