• Info Terkini

    Saturday, July 5, 2014

    Ulasan Puisi "Kunamai Kau Pahlawan" Karya DA Akhyar (FAM Banyuasin-Sumsel)

    Pahlawan memang tak selalu nampak keren, gagah, ganteng, cantik, dan segala sebutan dari wujud fisik yang bagus semata. Pahlawan itu jiwa yang suci dan mulia, yang terukir lewat tindakan berani dan rela berkorban. Puisi ini, selain mengajarkan kita untuk meraba pahlawan dari perwujudan fisik yang buruk, juga mengingatkan kita betapa benar pepatah yang melarang kita menilai segala sesuatu hanya dari luarnya saja.

    Sayangnya, tak semua dari kita sadar. Kita bahkan lupa, wujud yang indah tak selamanya bertahan seperti itu, bisa lebur atau bahkan musnah. Sedangkan jiwa atau ruh yang bersemayam di dalamnya akan tetap sama, bahkan abadi. Ini poin penting tentang memaknai pahlawan. Maka, hendaklah kita menghargai pahlawan bukan hanya dengan menghormati wujud jasadnya, melainkan pula mewarisi nilai perjuangan dalam jiwa yang sekarang mulai banyak terkikis.

    Sedikit koreksi ada pada penulisan kata "nafas" yang seharusnya "napas", serta "hafal" yang seharusnya "hapal". Selebihnya tampak sudah benar. Sementara untuk penulisan puisi ini sendiri, penulis sudah bisa menyarikan pesan sederahana dalam kekuatan diksi, hingga puisi terasa kuat menggenggam hati pembaca. Terus perdalam ciri khas pena Anda dan tetap tebarkan nilai positif dalam karya-karya berikutnya.

    Salam santun, salam karya!

    FAM INDONESIA
    www.famindonesia.com

    [BERIKUT PUISI PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    Kunamai Kau Pahlawan
    D.A. Akhyar Ibn Tarmujiy Ibn Rusydiy El-Jawiy (D.A.Akhyar) IDFAM2075M

    /1/
    Ini hanya tentang sejumlah tubuh, biru dan lebam
    Tersangkut batu, pasir, ranting dan sampah
    Beberapa merintih beberapa diam, selamanya....
    Dan selekas kau terhenyak, selekas pula kau lupa
    Bisakah kau rasa, beda air mata dan darah?
    Tubuh membusuk dan luka bernanah?
    Di bumi pertiwi, ada aroma kalian di sana
    Aroma yang mengharumkan bangsa
    Masih ada ; pada batu, pasir, ranting dan sampah
    Benar, tak hanya di sana, kalian ada di sejumlah lainnya
    Adakah mereka hafalkan?
    Karena kaulah pahlawan yang hilang aksara....
    /2/
    Kunamai kau pahlawan
    Di jiwamu kutemukan jiwa pemberani
    Berani menumpahkan darahmu untuk bangsa
    Kulayari hari-hari seperti pelaut mabuk
    Menelusurimu pada pantai yang menyisakan kenang
    Dalam perjalanan tanpa peta dan mimpi
    Sekejap, mata kalian adalah savanna
    Lalu aku memilih menjadi karnivora terliar
    Yang mentafakuri tarian purba
    Seperti tarian satwa di padang botswana

    /3/
    Ketika nafas adalah satu-satunya oase yang tersisa
    Aku memilih berlari, mencuri mimpi dari pelukmu
    Kunamai kau pahlawan karena kutemui dalam jiwamu
    Ada jiwa yang ikhlas dalam membela Bangsa Indonesia.

    Palembang, Sumatera Selatan

    Sumber Ilustrasi: unknown-mboh.blogspot.com

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi "Kunamai Kau Pahlawan" Karya DA Akhyar (FAM Banyuasin-Sumsel) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top