• Info Terkini

    Wednesday, September 24, 2014

    Sekjen FAM Indonesia Diwawancara Tiga Siswi MA Hasanuddin Pare

    SEKJEN FAM ALIYA NURLELA (DUA DARI KIRI)
    Pare (FAMNews) – Tiga siswi MA Hasanudin Pare mengunjungi Kantor FAM Indonesia, Selasa (23/09/2014). Kedatangan mereka disambut Sekjen FAM Aliya Nurlela dan admin yang bertugas hari itu.

    Mereka mengutarakan kedatangannya untuk melakukan wawancara dengan Mbak Aliya Nurlela. Menurut mereka, ada tugas dari guru yang mengharuskan mewawancarai tokoh inspiratif di Pare, Kediri. Pilihan mereka jatuh ke FAM Indonesia.

    Sebelum  wawancara dimulai, Mbak Aliya sempat bertanya alasan memilih FAM Indonesia dan dirinya sebagai obyek wawancara. Menurut mereka, karena FAM unik. Terbentuknya wadah kepenulisan yang berkantor pusat di kota kecil Pare, tapi gaungnya mencapai banyak kota besar bahkan mancanegara, lalu memantik rasa penasaran untuk mengetahui lebih jauh tentang FAM Indonesia.

    Bahkan masih menurut mereka, Pare terkenal dengan Kampung Inggris dan orang “ramai-ramai” membuka kursus bahasa asing, tapi mengapa FAM justru menjadi wadah menulis atau dengan kata lain “kursus Bahasa Indonesia?”

    Mbak Aliya menjelaskan ide awal pendirian FAM Indonesia yang memilih Pare sebagai kantor pusat. FAM indonesia didirikan bersama Muhammad Subhan, seorang penulis dari Sumatera Barat dengan tujuan menyebarkan semangat cinta menulis di kalangan generasi muda khususnya siswa sekolah dasar, SLTP, SLTA, mahasiswa dan kalangan umum lainnya. FAM memiliki tekad membina anak-anak bangsa untuk cinta menulis dan gemar membaca buku.

    “Sebab dua hal ini melatarbelakangi maju dan berkembangnya negara-negara di dunia lantaran rakyatnya suka membaca buku dan menulis karangan,” jelas Mbak Aliya.

    FAM Indonesia mengajak generasi muda untuk mencintai bahasa negaranya dan bangga dengan bahasa Indonesia. Menguasai bahasa asing sangat bagus dan FAM ikut mendukung generasi muda untuk menguasai bahasa asing. Namun satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah menguasai, mencintai dan melestarikan bahasa negeri sendiri.

    “Salah satu caranya adalah dengan gemar membaca dan menulis, dengan bacaan yang berbahasa Indonesia dan menulis yang baik dan benar sesuai EYD,” paparnya.

    Satu pertanyaan yang membuat Mbak Aliya tersenyum—karena terlalu seringnya mendapat pertanyaan yang sama—ketika para siswi bertanya, “apakah sejak kecil bercita-cita jadi penulis?”

    “Sejak kecil tak sedikit pun saya bercita-cita menjadi penulis dan menganggap menulis bukan sebuah pekerjaan yang perlu dicita-citakan, meskipun saya sudah menulis sejak kecil. Cita-cita saya seperti umumnya anak-anak lain, sedikit muluk-muluk dan sering berubah-ubah. Awalnya ingin jadi polwan, lalu ahli arkeolog. Satu cita-cita yang menggelikan yaitu ingin jadi penjual pisang goreng. Ujung-ujungnya ingin menjadi guru. Ternyata setelah dewasa tak satu pun profesi tersebut saya jalani, justru sekarang jadi penulis,” ujar Mbak Aliya.

    “Menyandang profesi apa pun bisa sambil menulis. Jadi guru, sambil nulis. Jadi polwan, sambil nulis. Termasuk ibu rumah tangga pun bisa sambil nulis,” tambahnya.

    Banyak hal yang ditanyakan para siswi terkait kegiatan Mbak Aliya menjadi penulis, termasuk kiat mengatur waktu dan mengelola wadah kepenulisan. Mbak Aliya pun senang berbagi kepada mereka. Bahkan kehadiran mereka dihargai oleh FAM Indonesia dengan diberikannya piagam kunjungan ke Kantor FAM. Mereka juga senang, selain mendapat hasil wawancara, piagam, sekaligus dapat melihat-lihat buku terbitan FAM Publishing (Divisi Penerbitan FAM Indonesia).

    Kunjungan para siswi ini bukan kunjungan pertama kali. Ada banyak pelajar, mahasiswa, guru dan kalangan umum yang datang berkunjung ke Kantor FAM dengan beragam kepentingan. Termasuk yang bertujuan wawancara baik untuk tugas sekolah, kampus, organisasi maupun media. FAM pun selalu terbuka menerima kunjungan dari mana pun.  (*)

    Terbitkan Buku Anda di FAM Publishing. Caranya klik DI SINI.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Sekjen FAM Indonesia Diwawancara Tiga Siswi MA Hasanuddin Pare Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top