• Info Terkini

    Sunday, September 21, 2014

    Namanya Pak Suryadi, Tidak Muda Lagi Tapi Semangatnya Selalu Muda

    PAK SURYADI DI ANTARA FAMILI
    Pare (FAMNews) – Silaturahim dan Bincang Menulis di kantor Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, Senin (15/9) lalu diikuti dengan sangat antusias belasan FAMili yang berdomisili di seputaran Pare, Kediri, Jawa Timur.

    Pada kesempatan tersebut, Ketum FAM Indonesia Muhammad Subhan berbagi kiat menjadi penulis dan bercerita tentang pengalamannya yang pernah malang-melintang di dunia jurnalistik.

    Selain Ketum FAM Indonesia, juga hadir Sekjen FAM Aliya Nurlela yang “setia” menyambut berbagai tamu yang datang ke kantor FAM Indonesia, sejak FAM berdiri pada 2 Maret 2012. Kantor FAM sendiri keberadaannya sangat dekat dengan Kampung Inggris Pare.

    Di hari itu, selain peserta mendapat motivasi menulis dari Ketum FAM Muhammad Subhan, kantor FAM juga kedatangan tamu istimewa. Namanya Pak Suryadi. Bukan anak muda, tetapi sudah lanjut usia. Umurnya 70-an tahun.

    Walau demikian, Pak Suryadi yang datang ke kantor FAM dari Kandangan Kediri dan diantar ojek itu, berjalan payah masuk ke kantor FAM karena ia harus menyangga tubuhnya dengan tongkat.

    Kondisi tubuhnya itu tidak menyurutkan minatnya datang ke kantor FAM. Ia tahu FAM Indonesia lewat internet dan tertarik untuk mengenal lebih dekat. Sebulan sebelumnya ia telah datang, bahkan sempat tersesat karena tak tahu jalan katanya. Ini adalah kedatangannya yang kedua.

    “Oh, ini Ketum FAM itu. Masih muda ya? Saya kira sudah seusia saya. Nah, kalau sudah kumpul begini, saya tidak menyangka kalau saya sudah tua saja,” ujar Pak Suryadi berkelakar ketika Ketum FAM Muhammad Subhan turut menyambut dirinya di depan pintu, dan menjabat erat tangannya penuh takzim.

    Dalam suasana keakraban itu, Pak Suryadi juga banyak bercerita pengalamannya menulis. Dia mengaku sudah menulis sejak muda, tetapi belum fokus seperti sekarang. Baru beberapa tahun lalu ia fokus menulis, dan telah memiliki sejumlah naskah buku.

    “Tapi sayang, belum terbit. Beberapa penerbit mayor menolak naskah saya, salah satu alasannya saya ditegur soal EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Duh, teguran itu membuat saya malu sekali,” katanya sembari tertawa.

    Wah, Pak Suryadi yang sudah tidak muda lagi, ternyata semangat menulisnya membara layaknya anak muda. Seluruh peserta diskusi yang hadir merasa malu bahwa di tengah mereka terdapat orang tua yang bijaksana, tidak malu mengungkapkan kekurangan dirinya.

    “Yang penting, apa pun alasan dan keadaannya, kita harus terus belajar dengan banyak membaca dan menulis,” tambah Pak Suryadi.

    Seperti biasa, seusai acara, maupun kepada tamu-tamu yang berkunjung ke FAM Indonesia, di penghujung acara FAM selalu memberikan kenang-kenangan berupa Piagam FAM Indonesia. Di samping itu, beberapa peserta juga mendapat hadiah doorprize berupa buku-buku terbitan FAM Publishing. (*)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Namanya Pak Suryadi, Tidak Muda Lagi Tapi Semangatnya Selalu Muda Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top