• Info Terkini

    Monday, August 11, 2014

    Ulasan Puisi "Napas Ini" Karya Adris Wuryani (FAMili Jepara)

    Puisi-puisi tentang Sang Pencipta sebagiannya selalu menonjolkan tiga hal: keagungan Tuhan, kelemahan seorang makhluk, dan rasa "tak berdaya" di hadapan-Nya bagi mereka yang beriman. Seperti halnya puisi ini, menunjukkan ketidakberdayaan seorang makhluk yang merasa kecil. Namun, rasa tidak berdaya ini tak menimbulkan ketakutan, justru tumbuh kesadaran diri untuk lebih mendekat pada-Nya.

    Ada beberapa koreksi dalam penulisan/EYD, di antaranya kata "nafas", "takkan", "ridho", "tuhanpun", "dewapun", dan "mengkonvensionalkan", yang seharusnya ditulis "napas", "tak 'kan" (perhatikan tanda apostrof ( ' )), "ridha", "tuhan pun" (terpisah), "dewa pun" (terpisah), dan "mengonvensionalkan" (huruf 'k' lebur).

    Sedikit catatan. Penulisan partikel "pun" di belakang setiap kata wajib terpisah, seperti pada penulisan kata "tuhan pun" dan "dewa pun" dalam puisi ini. Namun, ada 12 kata yang masuk pengecualian, yakni: "adapun", "andaipun", "ataupun", "bagaimanapun", "biarpun", "meskipun", "maupun", "kalaupun", "kendatipun", "walaupun", "sungguhpun", dan "sekalipun". Selain pengecualian tersebut, penulisan "pun" wajib terpisah dari kata apa pun.

    Pesan dari Tim FAM untuk penulis adalah agar lebih memperkaya pilihan diksi. Puisi yang indah dan bermakna memang tidak selalu harus menggunakan diksi penuh warna. Akan tetapi, puisi yang baik juga tak lepas dari kejelian seorang penulis dalam menjalin diksi-diksi yang sederhana sekalipun, menjadi sebuah untaian kata-kata khas (tidak klise) dan nikmat diresapi.

    Salam santun, salam karya!

    TIM FAM INDONESIA
    www.famindonesia.com

    [BERIKUT NASKAH ASLI TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    Nafas Ini
    Oleh Adris Wuryani (ID FAM2180S)

    Allah.. tiada kata lain 
    Tuhanpun tidak lebih indah dari-Mu
    dewapun, entahlah
    Aku hanya menyembahkan nafas ini untuk-Mu
    Menuahkan ayat ayat suci-Mu
    Memotret keanugerahan yang Kau semai untukku
    Memendam ujian, 
    dan terus menggali kebangkitan dengan firman-Mu

    Aku takkan hidup tanpa nafas 
    nafas suci penuh makna 
    Upaya terus berotasi menggapai ridho-Mu
    Berevolusi ikhlas mencapai nikmat-Mu
    Aku gadis kertas yang usang

    berusaha mengkonvensionalkan ajaran rasul
    namun masih megikatkan dengan kehalalan
    Nafas..
    Allah...
    Rasul...
    Ajarkan gadis kertas ini dalam hal keikhlasan

    Sumber ilustrasi: forum-tekaje.blogspot.com

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    1 komentar:

    1. Di baris kedua tertulis,"Tuhanpun tidak lebih indah dari-Mu".
      Maaf, saya bingung. Allah sendiri itu kan Tuhan. Mengapa ditulis Tuhan pun tidak lebih indah dari-Mu? Apakah maksud penulisnya Allah itu bukan Tuhan? Atau ada Tuhan lain selain Allah?

      ReplyDelete

    Item Reviewed: Ulasan Puisi "Napas Ini" Karya Adris Wuryani (FAMili Jepara) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top