• Info Terkini

    Saturday, May 10, 2014

    Ulasan Cerpen "Pesan Terakhir Ustaz" Karya Udik Lasmono (FAMili Lumajang)

    Cerpen ini mengandung pesan yang sangat baik, yakni agar jangan sampai kita meninggalkan salat lima waktu. Karena sejatinya kematian itu datang tanpa bisa kita tahu kapan dan bagaimana. Begitulah inti keseluruhan cerita, yang tak lain didasari atas pesan Ustaz Burhan, guru dari Ahmad dan Maul. Meninggalnya Ustaz Burhan yang secara tiba-tiba pun membuat mereka berjanji untuk tidak melupakan pesan beliau.

    Sayangnya, ada satu keganjilan dalam cerpen ini, yakni pada saat adegan telepon antara Ustaz Arqom dan Dokter Zidni. Bagaimana Ahmad (si tokoh utama) bisa menuturkan pembicaraan kedua tokoh tersebut (dalam kalimat dialog), sedangkan penulis sendiri mengambil sudut pandangnya sebagai Ahmad? Dan pula, sesudah itu, malah Ahmad bertanya-tanya tentang isi obrolan mereka karena tentunya pembicaraan dalam telepon hanya bisa didengar penerima dan pengirim panggilan.

    Alangkah baiknya, agar lebih terlihat logis, sebelumnya penulis bisa menambahkan bahwa Ustaz Arqom sengaja menyetting ponselnya agar kedua muridnya itu juga bisa mendengar obrolan mereka. Sehingga tidak perlu ada lagi pertanyaan dari Ahmad, dan penuturan dalam kalimat dialog tersebut di atas tidak terasa ganjil.

    Sedikit catatan mengenai EYD. Penulisan kata "al-Qur'an" dan "Izroil", yang benar adalah "Alquran dan "Izrail". Kemudian "tau", "sholat", "temanya-temanya", serta "phone", seharusnya "tahu", "salat", "teman-temannya", dan "telepon". Terakhir pada penulisan judul. Tanda titik-titik dan tanda seru tersebut sebaiknya tidak disertakan dalam penulisan judul, sebab hanya akan menjadi pemborosan karena tidak adanya makna seruan atau perintah dalam kalimat judul tersebut. Demikian pula dalam setiap akhir kalimat percakapan, penulis samasekali tidak membubuhkan tanda baca. Hal ini agar menjadi perhatian penulis untuk penulisan ke depannya, untuk tidak tidak lupa membubuhkan tanda baca di akhir kalimat. 

    Terus berkarya, jangan berhenti menyisipkan pesan sarat manfaat dalam untaian aksara Anda.

    Salam santun, salam karya!

    TIM FAM INDONESIA
    www.famindonesia.com

    [BERIKUT KARYA PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    PESAN TERAKHIR USTADZ........!

    Oleh Udik Lasmono
    FAM1600U

    Pagi  itu matahari bersinar dengan terang, sinarnya menyebar ke seluruh penjuru bumi.Embun pagi nampak  laksana untaian mutiara. Burung – burung berkicau dengan merdu  semakin menambah keagungan ilahi. 

    Seperti biasanya, Ahmad harus berangkat ke sekolah.  Dia masih duduk di kelas 3 sekolah dasar. Ahmad berangkat sekolah dengan jalan kaki. Dia berangkat bersama teman-temanya. Ahmad adalah anak yang rajin, dia selalu dapat rangking satu di kelasnya.Dia juga disukai oleh guru-gurunya karena hafal Juz amma’.

    “ Ahmad ayo kita berangkat ke sekolah “ ajak Maulana temannya

    “Iya Maul, ayo kita jalan kaki ke sekolah, biar sehat dan kuat, jalan kaki itu juga sangat baik untuk kesehatan jantung”

    Tak lama kemudian sampailah mereka berdua di sekolah. Pada jam pertama, pelajaranya adalah Pendidikan Agama Islam. Ahmad sangat senang pada pelajaran PAI, karena yang mengajarkannya adalah Ustadz Burhan. Ustadz Burhan ini  orangnya sangat ramah, mudah senyum, baik hati. Sehingga Ustadz Burhan sangat disukai oleh murid – muridnya.

    “ Adik –adik ayo kita buka bab pertama , kali ini  Ustadz akan menerangkan tentang tugas –tugas malaikat “  perintah ustadz Burhan kepada semua siswa

    “iya ustadz “

    “ Adik –adik tau malaikat yang disebutkan dalam al-Qur’an  itu ada 10, ada malaikat yang bernama Izroil , kalian tau apa tugas malaikat Izroil “ tanya Ustadz Burhan

    “Tidak tau Ustadz “ Jawab semua siswa

    “Malaikat Izroil itu tugasnya adalah mencabut  nyawa semua manusia, termasuk nyawa ustadz dan kalian semuanya. Malaikat Izroil itu mengunjungi setiap manusia dalam satu hari sebanyak 70 kali  “

    “Hah, 70 kali ,Ustadz “ kata Maul dengan terheran – heran.

    “ Iya 70 kali dalam sehari, oleh karena itu  Pesan ustadz, sebelum nyawa kita dicabut oleh Malaikat Izroil, kalian harus memperbanyak amal –amal ibadah, seperti sholat jamaah 5 waktu di masjid. kalian harus menjaga sholat lima waktu, karena pahalanya besar dan juga ada malaikat yang senantiasa mencatat amal perbuatan kalian” pesan ustadz Burhan sambil mengakhiri pelajaran

    Tak terasa bel sekolah sudah berbunyi sebagai tanda jam pelajaran sudah selesai

    “ Wah , tak terasa Maul ya, pelajaran PAI sudah selesai “ Kata Ahmad sambil membereskan bukunya.

    “ Iya Ahmad, aku kalau yang mengajar Ustadz Burhan sangat senang”

    Keesokan harinya, seperti biasa Ahmad dan temanya-temanya datang ke sekolah. Sampai di sekolah mereka mendapatkan sebuah pengumuman yang terpampang di sekolah. 

    Isi pengumumannya adalah : Hari ini semua siswa pulang pagi, karena semua ustadz dan ustadzah akan membesuk Ustadz Burhan di rumah sakit.

    Ahmad dan Maul terkejut melihat isi pengumuman itu. Mereka berdua bertanya –tanya “ kenapa Ustadz Burhan. kenapa Ustadz “

    Kemudian mereka berdua memberanikan diri  untuk bertanya kepada Ustadz Arqom. Ustadz Arqom adalah temannya Ustadz Burhan, Ustadz Arqom mengajar pelajaran tahfidz dan  dia sudah hafal 30 juz.

    “Ustadz, kenapa Ustadz Burhan” tanya Maul dengan penuh cemas dan gelisah

    “Anak –anakku, Ustadz Burhan dirawat di rumah sakit karena jantungnya kambuh. Sudah lama beliau menderita penyakit ini. Kita doakan ya, semoga Ustadz Burhan diberi kesembuhan oleh Allah dan semua keluarganya diberi kesabaran “

    Taklama kemudian telepon sekolah berdering. Ustadz Arqom memegang gagang phone 

    “Asalamualaikum, dari siapa ini “ Tanya Ustadz Arqom dengan sopan 

    “ Ini dari Dokter Zidni “  Jawab Dokter Zidni

    “Oh, Dokter Zidni bagaimana kabar dokter dan juga Ustadz Burhan” Tanya Ustadz Arqom dengan penuh berharap ada kesembuhan pada diri Ustadz Burhan. Dokter Zidni adalah dokter yang sangat baik, dia sering ikut pengajianya Ustadz Arqom. Dia sangat baik sekali dan sering membantu orang yang kesusahan.

    “Alhamdulillah saya baik – baik,Ustadz, namun Ustadz Burhan beliau sudah dipanggil oleh Allah, kita tim dokter sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan beliau, tapi takdir berkehendak lain. Oleh SWT telah memanggilnya “  

    “Innalilaahi wa inna ilaihi rojiun “ 

    “ Ada apa Ustadz, bagaimana Ustadz Burhan “ tanya Ahmad dan Maul

    “ Anak – anak ku Ustadz Burhan sudah dipanggil oleh Allah, mari kita segera ke rumahnya “

    “Innalilaahi wa inna ilaihi rojiun, ya Allah kenapa Engkau begitu cepat memanggil Ustadz Burhan, padahal kami masih membutuhkanya, Engkau tidak adil ya Allah  “ kata Ahmad dengan menangis tersedu - sedu

    “Ahmad !, tidak baik mengadu kepada Allah seperti itu, ini sudah suratan takdir dari Allah, bahwa mati rezeki itu Allah yang mengatur,  ayo kita dokan agar Ustadz Burhan   amal – amalnya diterima oleh Allah  “ Hibur Ustadz Arqom

    kemudian mereka semuanya pergi ke rumah Ustadz Burhan. Di sana orang - orang yang bertakziyah sangat banyak. Ada sekitar 500 orang yang ikut sholat jenasah. Ahmad dan Maul, bertanya –tanya dalam hati,”Mungkin ada amalan dari Ustadz Buhan semasa hidupnya, yang membuat Allah ridho, sehingga orang yang bertakziyah sangat banyak”

    “ Iya Ahmad, Ustadz Burhan selama hidupnya tidak pernah meninggalkan sholat jamaah, beliau sangat baik kepada tetangganya “

    “ Ya Maul kita ingat pesan terakhir ustadz Burhan sebelum dia  meningal, pesanya adalah Jagalah sholat 5 waktu “

    Sejak saat itu, Ahmad dan Maul berjanji dalam relung hati yang paling dalam untuk senantiasa menjaga sholat 5 waktu dengan jamaah di Masjid  sebagaimana pesan Ustadz Burhan.

    Sumber ilustrasi: www.p3m.or.id

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Cerpen "Pesan Terakhir Ustaz" Karya Udik Lasmono (FAMili Lumajang) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top