• Info Terkini

    Tuesday, July 8, 2014

    Pengumuman 85 Nominator Lomba Cipta Cerpen FAM Indonesia

    Senin, 30 Juni 2014, Pukul 16.00 WIB

    FAMili, apa kabar Anda di Bulan Suci ini? Semoga tetap sehat dan terus aktif berkarya. Seperti yang telah diumumkan FAM Indonesia sebelumnya, hari ini, Senin (30/6), FAM mengumumkan Nominator Lomba Cipta Cerpen Tingkat Nasional 2014 bertema “Indonesia Masa Depan yang Diimpikan”. Dari 204 peserta yang mengirimkan cerpen terbaiknya, hari ini ditetapkan 85 Nominator yang berpeluang menjadi Sang Juara. Ke-85 Nominator tersebut adalah sebagai berikut (nama diurut berdasarkan Abjad):

    1.    A. Rizka Syamsul Bahri, Makassar (Hari Ini, Esok dan Seterusnya)
    2.    Ade Ubaidil, Cilegon-Banten (Kisah Pemenggal Kepala)
    3.    Alfi Nur Saidah, Kediri-Jawa Timur (Singgasana Duniawi)
    4.    Anna Ilham, Malang-Jawa Timur (Selaksa Cinta Anak Negeri)
    5.    Anria Marini, Bekasi-Jawa Barat (Keringat)
    6.    Apri Robingah, Kebumen-Jawa Tengah (Anugerah di Ujung Harapan)
    7.    Ardy Nugraha, Lampung (Di Sini, Kami Saling Berpegang Tangan)
    8.    Atriza Binti Umar, Malaysia (Insya’ Allah)
    9.    Beni Purna Indarta, Kebumen-Jawa Tengah (BLT)
    10.    Beni Purna Indarta, Kebumen-Jawa Tengah (Republik Dormogati)
    11.    Cut Vivia Talitha, Bireuen (Kambing Hitam)
    12.    D.A Akhyar, Banyuasin-Sumatera Selatan (Kedipan Mata Guruku; Menampung Uraian-Uraian Jawabku)
    13.    D.A Akhyar, Banyuasin-Sumatera Selatan (Penyambung Lidah; Bukan Penghisap Darah)
    14.    Dedi Saeful Anwar, Cianjur-Jawa Barat (Impian yang Menguap Bersama Senja)
    15.    Dedi Saeful Anwar, Cianjur-Jawa Barat (Rumput-Rumput Liar)
    16.    Dhara Nurani, Semarang-Jawa Tengah (Malaikat Kecil Itu, Alex)
    17.    Dinu Chan, Sleman-Yogyakarta (Sekerat Harapan untuk Abid)
    18.    Eliza Aldani, Padang Pariaman (Televisi Tua)
    19.    Fadhilatul Hasnah, Padang-Sumatera Barat (Sepetak Tanah Makam Ayah)
    20.    Farihatun Nafiah, Jombang-Jawa Timur (Inikah, Rumah)
    21.    Fathurrahman, Amuntai Tengah (Mereka Lebih Menderita)
    22.    Hamdi Alfansuri, Pekanbaru-Riau (Perjalanan Humaliki)
    23.    Hany Windri Astuti, Semarang-Jawa Tengah (Aku Ini Siapa?)
    24.    Hany Windri Astuti, Semarang-Jawa Tengah (Cahaya dalam Abu)
    25.    Hardyanti Ayu Amalya, Makassar (Botol Parfum Papi)
    26.    Hermawan, Banjarbaru-Kalimantan Selatan (Semangat Pendidik)
    27.    Hidayah Nuril Pasha, Bojonegoro-Jawa Timur (Setumpuk Anak Sampah)
    28.    Ikhsan Hasbi, Banda Aceh (Bawal)
    29.    Imas Siti Liawati, Bandung-Jawa Barat (Rajin Ganti Kurikulum)
    30.    Indah RZ, Tasikmalaya-Jawa Barat (Ikrar Seorang Iffah)
    31.    Intan Lestari, Cirebon-Jawa Barat (Pengetuk Hati)
    32.    Inung Setyami, Tarakan-Kalimantan Timur (Topeng Ireng)
    33.    Irzen Hawer, Padangpanjang-Sumatera Barat (Ampek Sen)
    34.    Istiqomah, Bangkalan-Madura (Dari Gelap kepada Cahaya)
    35.    K. Himawan Kunarto, Magetan-Jawa Timur (Negeri Api)
    36.    Ken Hanggara, Surabaya (Bersama Tubuh Emak yang Mati, Sulung dan Bungsu Berperang)
    37.    Ken Hanggara, Surabaya (Murah Mart)
    38.    Kukuh Septio Aji, Demak-Jawa Tengah (Aku dan Para Bintang)
    39.    Laras Sekar Seruni, Tangerang Selatan (Ketika Banjir)
    40.    Laras Wati, Blitar-Jawa Timur (Aku Ingin Menjadi Presiden)
    41.    Lenni Ika Wahyudiasti, Surabaya-Jawa Timur (Buah Manis Perjuangan Hafidz)
    42.    Luqyana Dahlia, Sumedang-Jawa Barat (Obatnya Adalah Kesejahteraan)
    43.    Lu’lu’ Olivia Ningrum Kusuma Dewi, Yogyakarta (Cita-Cita Sarjana Muda untuk Indonesia)
    44.    Malisa Ladini, Semarang-Jawa Tengah (Jerit Suara Rakyat)
    45.    Maya Astuti, Cirebon-Jawa Barat (Hitam Putih Hidup Saritem)
    46.    Merliana Ulin Nikmah, Surabaya-Jawa Timur (Bendera Kuning)
    47.    Merliana Ulin Nikmah, Surabaya-Jawa Timur (Langit Merah di Surabaya)
    48.    Mia Cisadani, Semarang-Jawa Tengah (e Mana Kucari Keadilan)
    49.    Muchlis, Samarinda (Bicara pada Diri Sendiri)
    50.    Muhamad Pajri, Mataram-Nusa Tenggara Barat (Keluh Kesah Sang Guru Honor)
    51.    Mulyono Ardiansyah, Medan (Aku Ingin Jadi Presiden)
    52.    Mulyono Ardiansyah, Medan (Sepenggal Harapan Chiko)
    53.    Munika Duri, Blitar-Jawa Timur (Sekolah Impian Diko)
    54.    Nisa Azizah, Kebumen-Jawa Tengah (Laskar Tikus Pasar)
    55.    Novaldi Herman, Pekanbaru-Riau (Tapung Tawar)
    56.    Nurbing, Kepulauan Selayar (Rahasia Lukisan Rifqah)
    57.    Nur Muchamad, Kuningan-Jawa Barat (29 Mimpi dalam 2 Bait)
    58.    Nur Muchamad, Kuningan-Jawa Barat (Enigma Biru di Tanah Abu-Abu)
    59.    Nurul Fauziah Asal, Pasuruan-Jawa Timur (Sebaik-Baik Cara-Nya)
    60.    Nurul Muchlisa, Makassar (Harapan Indonesiaku)
    61.    Okti Dwi Hartatik, Tegal-Jawa Tengah (Harapan Winah)
    62.    Rahayu Nur Hidayah, Gresik-Jawa Timur ((Mantan) Murid Minoritas)
    63.    Rahmi Intan, Pasaman-Sumatera Barat (Kami, Hanya Kaum Marginal)
    64.    Rajwa Naajiyah, Malang-Jawa Timur (Sekolah Impian)
    65.    Rana Ida Sugatri, Cimahi-Jawa Barat (Kau Pemimpin Masa Depan)
    66.    Randy Jullihar, Pasuruan-Jawa Timur (Demonstran dan Pedagang Kacang Rebus)
    67.    Ratnani Latifah, Jepara-Jawa Tengah (Bagaikan Bumi dan Langit)
    68.    Reddy Suzayzt, Yogyakarta (Lelaki yang Usai Mengembara)
    69.    Renny Puteri Utami, Palembang (Pesawat Malaikat Jatuh)
    70.    Rihlatul Adni, Bandung-Jawa Barat (Alscy)
    71.    Rini Nurul Hidayah, Jakarta Timur (Pulang)
    72.    Risa Nurlatifah, Bandung-Jawa Barat (Saku Pak Tua)
    73.    Rizka Andarosita, Mojokerto-Jawa Timur (Pak Presiden, Abi Ingin Jadi Dokter!)
    74.    Rosyida Marfuah, Malang-Jawa Timur (Noval)
    75.    Sahanara, Jambi (Aku, Kamu dan Sebatang Pohon Ara)
    76.    Siti Nurbanin, Tuban-Jawa Timur (Kisah yang Berakhir Bahagia)
    77.    Siti Sofiyah, Semarang-Jawa Tengah (Mayat dalam Lumbung)
    78.    Sri Rahayuningsih, Jakarta (Kerinduan Somad)
    79.    Tri Yani, Agam-Sumatera Barat (Almamater)
    80.    Tsalza Shabrina Ushfuriyah, Malang-Jawa Timur (Mutiara yang Terabaikan)
    81.    Ulum Minnafiah, Pati-Jawa Tengah (Wheleh)
    82.    Vety Alvionita Saputri, Pasuruan-Jawa Timur (Tidak Ada Anak yang Bodoh, Manda Sayang)
    83.    Weda S. Atmanegara, Yogyakarta (Katemi Masuk TV)
    84.    Wildan Fuady, Bandung-Jawa Barat (Sandal Jepit Warna-Warni)
    85.    Yahya Rian Hardiansyah, Jember-Jawa Timur (Sebuah Harapan)

    SELAMAT KEPADA PARA NOMINATOR!

    Tahapan selanjutnya, dari 85 cerpen yang terpilih di atas, akan diseleksi kembali untuk menentukan 40 cerpen yang dibukukan FAM Indonesia. Ke-40 cerpen terpilih yang layak dibukukan akan diumumkan Selasa (1/7). Dari ke-40 cerpen itu, diseleksi kembali untuk menentukan Pemenang 1, 2, dan 3 yang akan memboyong hadiah yang disediakan FAM Indonesia. Pengumuman pemenang dilakukan pada Kamis (3/7), bertepatan dengan peringatan Hari Sastra Nasional.

    Keputusan Dewan Juri bersifat mutlak, mengikat, dan tidak diadakan surat-menyurat.

    Salam aktif, salam literasi!

    FAM INDONESIA
    www.famindonesia.com
    Jl. Mayor Bismo, No. 28
    Pare, Kediri, Jawa Timur, Indonesia
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Pengumuman 85 Nominator Lomba Cipta Cerpen FAM Indonesia Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top