• Info Terkini

    Wednesday, September 24, 2014

    Deny Nofriansyah (Lubuklinggau): “Tetap Produktif Menulis Walau Jadi PNS”

    DENY NOFRIANSYAH
    Deny Nofriansyah, lahir di Desa Terusan, Kabupaten Muratara, Sumatera Selatan, pada tanggal 27 Nopember 1984. Ia dilahirkan dari seorang Bak (sebutan ayah untuk daerah Muratara) bernama Ahmad Subi dan seorang Mak (sebutan ibu untuk daerah Muratara) bernama Sulha (Almh). Deny—demikian ia biasa disapa—merupakan anak ketujuh dari tujuh saudara dan satu-satunya anak laki-laki. Ia terlahir dari keluarga sederhana, orangtuanya adalah seorang petani yang kemudian beralih-alih profesi, pernah menjadi pedagang, pemilik angkutan desa, karyawan swasta dan terakhir menjadi pedagang kembali.

    Deny menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Dasar (SD) Negeri 60 Kota Lubuklinggau pada tahun 1996. Pada masa SD ia sempat mewakili sekolahnya dalam lomba cerdas cermat antar SD Negeri di Kota Lubuklinggau meski hanya mendapat juara kedua. Sekolah Menengah Pertama diselesaikannya di SMP Negeri 3 Kota Lubuklinggau pada tahun 1999. Selama masa SMP ia aktif mengikuti Karate dan Les Bahasa Inggris.  Kemudian Deny melanjutkan pendidikannya di Sekolah Menengah Umum (SMU) Negeri 1 Kota Lubuklinggau dan selesai pada tahun 2002. Pada masa SMU ia bergabung dengan Gabungan Pecinta Alam (GAPALA) dan Kerohanian Islam (Rohis). Menginjak kelas tiga SMU ia tidak aktif lagi dikedua organisasi tersebut, Deny lebih senang berkumpul bersama teman-temannya yang terhimpun dalam klub sepakbola Xuyert. Pada tahun 2002 Deny kuliah di Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu (UNIB).

    Semasa kuliah, Deny aktif di organisasi internal kampus Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (HIMA ADMIRA) FISIP UNIB dan Forum Diskusi Mahasiswa Administrasi Negara (ForDisMAN). Di eksternal kampus, ia juga aktif sebagai aktifis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bengkulu. Dikepengurusan HMI baik komisariat maupun cabang, Deny menjabat sebagai Ketua Bidang (Kabid) Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP). Menjabat sebagai Kabid PTKP membuat ia sering berhubungan dengan isu-isu kemahasiswaan dan pemuda. Selain aktif dalam aksi turun kejalan, ia juga mengawali pengalaman dibidang tulis menulisnya dari sini, ia pada saat itu sangat kritis terhadap berbagai fenomena sosial dan mulai menuangkannya dalam tulisan selebaran-selebaran, pamflet maupun leaflet yang berhubungan dengan isu-isu cerdas dan kreatif, provokasi, agitasi bahkan propaganda. Diinternal kampus pengalaman awal dimulainya dengan menulis opini di Buletin Kampus (Buletin AN). Selain itu Deny sangat aktif dengan berbagai kegiatan kemahasiswaan dan kepemudaan baik sebagai panitia maupun sebagai peserta. Deny akhirnya memperoleh gelar Sarjana Ilmu Politik pada tahun 2006 dan saat yudisium ia mendapat penghargaan skripsi terbaik dari Jurusan Ilmu Administrasi Negara FISIP UNIB.

    Setelah meraih gelar S1, Deny aktif sebagai Pengurus Daerah Ikatan Alumni Universitas Bengkulu (IKAL-UNIB) Wilayah Musi Rawas dan Lubuklinggau serta terlibat sebagai pengurus di Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Lubuklinggau. Pada tahun 2007 penulis bekerja di salah satu Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Kota Lubuklinggau sebagai Account Officer. Namun hal ini tidak lantas mematikan daya kritisnya, ia tetap aktif turun ke jalan mengkritisi dan mengawal setiap kepentingan masyarakat, saat itu ia berdiri di bawah bendera Gerakan Pemuda Islam (GPI) Kota Lubuklinggau. Dalam perjalanannya ia kemudian teringat oleh kata-kata VERBA VOLANT SCRIPTA MANENT dan kalimat “Bahwa dunia itu dapat diubah melalui dua hal. Pertama, dengan pedang dan kedua, dengan pena”. Kemudian Deny mulai aktif lagi menulis baik dalam media cetak maupun online. Pada awalnya media tidak bersedia menerima artikel/opini Deny, berulangkali ditolak dan tidak dimuat. Akan tetapi ia tidak putus asa, bolak-balik memperbaiki karyanya akhirnya tulisan awalnya dimuat di koran harian lokal.

    Beberapa tulisan Deny pada tahun 2007, diantaranya adalah Mutasi Dalam Perangkap Politis (Linggau Pos, 2007), Parpol Plural di Tengah Bangsa Pluralis (Linggau Pos, 2007), Social Capital (Linggau Pos, 2007), Ketika Zaman Mendekati Keedanannya (Linggau Pos, 2007), Nasionalisme Indonesia di Persimpangan Jalan (Linggau Pos, 2007), Quo Vadis Pemekaran Wilayah? (Linggau Pos, 2007), Problematika Gerakan Mahasiswa dalam Arus Kekinian (Linggau Pos, 2007), Pilihan Cerdas Saat Pemilukada (Linggau Pos, 2007). Kemudian pada tahun berikutnya Deny tetap fokus menulis, tulisannya pada tahun 2008, diantaranya: PBB Macan Ompong (Linggau Pos, 2008), Kemerdekaan Simbolik (Linggau Pos, 2008), Sebuah Demokrasi Simbolik (Linggau Pos, 2008), Sebuah Kado Pelantikan; Sekilas Refleksi dan Proyeksi Politik Lokal Lubuklinggau (Linggau Pos, 2008), Tragedi UNAS “POLRI: Polisi Barbar Indonesia, benarkah?” (Linggau Pos,2008), Dinamika Kampanye Pemilukada; Hakekat Menilai Buku Dari Sampul (Linggau Pos, 2008). Pada tahun 2009 Deny yang saat itu masih bekerja di BPR mengikuti tes masuk CPNS dan Tes Dosen UNIB sekaligus. Tes Dosen gagal dilaluinya setelah pada tes akhir diketahui bahwa nilai wawancara bahasa inggrisnya kurang begitu baik. Namun beberapa minggu setelah itu ia diberitahukan oleh keluarganya bahwa Deny lulus sebagai CPNSD Pemerintah Kota Lubuklinggau.

    Pada bulan Maret tahun 2009 Deny resign dari BPR dan menjadi CPNSD dan kurang lebih setahun kemudian ia resmi menjadi PNS. Saat menjadi PNS banyak yang mengkhawatirkan hilangnya budaya kritis dan akademis dari Deny. Banyak yang menyarankan agar Deny aktif sebagai fasilitator dengan mendirikan Non Government Organization (NGO). Namun hal tersebut tidak sepenuhnya benar, ia masih tetap kritis dengan tulisannya meski ia seorang PNS, beberapa tulisannya adalah: Ketika Caleg Dibohongi Rakyat (Linggau Pos, 2009), Siapa Meneror Siapa? (Linggau Pos, 2009), Gerakan Kaum Ibu; Upaya Merekayasa Kodrat? (Linggau Pos, 2009).

    Setahun berikutnya yaitu tahun 2010 Deny diterima sebagai Dosen Tidak Tetap pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Musirawas (UNMURA), setelah melalui tes tertulis. Hal ini sangat menggembirakan baginya karena ia dapat menumpahkan seluruh ide dan gagasan dalam ruang-ruang kelas dengan suasana kampus yang sangat ia rindukan. Pada tahun ini tulisannya masih menghisasi wajah media cetak, di antaranya: Membaca Peluang Kemenangan Politik Dalam Pemilukada (Linggau Pos, 2010), Anda LSM Plat Apa? (Media Musirawas, 2010). Kemudian pada tahun yang sama ia melanjutkan studinya di Program Pascasarjana Ilmu Administrasi UNIB.

    Pada tahun 2011 ia akhirnya membukukan artikel atau opini-opininya dengan judul “Ketika Caleg Dibohongi Rakyat (KCDR)”. Kata Pengantar buku ini disampaikan oleh Yanuardi Syukur seorang pemuda juga yang menjadi Sekretaris Eksekutif Jimly School of Law & Government (JSLG). Yang menarik adalah endorsement dari salah seorang pembaca, editor sekaligus sahabat Deny, yaitu Benny Arnas (Penulis Kisah Inspiratif Terbaik Indonesia 2009, MIZAN Group): “Ketika Deny Nofriansyah diterima sebagai PNS, sempat terbersit sebuah pertanyaan (sekaligus kekhawatiran) di benak saya; apakah sahabat saya ini akan tetap kritis? Kehadiran buku ini telah menjawabnya”. Hal ini sama seperti yang diungkapkan oleh  arafandi dalam resensinya di http://arafandi.wordpress.com “Bagaimana jika tulisan tulisan menggelitik menyoal sosial politik dan otonomi yang dikumpulkan menjadi buku.? Ditulis oleh aktifis muda yang tejebak di dunia birokrasi PNS, buku ini jadi menarik untuk dijadikan referensi dan obrolan petang hari”. Buku setebal 120 halaman ini diterbitkan oleh bukutujju divisi bukukatta Solo. Buku ini telah menyapa pembacanya di Negeri Belanda.

    Selain dikenal sebagai penulis, PNS dan dosen, Deny juga kerap menjadi Narasumber/Pengamat Politik di salah satu stasiun televisi lokal yaitu Linggau TV. Ia juga aktif menjadi moderator maupun pemateri pada acara-acara diskusi, training, kuliah umum dan seminar yang bertemakan keilmuan, pergerakan kemahasiswaan dan sosial-politik serta menjadi mentor pada acara Linggau Mencari Penulis tahun 2012 oleh FLP Kota Lubuklinggau yang kemudian outputnya menghasilkan sebuah karya buku dengan judul “Yang Muda Yang Bekarya”. Rentang tahun 2011 sampai dengan tahun 2012 Deny tetap aktif menulis termasuk menulis Jurnal salah satunya dimuat oleh Jurnal PAsira  edisi volume 1 nomor 1 Desember 2011 ISSN: 2089-4651 diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fisipol Universitas Musi Rawas Lubuklinggau dengan judul Persepsi  Masyarakat Muslim Kota Bengkulu Tentang Pluralitas Partai Politik Islam Dalam Era Reformasi (1999-2006).

    Pada tahun 2012 tepatnya pada tanggal 6 Mei, Deny mempersunting seorang dara manis yang berprofesi sebagai guru dan biasa dipanggilnya “khummaira”, yaitu Kurnia Sri Andayani, S.Pd. Mereka menikah di Kota Lubuklinggau bertepatan pada tahun lahirnya anak immortal Deny yang kedua yaitu sebuah buku dengan judul “Pluralitas Partai Politik Islam Dalam Era Reformasi”. Buku ini kembali diterbitkan oleh bukutujju divisi bukukatta Solo. Kata Pengantarnya ditulis oleh DR. H. Ridwan Mukti, Bupati Musirawas saat itu. Dikatakan oleh beliau bahwa buku ini adalah sebuah kado politik dari daerah untuk bangsa. Menurut beliau buku ini memberi cakrawala kepada setiap pembacanya tentang kondisi riil fakta sosial yang terjadi di masyarakat. Fakta yang ditampilkan menggambarkan bahwa kondisi sudah tidak sin quanon lagi akan tetapi mengalami perubahan sosial yang dahsyat. Kadangkala konsep yang tertuang dalam das sollen sangat berbeda sekali dengan fakta nyata seperti yang tersaji dalam isi buku ini. Namun untuk membaca buku ini seseorang harus mempunyai sikap dasar yang terbuka sehingga segala sesuatu yang muncul dari dalamnya, yang digali dari berbagai sumber yang relevan, bisa memberi masukan nilai tambah yang mulia bagi kita dalam berpolitik.

    Saat gerimis di penghujung tahun, Desember 2012, akhirnya Deny menyelesaikan program pascasarjana atau S2 Magister Ilmu Administrasi di UNIB sehingga berhak menyandang gelar M.Si. Kecintaannya pada organisasi membuat Deny kembali bersedia aktif di organisasi. Pada tahun 2013 ia mengemban amanah menjadi Ketua Pengurus Daerah Majelis Sinergi Kalam (MASIKA) ICMI Orda Kota Lubuklinggau periode tahun 2013-2015. Pelantikan kepengurusan ditandai dengan diskusi publik dan orasi ilmiah. Dan pada tahun 2013 ini lahir buku ketiganya dengan judul “LPMK Pada Arus Kekinian”.

    Buku ini ia tulis berdasarkan pemahaman bahwa Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) merupakan media yang tepat bagi Pemerintah untuk dijadikan mitra dalam pembangunan yang berpola pemberdayaan dan partisipatif, terutama di level paling ujung yaitu Kelurahan. Hal inilah yang mendorong keberanian Deny memunculkan buku ini ke permukaan, yang bahan bakunya merupakan Tesis Deny sendiri. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif buku ini memberikan gambaran mengenai eksistensi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) pada arus kekinian. Atau dengan kata lain menggambarkan kinerja LPMK di level grassroots. Buku ini Deny tulis dengan menggunakan empat kacamata (responsivitas, responsibilitas, output dan outcome) yang berelevansi dengan Tupoksi LPMK seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 2007. Buku ini diterbitkan oleh Nida Dwi Karya Publishing melalui Nulisbuku.com.

    Kabar bahagia lainnya hadir dipenghujung tahun 2013 tepatnya pada tanggal 25 Desember, lahir putri cantik Deny yang ia beri nama Aisyah Syahirah Hafizah. Nama tersebut berarti perempuan cantik, cerdas dan shalihah itu terkenal karena hapalan Al Qur’annya. Dengan kesibukan yang cukup padat ia masih sempat menulis dibeberapa media, diantaranya adalah tulisan dengan judul sebagai berikut Memimpin Kota Jasa, Industri dan Perdagangan Yang Madani (BISA Magazine Edisi Mei-Juni 2014/ISSN 2355-5955), Terlahir Menjadi Oase (Tabloid Cendekia Sumsel Edisi IX Januari 2014/ISSN 2252-3588), Agama Dalam Ruang Publik (Tabloid Cendekia Sumsel Edisi IX Januari 2014/ISSN 2252-3588), Golput? (Tabloid Cendekia Sumsel Edisi X Pebruari 2014/ISSN 2252-3588). Pada Juni 2014 akhirnya Deny memutuskan untuk bergabung bersama Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia dengan ID FAM 2170U. Hal ini dilakukan untuk menambah khasanah pengetahuan serta keterampilannya dalam hal menulis.

    Saat ini Deny sedang menggarap penulisan buku berikutnya tetapi bukan artikel atau opini atau buku yang bertemakan sosial, politik dan otonomi daerah melainkan sebuah buku antologi puisi. Ia berusaha menghubungi kembali beberapa teman seperjuangannya semasa di kampus dulu untuk bersama-sama menerbitkan buku tersebut pada tahun 2014 ini. Pengalaman Deny dalam bidang menulis puisi memang belum mumpuni namun beberapa puisinya pernah juga dimuat di media cetak, yaitu : Melati dan Kafan (Harian Berita Pagi, 2010), Aku Jatuh Cinta  (Harian Berita Pagi, 2010), Embrio  (Harian Berita Pagi, 2010), Kidung Rindu (Harian Berita Pagi, 2010).

    Penulis saat ini berdomisili di Jl. Bengawan Solo No. 36 RT 08 Kelurahan Ulak Surung Kecamatan Lubuklinggau Utara II Kota Lubuklinggau Kode Pos 31617. Alamat emailnya adalah deny_bkl@yahoo.co.id. Penulis juga dapat dihubungi melalui nomor HP 0821 757 08 799, facebook fanpage: Deny Nofriansyah/Lapak Buku Deny, twitter: deny_bkl, Kompasiana: Deny Nofriansyah atau http:denynofriansyah.com/wp. (*)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Deny Nofriansyah (Lubuklinggau): “Tetap Produktif Menulis Walau Jadi PNS” Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top