• Info Terkini

    Wednesday, May 28, 2014

    Pengumuman Pemenang Lomba Cipta Kata Mutiara Inspiratif Berhadiah Novel ‘Rinai Kabut Singgalang’ dan ‘Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh’

    PENGANTAR:
    FAMili, apa kabar Anda malam ini? Semoga sehat dan semakin aktif berkarya. Setelah kemarin diumumkan 50 nominator Lomba Cipta Kata Mutiara Inspiratif, maka tibalah saatnya diumumkan nama-nama Pemenang dan Kata Mutiara Inspiratif Pilihan. Sepanjang masa lomba, sebulan belakangan, FAM telah menerima masing-masing 2-5 Kata Mutiara Inspiratif dari 176 peserta. Tim FAM Indonesia yang ditunjuk sebagai dewan juri mengakui bahwa mayoritas Kata Mutiara yang dikirim peserta sangat inspiratif dan membakar semangat pembaca untuk berkarya (menulis). Perlu kerja keras untuk menentukan nama-nama pemenang. Namun demikian, Tim FAM harus memutuskan pilihan memilih Kata Mutiara Paling Inspiratif, menggugah, mengandung unsur kebaruan (tidak umum), dan memiliki makna yang mendalam. Tim FAM menetapkan 3 (tiga) pemenang utama dan 12 Kata Mutiara Pilihan (pengumuman sebelumnya hanya 10 Kata Mutiara Pilihan—red.). Setelah menimbang dan memutuskan, inilah nama-nama pemenang dan 12 Kata Mutiara Pilihan:

    JUARA 1:
    D.A. Akhyar  (Palembang, Sumatera Selatan)

    “Nisanku menjelaskan kematianku yang bertuliskan huruf dan angka. Namun, tulisanku akan menjelaskan siapa aku, bukan hanya sekadar huruf dan angka, melainkan sebuah makna kehidupan.”

    JUARA 2:
    Hidayatul Hasanah (Kartasura)

    “Syukur itu mudah diungkapkan dengan lisan namun lebih mudah diungkapkan dengan tulisan. Menulis merupakan salah satu wujud mensyukuri nikmat berupa tangan.”

    JUARA 3:
    Agus Santoso (Gresik, Jawa Timur)

    “Jika semua pelajar suka menulis, pasti tidak ada tawuran antarpelajar, dan jauh dari narkoba, karena mereka pasti akan sibuk dengan tulisannya.”

    TUJUH KATA MUTIARA INSPIRATIF PILIHAN

    1. M. Zaini (Martapura, Kalimantan Selatan)

    “Menulis adalah persambungan nyawa sejarah. Barang siapa meneruskannya, maka ia akan hidup. Barang siapa memutuskannya, maka ia akan mati.”

    2. Ken Hanggara (Surabaya)

    "Hal yang sampai sekarang membuat saya takjub saat menulis adalah: melihat diri ini seperti apa yang saya cita-citakan. Ketika saya dalam kondisi "miskin" sekalipun, saya bisa menjadi dokter yang mengobati orang lain lewat tulisan, walaupun saya lulusan SMA."

    3. Anggita Ayunda Sakuntala (Ngawi, jawa timur)

    “Tak mampu berucap bukan berarti selesai, karena masih ada kata yang mampu dan akan terus tertulis, dengan begitu tiada halangan untuk memberi inspirasi pada orang lain.”

    4. Muhajir Juli (Bireuen, Aceh)

    “Setiap‬ orang hebat, pasti dikelilingi oleh penulis hebat, sebab para penulislah yang membuat mereka terlihat hebat.

    5. Malisa Ladini (Semarang, Jawa Tengah)

    “Menulis adalah modal hidup. Dengan menulis kita akan mempunyai soft skill lebih, hampir semua pekerjaan membutuhkan keterampilan menulis. Selain itu menulis bisa dilakukan di mana saja, selain hobi juga mendatangkan rezeki.”

    6. Hannita Nur Rahmawati (Ngawi, Jawa Timur)

    “Menulis  adalah  cara  klasik  yang takkan  pernah tergantikan  oleh  apa  pun yang membuat  kita  tidak menjadi pelupa di saat tua.” 

    7. Istika Sandra Sari (Lampung, Bandar Lampung)

    “Kutahu tak semua pesan kebaikan dapat kutuliskan di hati anak-anakku. Maka, kutulis sebagian pesan itu dalam lembaran buku. Jika bukan anakku yang membacanya, semoga kelak cucuku mengamalkan kebaikannya.” 

    8. Rizka Andarosita (Mojokerto, Jawa Timur)

    “Tulisan tak mengenal keterbatasan dalam berkomunikasi. Tak semua orang dapat mendengar dan berbicara karena keterbatasan yang mereka miliki. Tetapi dengan tulisan, mereka bisa terlihat sama dengan orang lain.”

    9. Refdinal Castera (Padang, Sumatera Barat)

    “Orang yang berpikiran pasif, lebih banyak menggunakan waktunya untuk tidur daripada bangun. Orang yang berpikiran kreatif, lebih banyak menggunakan waktunya untuk membaca dan menulis.”

    10. Sika Indriyawati (Bancar-Tuban)

    “Menulis  adalah  hidup.  Menyusun  alphabet  hingga  padu,  dapat  dibaca,  dan  dapat dimengerti.  Seperti  hidup  yang  menyusun  kisahnya,  membentuk  sejarah  yang  padu, lantas dimengerti hikmah dan maknanya.”

    11. Suasticha Mahardika (Purbalingga, Jawa Tengah)

    “Jika seorang wanita meragukan cintamu, buatkanlah sebait puisi dengan hatimu.”

    12. Yutimah (Padang, Sumatera Barat)

    “Tanpa menulis, semua detail kehidupan hanya datang lalu pergi. Seperti pelangi yang memudar begitu saja, dan seperti kupu-kupu cantik yang terbang hilang dari pandangan. Menulislah, lukislah keabadian !”

    SELAMAT KEPADA PARA PEMENANG DAN 12 KATA MUTIARA PILIHAN!

    Sebagai tanda apresiasi, FAM Indonesia memberikan hadiah sebagai berikut:

    Juara 1:
    Novel “Rinai Kabut Singgalang” + Novel “Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh” + Buku Cerpen “Fesbuk” + Piagam Penghargaan

    Juara 2:
    Novel “Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh” + Buku Cerpen “Fesbuk” + Piagam Penghargaan

    Juara 3:
    Buku Cerpen “Fesbuk” + Piagam Penghargaan

    Kata Mutiara Inspiratif (Juara 1, 2, 3) dan 12 Kata Mutiara Pilihan akan diposting di website FAM Indonesia.

    Seluruh Peserta, 50 Nominator, 12 Nominator dan Pemenang Utama akan mendapat Piagam Penghargaan dari FAM Indonesia. Pengiriman piagam selambat-lambatnya tanggal 10 Juni 2014. Bila sampai tanggal itu belum menerima kiriman piagam, dapat melakukan konfirmasi ke email: gudangnaskah@yahoo.com.

    Demikian Pengumuman ini disampaikan dan untuk dimaklumi bersama. Keputusan Tim FAM Indonesia bersifat mutlak, mengikat dan tidak dapat diganggu gugat.

    Terima kasih atas seluruh FAMili yang telah ikut berpartisipasi dalam event ini. Tunggu event-event kepenulisan FAM Indonesia berikutnya.

    Salam aktif, salam literasi!

    FAM INDONESIA

    www.famindonesia.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Pengumuman Pemenang Lomba Cipta Kata Mutiara Inspiratif Berhadiah Novel ‘Rinai Kabut Singgalang’ dan ‘Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh’ Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top