• Info Terkini

    Tuesday, September 9, 2014

    Cas, Cis, Cus English di Kampung Inggris

    Muhammad Subhan dan Yudha Prima
    Oleh Muhammad Subhan
    Pegiat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia

    PAGI cukup cerah ketika saya bersama seorang teman menumpangi becak kayuh ke Kampung Inggris, Pare. Kampung yang mulanya terbingkai di benak saya benar-benar sebagai sebuah perkampungan dengan lanskap persawahan, bukit-bukit menghijau, rumah-rumah tradisional, dan jalanan yang lengang. Tapi perkiraan saya salah, sebab Kampung Inggris bukanlah sebuah kampung dalam arti sebenarnya, melainkan sebuah kompleks luas di tengah kota Pare, yang hampir di setiap rumah warganya membuka lembaga kursus bahasa Inggris.

    Lihatlah, betapa semaraknya Kampung Inggris itu. Anak-anak gadis berwajah rancak bersepeda di tepian jalan, menyandang tas di pundaknya. Mereka pelajar dan mahasiswa. Kendaraan tradisional becak dengan kursi penumpang di bagian depan dan penarik becak di belakang, meramaikan jalanan kota kecil yang berinduk ke Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Warung-warung makanan dan minuman hampir ditemui di setiap tempat. Begitu juga kedai dan toko buku, menjadi lokasi favorit pelajar dan mahasiswa yang bermukim di Kampung Inggris.

    Ketertarikan saya mengunjungi Kampung Inggris, mengingat jaraknya yang sangat dekat dengan kantor pusat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, tempat saya sehari-hari beraktivitas. Dari kantor FAM di Jalan Mayor Bismo No. 28 Pare, ke Kampung Inggris hanya dapat ditempuh sekitar 15 menit menumpang becak. Ketika kepada abang becak disebut tujuan ke Kampung Inggris, senyumnya langsung sumringah. Baginya Kampung Inggris bukan tempat yang asing, dan selalu menjadi kunjungan langganan tumpangan becaknya.

    Kami dibawa mengitari Kampung Inggris yang luasnya kira-kira seperempat kota Padangpanjang, kota terkecil di Sumatra Barat. Di halaman rumah-rumah warga yang membuka kursus bahasa Inggris, terdapat gazebo-gazebo yang diisi 7-10 orang pelajar atau mahasiswa berpakaian bebas. Sepenuh konsentrasi, mereka mendengarkan seorang instruktur menyampaikan materi ajarnya, dan tak jarang di antara mereka mempraktikkan langsung berbahasa Inggris tanpa sungkan dan tak takut salah. Asyik sekali melihat pemandangan itu.

    Dari cerita beberapa orang warga yang saya temui di Kampung Inggris, puncak keramaian Kampung Inggris adalah di waktu libur sekolah atau liburan semester. Lembaga-lembaga bimbingan belajar di Kampung Inggris menawarkan kursus Bahasa Inggris dengan program D2, D1 atau short course. Tarifnya pun sangat terjangkau, sesuai isi dompet pelajar dan mahasiswa. Biaya kursus mulai dari tarif paling murah Rp35.000 per dua minggu hingga Rp300 ribu per bulan. Tarif sesuai paket yang diambil. Mulai dari belajar Speaking sampai TOEFL. Dapat dijamin, bila bertekun-tekun belajar di Kampung Inggris, sepulangnya dari sini bisa mahir ber-cas, cis, cus English.

    Popularitas Kampung Inggris di dalam perjalanannya menjadikan kota Pare sebagai pusat belajar Bahasa Inggris terbesar yang murah, efisien dan efektif dan terkenal hingga ke luar Pulau Jawa. Sebagai efek ikutannya, di Pare muncul berbagai jenis tempat penginapan dan kost yang menampung para pelajar maupun pekerja. Tarif kost pun relatif murah, per orang bervariasi dari Rp50 ribu hingga Rp200 ribu per bulan. Nasi sebungkus cukup mengeluarkan kocek Rp5-6 ribuan saja. Amboi, ‘uenak tenan’.

    Menurut sejarahnya, Kampung Inggris bermula dari usaha seorang guru berpenampilan sederhana asal Kalimantan Timur bernama Kalend Osen yang bermukim di Pare. Kalend Osen berguru kepada Kyai Yazid, seorang ulama Pare yang mahir berbahasa Inggris dan menguasai beberapa bahasa asing. Di masa itu, sekitar tahun 1976, banyak mahasiswa dari IAIN Sunan Ampel Surabaya yang berguru kepada Kalend Osen. Lambat laun, dari waktu ke waktu, jumlah pelajar dan mahasiswa yang berguru kepada Kalend Osen semakin ramai dan tidak dapat lagi ditampung di rumahnya. Maka, Kalend Osen berinisiatif mendirikan lembaga kursus yang diberi nama Basic English Course (BEC) yang sekarang berlokasi di pusat Kampung Inggris. Kesuksesan BEC diikuti oleh murid-murid lulusan lembaga itu untuk membuka lembaga kursus di lokasi yang sama sehingga jumlahnya semakin ramai dan menjamur, bak cendawan di musim hujan. Banyaknya lembaga kursus dan orang yang datang belajar bahasa Inggris lama kelamaan nama Kampung Inggris melekat dan akrab di daerah itu.

    Wisata Menulis

    Kampung Inggris adalah ikonnya kota Pare, Kediri, Jawa Timur. Kampung ini cukup terkenal di seantero negeri hingga mancanegara. Banyak orang bermukim di kampung ini untuk mendalami bahasa Inggris yang merupakan bahasa pergaualan dunia internasional.

    Berkunjung ke Kampung Inggris cukup mudah. Bila menggunakan transportasi pesawat udara, mendarat di Bandara Juanda, Surabaya. Dari Juanda bisa naik Bus Damri menuju Terminal Bungurasih Surabaya. Anda cukup mengeluarkan ongkos Rp15.000 dengan lama perjalanan sekitar 15-25 menit. Dari terminal ini ambil Bus Rukun Jaya jurusan Pare. Bayar tarifnya sekitar Rp25.000 dan turun di perempatan Tulungrejo. Dari Tulungrejo Anda bisa naik becak ke Kampung Inggris dengan tarif sekitar Rp10.000. Setiba di Kampung Inggris Anda bisa turun di mana saja dan memilih lembaga mana yang menurut Anda cocok untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris Anda.

    Usai berkunjung ke Kampung Inggris, satu tempat lagi yang layak Anda kunjungi adalah Kantor Pusat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia di Jalan Mayor Bismo, No. 28, Pare. FAM adalah komunitas kepenulisan nasional yang memiliki ribuan anggota dari Sabang hingga Merauke dan sejumlah negara. Di kantornya yang sederhana, FAM membina anak-anak dan pelajar untuk giat menulis kreatif. Dari Kampung Inggris ke kantor FAM, dapat ditempuh dengan perjalanan 15 menit menggunakan becak dengan tarif Rp15.000.

    Di Pare, FAM telah menjadi objek wisata menulis. Di kantor FAM dibuka Taman Bacaan dengan sejumlah koleksi buku yang diminati para pengunjung. Diskusi-diskusi kepenulisan sering digelar dan kantor FAM sering didatangi oleh berbagai sekolah terutama yang berada di Jawa Timur. Kunjungan Anda akan menjadi lebih lengkap, wisata ke Kampung Inggris dan Wisata Menulis di Kantor Pusat FAM Indonesia.

    Nah, bagi adik-adik pelajar dan teman-teman mahasiswa yang berminat meningkatkan kemahiran bahasa Inggris-nya, tak salah bermukim sebulan-dua bulan di Kampung Inggris. Nikmati eksostisme kota Pare di akhir tahun, dan selamat datang di Pare. (*)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Cas, Cis, Cus English di Kampung Inggris Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top