• Info Terkini

    Monday, September 29, 2014

    Kopdar ke-1 FAM Bukittinggi, “Silaturahim Literasi dari Bukittinggi ke Padangpanjang”

    FAM BUKITTINGGI DI KEDIAMAN KETUM FAM
    Laporan: Palla-La (Aulia Rahman, Bukittinggi)

    Kopdar atau kopi darat. Sebuah istilah yang tak asing lagi di telinga masyarakat. Minggu (28/9/2014), anggota Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia yang berdomisili di Kota Bukittinggi dan sekitarnya mengadakan pertemuan, atau yang lebih dikenal dengan istilah kopdar.

    Kopdar ini diadakan di Lapangan Kantin Bukittinggi pada pukul 10.00 WIB.  Adapun tujuannya adalah untuk mempererat tali silaturahim sesama anggota FAM yang berdomisili di Bukittinggi dan sekitarnya. Selama ini, perkenalan dan interaksi antaranggota FAM Bukittinggi hanya berkembang di dunia maya, sehingga timbullah keinginan untuk mewujudkannya di dunia nyata. Tak hanya saling mengenal, tujuan lain dari acara ini adalah untuk menambah ilmu dan wawasan tentang kepenulisan, serta saling memotivasi.

    Dari Lapangan Kantin, acara dilanjutkan ke kediaman Bunda Lili Asnita, Guru SMAN 4 Bukittinggi, yang juga merupakan anggota FAM Indonesia. Beliau telah menetaskan banyak karya, di antaranya : Kumpulan Cerpen “Merajut Asap” yang diterbitkan FAM Publishing, Divisi Penerbitan FAM Indonesia.

    “Saya sangat senang dengan kedatangan ananda-ananda semuanya,” ujar Bunda Lili Asnita ketika memberi sambutan dengan suasana keakraban. Di sini anggota FAM Bukittinggi mendapatkan suntikan motivasi dan kiat-kiat menulis untuk pemula.

    Tak tamat di sini, dari Kota Jam Gadang, anggota FAM Bukittinggi yang terdiri dari Aulia Rahman, Maryam Syarief, Iie Gustiawan, Oktavia, Rahmi, Rhatna, juga dihadiri nonanggota Yeni dan Roza, beranjak mengunjungi Kota Serambi Mekah, Padangpanjang yang terletak di kaki gunung Singgalang. Tujuan adalah ke kediaman Ketum FAM Indonesia, yaitu Bang Muhammad Subhan. Kedatangan anggota FAM Bukittinggi ini pun disambut hangat Bang Muhammad Subhan. Tak ingin anggota FAM pulang ke Bukittinggi dengan tangan hampa, beliau pun memberi motivasi dan berbagi ilmu tentang trik-trik agar karya menembus media massa. Diskusi semakin hidup ketika Pak Refdinal Muzan, seorang guru dan penyair yang juga anggota FAM Bukittinggi turut hadir.

    Kopdar berakhir dengan harapan  pertemuan seperti itu bukan untuk sekali saja, namun terus dilakukan dengan berkesinambungan. Terutama adanya rencana membentuk kepengurusan resmi FAM Cabang Bukittinggi. Sebab, jumlah anggota FAM dari Kota Jam Gadang itu terus bertambah, sayang jika tidak direkat-eratkan lewat kepengurusan yang solid dan aktif.

    Insya Allah, dalam waktu dekat, FAMili Bukittinggi akan kembali bertemu, membicarakan langkah-langkah pembentukan kepengurusan itu. Semoga. (*)

    Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Kopdar ke-1 FAM Bukittinggi, “Silaturahim Literasi dari Bukittinggi ke Padangpanjang” Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top